Henry Saragih Nahkodai Partai Buruh, Gantikan Said Salahudin
JAKARTA, DETIK INI JUGA — Henry Saragih baru saja resmi menduduki posisi Sekretaris Jenderal Partai Buruh. Ia menggantikan Said Salahudin yang telah menuntaskan masa jabatannya. Keputusan diambil da...
JAKARTA, DETIK INI JUGA — Henry Saragih baru saja resmi menduduki posisi Sekretaris Jenderal Partai Buruh. Ia menggantikan Said Salahudin yang telah menuntaskan masa jabatannya. Keputusan diambil dalam rapat pleno darurat, menit lalu, di sebuah gedung tua di Jakarta Pusat. Suasana tegang berubah menjadi tepuk tangan meriah saat nama Saragih diumumkan.
Kronologi Pemilihan
Rapat dimulai pukul 20.00 WIB dengan agenda tunggal: memilih nahkoda baru. Said Salahudin hadir langsung dan menyerahkan mandat secara simbolik. “Saya titipkan partai ini ke tangan yang tepat,” ujarnya singkat. Forum kemudian bergerak cepat. Nama Saragih mencuat tanpa saingan. Tidak ada interupsi berarti.
Pimpinan sidang menanyakan persetujuan. Seluruh pengurus mengangkat tangan. Aklamasi. Proses berlangsung kurang dari satu jam. Ini berbeda dengan pemilihan sebelumnya yang diwarnai lobi alot. Peserta yang terpantau di lokasi lebih dari 50 orang, termasuk perwakilan sayap buruh dan tani.
Profil Pengganti
Saragih bukan sekadar kader biasa. Ia merupakan tokoh kunci La Via Campesina, organisasi petani terbesar di dunia. Posisinya sebagai koordinator regional Asia untuk gerakan itu membuatnya disegani di kancah global. Di dalam negeri, ia memimpin Serikat Petani Indonesia (SPI) lebih dari satu dekade. Jejak aktivisnya melintasi aksi-aksi besar, dari unjuk rasa tolak impor beras hingga advokasi reforma agraria.
- Jabatan Baru: Sekretaris Jenderal Partai Buruh
- Pendahulu: Said Salahudin
- Latar Organisasi: La Via Campesina dan SPI
- Proses: Aklamasi oleh pengurus pusat
- Status Terkini: Sah per menit lalu
Reaksi dan Ekspektasi
Saragih langsung memberikan pernyataan singkat kepada awak media yang menunggu. “Ini amanat besar. Kami akan perkuat aliansi buruh dan tani,” tegasnya. Ia tidak menjawab lebih banyak, bergegas masuk ke ruang tertutup bersama tim transisi. Sekretaris Bidang Organisasi, yang enggan disebut nama, mengaku lega. Menurutnya, pengalaman global Saragih akan mendongkrak posisi tawar partai.
Namun tidak semua kader menyambut antusias. Sejumlah pihak mempertanyakan loyalitas Saragih yang lebih identik dengan pergerakan tani ketimbang buruh pabrik. Meski begitu, kritik ini hanya jadi bisik-bisik di lorong gedung. Mayoritas tetap bulat.
Tantangan Mendatang
Peralihan pucuk pimpinan ini terjadi di tengah manuver politik jelang pendaftaran pemilu. Partai Buruh butuh figur pemersatu untuk menarik suara dari basis yang lebih luas. Kombinasi jaringan tani dan buruh diyakini sebagai formula ampuh. Pengamat dari lembaga swadaya menyebut konsolidasi internal menjadi ujian pertama bagi Saragih.
Di tingkat kebijakan, Saragih diperkirakan akan mendorong agenda agraria lebih agresif. Isu kedaulatan pangan dan hak atas tanah bakal jadi sorotan utama. Malam ini, selepas rapat, sejumlah spanduk bertuliskan “Saatnya Buruh dan Tani Bersatu” telah terpasang di halaman gedung. Udara penuh harap, tapi juga waspada.
Untuk informasi terbaru setiap menit, pantau terus portal ini. Kami bekerja untuk Anda, detik ini juga.
Comments (0)