BREAKING — Basarnas resmi mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 2,16 triliun kepada pemerintah untuk tahun anggaran 2027. Dana tersebut bakal difokuskan untuk memperkuat peralatan Search and Rescue (SAR) di seluruh Indonesia.
Usulan ini disampaikan langsung oleh pejabat Basarnas kepada Menteri Keuangan dan Kepala Bappenas dalam rapat koordinasi recently. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya frekuensi bencana alam dan kecelakaan yang menuntut kesiapan peralatan SAR lebih optimal.
Fokus Penguatan Peralatan Utama
Menurut rencana, anggaran tambahan itu bakal dialokasikan untuk beberapa peralatan strategis. Pertama, penambahan helikopter SAR yang tersebar di berbagai wilayah rawan bencana. Kedua, perbaikan dan penggantian alat komunikasi darurat yang dinilai sudah uzur. Ketiga, penguatan kendaraan amfibi dan perahu cepat untuk operasi penyelamatan di wilayah pesisir dan sungai.
Selain itu, Basarnas juga mengusulkan penambahan alat medis darurat dan peralatan dive rescue untuk operasi penyelamatan di area perairan. Seluruh peralatan ini diharapkan mampu meningkatkan waktu respons penyelamatan dari rata-rata 4 jam menjadi lebih cepat.
Kebutuhan Mendesak Pasca Serangkaian Bencana
Usulan penambahan anggaran ini bukan tanpa alasan. Dalam dua tahun terakhir, Basarnas mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah operasi SAR. Mulai dari evakuasi korban bencana banjir di berbagai daerah, penyelamatan pendaki gunung, hingga operasi pencarian pesawat jatuh.
"Kami butuh peralatan yang lebih modern dan memadai," tegas salah satu pejabat Basarnas. Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menuntut kesiapan SAR yang tersebar di berbagai titik strategis.
Rincian Alokasi Anggaran
- Rp 800 miliar dialokasikan untuk pengadaan dan pemeliharaan helikopter SAR
- Rp 450 miliar untuk modernize alat komunikasi dan sistem koordinasi darurat
- Rp 350 miliar untuk kendaraan amfibi dan perahu rescue
- Rp 300 miliar untuk peralatan medis dan dive rescue
- Rp 260 miliar untuk pelatihan SDM dan infrastruktur pendukung
Harapan Terhadap Persetujuan Pemerintah
Basarnas optimistis usulan ini bakal mendapat persetujuan mengingat pentingnya kesiapan SAR bagi keselamatan warga. Dengan luas wilayah Indonesia yang mencapai 5,1 juta kilometer persegi, ketersediaan peralatan SAR yang memadai jadi kunci respons cepat terhadap berbagai musibah.
"Kami berharap anggaran ini bisa disetujui sehingga operasi SAR ke depan bisa lebih maksimal," lanjut pejabat tersebut. Update lebih lanjut mengenai persetujuan anggaran ini bakal diumumkan dalam waktu dekat.
Perkembangan terkait kesiapan Basarnas dalam menghadapi musim hujan dan potensi bencana akhir tahun nanti bakal menjadi sorotan utama. Pemerintah dinilai perlu merespons cepat usulan ini mengingat Indonesia memasuki periode cuaca ekstrem.
Comments (0)