Kekeringan Landa Tangsel: 162 Keluarga di Keranggan Krisis Air Bersih

Krisis air bersih akibat kemarau panjang kini melanda wilayah Tangerang Selatan. Sedikitnya 162 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, terpaksa mengandalkan bantuan air dari luar...

Jul 27, 2026 - 21:37
0 0
Kekeringan Landa Tangsel: 162 Keluarga di Keranggan Krisis Air Bersih

Krisis air bersih akibat kemarau panjang kini melanda wilayah Tangerang Selatan. Sedikitnya 162 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, terpaksa mengandalkan bantuan air dari luar setelah sumber air setempat mengering total.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan mengonfirmasi bahwa kekeringan ekstrem telah memutus akses warga terhadap air layak konsumsi. Data yang dihimpun petugas di lapangan menunjukkan jumlah KK terdampak terus bertambah seiring minimnya curah hujan dalam dua bulan terakhir.

Kondisi di Lokasi

Pantauan di Keranggan memperlihatkan sumur-sumur warga yang biasanya menjadi andalan kini hanya menyisakan lumpur. Beberapa warga terpaksa menggali lebih dalam, namun hasilnya tetap nihil. "Kami sudah tidak bisa mengambil air dari sumur sejak tiga pekan lalu. Sekarang benar-benar habis," ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.

Kelurahan Keranggan sendiri berada di kawasan yang tidak terjangkau jaringan PDAM. Warga sepenuhnya bergantung pada air tanah dan sumber mata air lokal yang kini telah surut drastis. Suhu udara yang tinggi memperparah penguapan, membuat debit air tanah kian menipis.

Respons BPBD Tangsel

Menyikapi kondisi darurat ini, BPBD Kota Tangsel telah mengirimkan bantuan air bersih secara berkala. Kepala Pelaksana BPBD Tangsel, dalam keterangannya, menyatakan pihaknya telah mendistribusikan tiga tangki air berkapasitas 5.000 liter per hari ke titik-titik terdampak. "Kami prioritaskan kebutuhan minum dan masak. Untuk mandi dan cuci, warga diimbau menggunakan air seefisien mungkin," jelasnya.

Selain distribusi air, BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan pihak kecamatan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Posko siaga darurat telah didirikan di balai warga setempat untuk memudahkan penyaluran.

Dampak Sosial dan Kesehatan

Kekeringan tidak hanya mengganggu kebutuhan domestik. Aktivitas ekonomi warga, terutama petani kecil dan peternak, ikut terpukul. Tanaman palawija mengering sebelum panen, sementara ternak mulai kekurangan air minum. Beberapa keluarga bahkan terpaksa mengurangi frekuensi memasak demi menghemat persediaan.

Dari sisi kesehatan, ancaman penyakit kulit dan diare meningkat karena keterbatasan air untuk sanitasi. "Kami khawatir anak-anak mudah terkena gatal-gatal. Tapi mau bagaimana lagi, air untuk minum saja susah," keluh seorang ibu rumah tangga. Dinas Kesehatan setempat telah mengimbau warga untuk tetap menjaga kebersihan dengan air seadanya dan segera melapor jika muncul gejala.

Antisipasi Jangka Panjang

Pemerintah Kota Tangsel kini tengah mengkaji solusi permanen untuk wilayah rawan kekeringan. Rencana pembangunan sumur bor dalam dan perluasan jaringan PDAM menjadi prioritas. Namun, realisasinya membutuhkan waktu dan anggaran yang tidak sedikit.

Sementara itu, warga berharap bantuan air terus mengalir hingga musim hujan tiba. BMKG memprediksi curah hujan baru akan normal pada November mendatang, sehingga situasi darurat ini diperkirakan masih akan berlangsung beberapa pekan ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User