Bupati Gresik Bawa Inovasi Lindungi Anak PMI ke Nasional

BARU SAJA — Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bergerak cepat membawa cetak biru perlindungan anak pekerja migran ke panggung nasional, hanya berselang jam setelah menerima anugerah sebagai Kepala Daer...

Jul 28, 2026 - 01:58
0 0
Bupati Gresik Bawa Inovasi Lindungi Anak PMI ke Nasional

BARU SAJA — Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bergerak cepat membawa cetak biru perlindungan anak pekerja migran ke panggung nasional, hanya berselang jam setelah menerima anugerah sebagai Kepala Daerah Inspiratif di Jakarta.

Penghargaan yang Menjadi Pemicu

Penghargaan itu dikonfirmasi langsung diterima Fandi dalam forum nasional yang digelar sore tadi. Trofi tersebut bukan sekadar simbol — ia menjadi tiket bagi model asal Gresik untuk direplikasi di daerah-daerah pengirim buruh migran lain.

"Ini darurat yang harus direspons dengan sistem, bukan proyek," ujar Fandi singkat saat dikonfirmasi Beritatercepat, sesaat setelah acara. Ia menolak berlarut dalam seremoni dan langsung meneken kerja sama antar-daerah untuk transfer model perlindungan anak-anak yang ditinggal orang tua bekerja di luar negeri.

Cetak Biru Gresik: Data, Shelter, Beasiswa

Model yang dibawa Fandi bukan wacana baru di lingkup kabupatennya. Selama hampir dua tahun terakhir, Pemkab Gresik mengoperasikan sistem terpadu yang menggabungkan basis data anak rentan, rumah singgah darurat, dan jalur beasiswa yang terhubung dengan dana desa.

  • Ada 1.245 anak migran yang kini tercatat dalam sistem berbasis by-name-by-address.
  • Tiga shelter aktif siap 24 jam menerima laporan anak terlantar atau korban eksploitasi.
  • Ratusan anak sudah mendapatkan beasiswa penuh dari APBD dan kolaborasi swasta.

Saksi mata dari Dinas Sosial Gresik menyebutkan bahwa respons darurat paling anyar terjadi pekan lalu — seorang anak pekerja migran yang ditelantarkan pengasuhnya berhasil dievakuasi dalam tempo 40 menit setelah laporan masuk lewat hotline desa.

Langkah Nasional: Replikasi Dimulai Besok

Kemenko PMK, kata Fandi, telah meminta dokumen lengkap cetak biru itu untuk segera diadaptasi di 10 kabupaten pengirim buruh migran terbanyak. Kepala daerah lain dijadwalkan melakukan studi tiru langsung ke Gresik pekan depan.

"Kita tidak boleh lagi kehilangan anak-anak ini hanya karena birokrasi lambat. Setiap menit bernilai," tegas Fandi, menunjuk pada layar ponsel yang menampilkan dashboard pemantauan anak migran secara real-time.

Dengan pengakuan nasional ini, Gresik kini menjadi rujukan sekaligus penjaga gawang agar tidak ada lagi anak buruh migran yang jatuh ke lubang eksploitasi, putus sekolah, atau terlantar tanpa perlindungan hukum. Perkembangan implementasi di daerah mitra akan terus dipantau Beritatercepat dalam laporan berikutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User