Polisi Buru AK, Pembunuh Ayah dan Balita di Palu

PALU, BARU SAJA — Aparat Polresta Palu langsung memburu AK. Ia diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan sadis. Korbannya adalah seorang ayah dan anaknya yang masih berusia 2 tahun. Peristiwa berdarah i...

Jul 28, 2026 - 01:58
0 0
Polisi Buru AK, Pembunuh Ayah dan Balita di Palu

PALU, BARU SAJA — Aparat Polresta Palu langsung memburu AK. Ia diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan sadis. Korbannya adalah seorang ayah dan anaknya yang masih berusia 2 tahun. Peristiwa berdarah ini terjadi di Kelurahan Tondo, Kota Palu. Status buron langsung diterbitkan beberapa jam setelah penemuan jasad.

Korban diidentifikasi sebagai MA (30 tahun) dan RA (2 tahun). Keduanya merupakan ayah dan anak. Jasad mereka ditemukan pada Senin pagi sekitar pukul 03.00 WITA. Tim Inafis langsung diterjunkan ke lokasi. Dari olah TKP, polisi mengamankan sebilah pisau yang diduga digunakan pelaku. Barang bukti lain juga dikumpulkan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Istri Korban Selamat, Jadi Saksi Kunci

RI (28), istri MA dan ibu dari RA, berhasil menyelamatkan diri. Ia tidak mengalami luka serius. Keterangannya di hadapan penyidik sangat vital. Ia mengidentifikasi terduga pelaku berdasarkan pengenalannya langsung. Informasi dari saksi kemudian mendorong penetapan AK sebagai DPO. Polisi pun menyebar foto dan ciri-ciri AK ke seluruh pos polisi dan media.

"Kami mendapat gambaran jelas soal pelaku dari saksi," ujar AKP Hendra, Kasat Reskrim Polresta Palu, saat konferensi pers pagi ini.

Deskripsi Pelaku yang Diburu

Polisi merilis ciri-ciri berikut untuk dikenali masyarakat:

  • Nama / panggilan: AK
  • Jenis kelamin: Laki-laki
  • Perkiraan usia: 35–40 tahun
  • Tinggi badan: Sekitar 165 cm
  • Rambut: Pendek, hitam
  • Kumis: Tipis
  • Ciri khusus: Tato di lengan kanan bagian atas
  • Pakaian terakhir diketahui: Kaus lengan pendek warna hitam, celana panjang jeans biru, dan sepatu sneakers putih.

Pintu Keluar Palu Diblokade

BREAKING: Polda Sulawesi Tengah menetapkan status siaga satu. Seluruh pintu keluar menuju Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong dijaga ketat. Pos pemeriksaan didirikan di perbatasan. Setiap kendaraan diperiksa secara teliti. Langkah ini untuk mencegah pelaku meloloskan diri ke luar kota.

Masyarakat diimbau tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Pelaku dinilai berbahaya dan berpotensi membahayakan orang lain. Laporan dapat disampaikan melalui nomor darurat 110 atau melalui aplikasi Polri Super App.

Penyisiran Nonstop

Tim Reskrim bersama Satuan Brimob Polda Sulteng dikerahkan. Mereka menyisir rumah kosong, kebun, dan hutan-hutan kecil di sekitar TKP. Polisi juga memeriksa rekaman CCTV di sejumlah titik. Hasil sementara, pelaku diduga melarikan diri dengan sepeda motor.

Kapolresta Palu, Kombes Dimas, menegaskan seluruh personel dikerahkan untuk mengejar pelaku. "Kami akan bekerja 24 jam sampai dia tertangkap. Kami minta masyarakat untuk tetap tenang dan segera melapor jika melihat orang dengan ciri-ciri tersebut," katanya melalui pesan tertulis.

Motif Masih Misterius

Hingga kini, motif pembunuhan sadis ini belum terungkap sepenuhnya. Penyidik mendalami hubungan antara pelaku dan keluarga korban. Dugaan awal mengarah ke konflik pribadi yang sudah berlangsung lama. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi tambahan dari lingkungan sekitar. Sementara itu, proses autopsi kedua korban masih berlangsung di Rumah Sakit Bhayangkara Palu untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah.

Perkembangan terbaru akan segera kami sampaikan. Warga diminta terus memantau informasi resmi dari kepolisian.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User