Polisi Buru Dalang Buzzer Hoaks, Sita Aliran Dana

JAKARTA — Detik Ini Juga! Polda Metro Jaya mengonfirmasi sedang mengusut identitas pemesan di balik sindikat buzzer penyebar hoaks yang baru saja dibongkar. Fokus penyelidikan kini mengarah pada ali...

Jul 28, 2026 - 09:35
0 0
Polisi Buru Dalang Buzzer Hoaks, Sita Aliran Dana

JAKARTA — Detik Ini Juga! Polda Metro Jaya mengonfirmasi sedang mengusut identitas pemesan di balik sindikat buzzer penyebar hoaks yang baru saja dibongkar. Fokus penyelidikan kini mengarah pada aliran dana dan dugaan keterlibatan penyelenggara negara.

Lacak Jejak Digital dan Transaksi

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) memperdalam pemeriksaan terhadap sejumlah perangkat dan rekening yang disita dari tersangka. Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah dana yang digunakan berasal dari anggaran negara atau kantong pribadi.

  • Polda Metro Jaya telah menyita 12 unit ponsel, 5 laptop, dan dokumen keuangan.
  • Ratusan akun palsu dipakai untuk menggiring opini negatif terhadap tokoh tertentu.
  • Jejak transaksi mencurigakan bernilai miliaran rupiah tengah ditelusuri.

Sindikat Buzzer Pembentuk Opini Sesat

Pengungkapan sindikat ini bermula dari patroli siber yang mendeteksi gelombang konten fitnah dan provokasi di media sosial. Polisi menemukan ruang kerja tersangka yang dikendalikan secara terpusat untuk memproduksi narasi palsu secara masif.

Tim penyidik kini memburu pihak yang memberikan instruksi dan membiayai operasi hitam tersebut. "Kami tidak hanya membidik eksekutor. Aktor intelektual dan pemodal tetap menjadi tanggung jawab hukum," ujar seorang perwira senior dalam konferensi pers pagi tadi.

Ancaman Hukuman Baru Jika Libatkan Uang Negara

Sosok juru bicara Polda Metro Jaya memberi penekanan penting: apabila bukti mengarah ke penyelenggara negara yang menyalahgunakan anggaran publik, maka pasal berlapis langsung disiapkan. Konsekuensi hukumnya jauh lebih berat.

"Jeratan pasal baru akan berlaku," tegasnya. Pernyataan ini merujuk pada kemungkinan penambahan pasal korupsi dan penyalahgunaan wewenang di luar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Respons Publik dan Desakan Transparansi

Kelompok masyarakat sipil mengecam praktik buzzer bayaran yang memanipulasi demokrasi. Mereka mendesak pengungkapan tuntas agar kepercayaan publik terhadap informasi digital tidak terus terkikis.

Polda Metro Jaya bergerak cepat menenangkan situasi dengan berjanji membuka seluruh temuan dalam waktu dekat. "Ini peringatan keras. Tidak ada tempat aman bagi pembohong publik," tutup perwira tadi.

Hingga berita ini diturunkan, tim siber masih menggeledah server dan dompet digital para tersangka. Breaking update akan segera disampaikan begitu identitas pemesan terkonfirmasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User