Polisi Bongkar Makam Pria Tewas Dikeroyok di Buleleng Demi Bukti Baru

Buleleng, Bali – Aparat Kepolisian Resor Buleleng melakukan pembongkaran paksa terhadap makam seorang pria berinisial KD di kawasan pemakaman umum desa setempat. Langkah ekshumasi ini diambil sebaga...

Jul 28, 2026 - 02:59
0 0
Polisi Bongkar Makam Pria Tewas Dikeroyok di Buleleng Demi Bukti Baru

Buleleng, Bali – Aparat Kepolisian Resor Buleleng melakukan pembongkaran paksa terhadap makam seorang pria berinisial KD di kawasan pemakaman umum desa setempat. Langkah ekshumasi ini diambil sebagai bagian dari penyidikan kasus pengeroyokan yang menewaskan KD setelah ia dituduh mencuri ayam milik warga.

Kronologi Dugaan Pencurian yang Berujung Maut

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian dan keterangan sejumlah saksi, peristiwa nahas itu bermula dari teriakan maling ayam yang menggema di lingkungan permukiman. KD diduga tertangkap basah oleh sejumlah orang, lalu menjadi sasaran amuk massa. Dalam hitungan menit, tubuhnya terkapar tak bernyawa dengan luka serius di sekujur bagian. Tim medis yang datang ke lokasi menyatakan korban sudah meninggal dunia sebelum sempat mendapat pertolongan intensif.

Polisi bergerak cepat mengidentifikasi para terduga pelaku pengeroyokan, namun proses hukum terkendala oleh minimnya barang bukti fisik yang menguatkan kronologi pasti kematian korban. Oleh karena itu, penyidik memutuskan untuk menempuh jalur forensik lanjutan, termasuk membongkar makam yang sudah berusia beberapa hari tersebut.

Proses Ekshumasi Berlangsung Ketat

Proses penggalian kembali jasad KD dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim bersama tim forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara. Kawasan makam disterilkan dari kerumunan warga untuk menjaga integritas barang bukti dan menghindari potensi gesekan. Petugas terlihat menggunakan alat berat kecil dan sekop secara hati-hati selama hampir dua jam sebelum peti jenazah berhasil diangkat ke permukaan. Selanjutnya, jenazah langsung dibawa menuju ruang forensik untuk diautopsi ulang secara menyeluruh.

Kapolres Buleleng dalam keterangan terbatasnya menegaskan bahwa langkah ekshumasi ini bukanlah bentuk ketidakpercayaan terhadap hasil visum awal, melainkan kebutuhan penyidikan untuk mengungkap secara terang pola luka dan penyebab pasti kematian. "Kami membutuhkan gambaran menyeluruh, termasuk kemungkinan adanya trauma tumpul akibat benda tertentu yang luput dari pemeriksaan pertama," ujarnya singkat.

Target Penyidikan dan Langkah Selanjutnya

Ekshumasi ini diharapkan mampu memberikan petunjuk kuat untuk menjerat para pelaku dengan pasal berlapis, termasuk di antaranya Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pengeroyokan yang mengakibatkan kematian. Selain itu, hasil autopsi juga akan digunakan untuk mengonfirmasi atau menepis dugaan adanya unsur kelalaian dalam penanganan insiden oleh pihak tertentu. Polisi mengklaim sudah mengantongi beberapa nama terduga yang sempat diamankan dan diperiksa intensif, namun status hukum mereka masih menunggu gelar perkara lanjutan.

Pihak keluarga KD, melalui kuasa hukumnya, menyambut baik langkah proaktif kepolisian ini. Mereka berharap kematian anggota keluarganya tidak berlalu begitu saja tanpa pertanggungjawaban pidana yang jelas. Sementara itu, warga sekitar diimbau untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat. “Kami hanya ingin keadilan ditegakkan, bukan balas dendam,” ujar salah seorang kerabat korban saat ditemui di sela-sela proses ekshumasi.

Hingga berita ini diturunkan, tim forensik masih bekerja mengumpulkan sampel dan bukti dari jenazah. Hasil autopsi menyeluruh diperkirakan rampung dalam dua hingga tiga hari ke depan, dan akan menjadi dasar bagi penyidik untuk menetapkan tersangka definitif serta merekonstruksi kejadian secara akurat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User