Veddriq Leonardo Raih Emas di World Climbing Series Chamonix 2026

Veddriq Leonardo sukses merebut medali emas pada ajang World Climbing Series Chamonix 2026, menegaskan dominasinya di kancah panjat tebing internasional. Dalam pertandingan yang berlangsung dramatis, ...

Jul 12, 2026 - 17:00
0 0

Veddriq Leonardo sukses merebut medali emas pada ajang World Climbing Series Chamonix 2026, menegaskan dominasinya di kancah panjat tebing internasional. Dalam pertandingan yang berlangsung dramatis, ia mengungguli sesama atlet Indonesia, Antasyafi Robby Al Hilmi.

All-Indonesian Final di Chamonix

Final nomor speed putra menjadi panggung all-Indonesian final yang memukau penonton. Veddriq Leonardo mencatat waktu 5,12 detik—hanya selisih tipis dari Antasyafi yang membukukan 5,23 detik. Kedua pemanjat muda ini menunjukkan performa puncak sejak babak kualifikasi hingga semifinal, menyingkirkan rival-rival kuat dari Eropa dan Asia.

Ini kali pertama sepanjang sejarah World Climbing Series dua atlet Indonesia saling berhadapan di final. Sorak-sorai pendukung Merah Putih menggema di area kompetisi, menciptakan atmosfer seperti di kandang sendiri. "Ini bukti bahwa panjat tebing Indonesia sudah di level tertinggi dunia," ujar salah satu ofisial tim nasional yang hadir di lokasi.

Performa Gemilang Veddriq Leonardo

Kemenangan ini menambah koleksi medali Veddriq di kompetisi bergengsi. Atlet kelahiran Pontianak itu dikenal dengan start eksplosif dan koordinasi tangan-kaki yang presisi. Selama sesi pemanasan, ia berkali-kali mencetak waktu latihan di bawah 5,10 detik, memberi sinyal sejak awal bahwa ia sulit dikalahkan.

Di semifinal, Veddriq menyingkirkan andalan tuan rumah asal Prancis dengan waktu 5,08 detik—rekor baru yang langsung memecah keheningan penonton. Momentum itu ia bawa ke babak final, meski tekanan mental duel sesama kompatriot sempat membuat start-nya sedikit lebih lambat dari biasanya.

Dampak bagi Panjat Tebing Indonesia

Hattrick kemenangan atlet Indonesia di seri World Climbing musim ini—setelah sebelumnya meraih emas di Salt Lake City dan Seoul—menempatkan Indonesia sebagai kekuatan baru panjat tebing dunia. Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menargetkan regenerasi atlet muda melalui program pelatnas jangka panjang yang kini mulai menunjukkan hasil nyata.

Antasyafi Robby Al Hilmi yang meraih perak juga dipuji karena konsistensinya. "Persaingan sehat antara Veddriq dan Antasyafi mendorong keduanya terus memecahkan batas kemampuan," kata pelatih kepala tim nasional. Keduanya dijadwalkan kembali berlaga di seri berikutnya di Innsbruck bulan depan.

Prestasi ini diharapkan memacu pemerintah dan swasta untuk lebih mendukung infrastruktur latihan panjat tebing di daerah. Chamonix 2026 menjadi saksi bahwa Indonesia tidak lagi sekadar peserta, melainkan penantang serius gelar juara umum.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User