OJK Gelar RGS 2026 Dorong Transparansi dan Etika GRC
BARU SAJA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dikonfirmasi akan menggelar Regulatory Governance Summit (RGS) 2026 sebagai langkah strategis memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan etika di sektor keu...
BARU SAJA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dikonfirmasi akan menggelar Regulatory Governance Summit (RGS) 2026 sebagai langkah strategis memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan etika di sektor keuangan nasional. Ajang ini didesain untuk menyatukan seluruh pemangku kepentingan dalam merespons dinamika governance, risk, and compliance (GRC) yang kian kompleks.
Fokus Tajam pada Transparansi
Isu transparansi menjadi sorotan utama RGS 2026. OJK menilai praktik tata kelola yang buram masih menjadi celah risiko sistemik. Oleh karena itu, forum ini akan mengupas mekanisme pengungkapan informasi yang lebih ketat, pengawasan berbasis data, serta penerapan standar pelaporan yang lebih granular. "Ini bukan sekadar seminar, melainkan komitmen mengubah kultur industri," ungkap sumber internal panitia.
Kolaborasi Multi-pihak
RGS 2026 akan mempertemukan regulator, pelaku industri jasa keuangan, asosiasi profesi, akademisi, hingga mitra internasional. Kerja sama lintas sektor diyakini mampu menghasilkan kerangka regulasi yang lebih adaptif. Peserta dari perbankan, pasar modal, asuransi, dan fintech dipastikan hadir untuk menyelaraskan persepsi ihwal risiko dan kepatuhan.
OJK mendorong asosiasi profesi seperti akuntan, penilai, dan konsultan hukum untuk menyumbang perspektif teknis. Hal ini krusial mengingat kompleksitas produk keuangan modern menuntut pemahaman GRC yang multidisiplin.
Isu Etika dan Penguatan Sumber Daya Manusia
Selain transparansi, etika bisnis menjadi benang merah. Maraknya keluhan konsumen terkait mis-selling dan konflik kepentingan mendorong OJK memasukkan modul khusus etika profesi. Dalam RGS nanti, akan dibahas pula pengembangan kompetensi SDM agar mampu mengidentifikasi risiko non-finansial sejak dini. Sertifikasi GRC diperkirakan akan menjadi kewajiban bagi pelaku industri tertentu.
Panitia menyebut bakal ada simulasi penanganan pelanggaran sebagai bagian dari pembelajaran kasus. Ini menandai pergeseran dari pendekatan berbasis aturan menuju pendekatan berbasis prinsip yang lebih lincah.
Harapan Stabilitas Sektor Keuangan
Dengan mengusung transparansi dan etika sebagai pilar, RGS 2026 diharapkan mampu menekan potensi fraud dan meningkatkan kepercayaan publik. Di tengah ketidakpastian global, stabilitas sektor keuangan Indonesia sangat bergantung pada fondasi GRC yang kokoh. OJK menargetkan seluruh rekomendasi yang lahir dari forum ini dapat diimplementasikan dalam satu tahun ke depan.
Forum ini juga menjadi momentum menyambut standar internasional terbaru, termasuk pembaruan ISO 37000 tentang tata kelola organisasi. Dengan begitu, Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga ikut menentukan arah praktik GRC global.
RGS 2026 dijadwalkan berlangsung pada semester pertama tahun depan. Informasi detail mengenai agenda dan pembicara akan diumumkan secara berkala melalui kanal resmi OJK. Sektor keuangan kini menanti gebrakan konkret dari gelaran ini.
Baca juga:
Comments (0)