Pertamax Tak Turun Meski Harga Minyak Anjlok, Ekonom Ungkap Batas Kewajaran

Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax hingga kini belum juga mengalami penyesuaian, kendati harga minyak mentah dunia terus menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan pantauan di lapangan, Perta

Jul 08, 2026 - 08:43
0 0
Pertamax Tak Turun Meski Harga Minyak Anjlok, Ekonom Ungkap Batas Kewajaran

Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax hingga kini belum juga mengalami penyesuaian, kendati harga minyak mentah dunia terus menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan pantauan di lapangan, Pertamax masih dijual dengan harga Rp 16.250 per liter—sebuah angka yang sudah bertahan selama kurang lebih satu bulan terakhir.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, apakah ada pertimbangan khusus yang membuat Pertamina menahan harga. Ekonom dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Yayan Satyakti, memberikan pandangannya. Ia menilai bahwa keputusan tersebut masih dalam koridor kewajaran, mengingat mekanisme penetapan harga BBM non subsidi tidak semata mengikuti fluktuasi harian minyak global.

Komponen Pembentuk Harga

Yayan menjelaskan, terdapat beberapa komponen biaya yang harus diperhitungkan sebelum harga sampai ke konsumen. Biaya pengolahan di kilang, ongkos distribusi ke seluruh pelosok negeri, margin perusahaan, hingga pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi faktor penentu. Ketika harga minyak mentah turun, namun rupiah melemah pada saat bersamaan, biaya impor bahan baku bisa tetap tinggi sehingga ruang penurunan harga jual menjadi terbatas.

"Selama selisih antara harga keekonomian dengan harga jual masih berada dalam rentang yang bisa ditoleransi, Pertamina tidak akan serta merta menurunkan harga. Ada pertimbangan stabilitas dan pemulihan margin usaha yang juga penting dijaga," ujar Yayan saat dihubungi media kami.

Pendapat senada datang dari pengamat energi yang menekankan bahwa penyesuaian harga BBM non subsidi umumnya dilakukan secara periodik, misalnya setiap dua minggu atau sebulan sekali, bergantung pada evaluasi menyeluruh. Langkah ini diambil agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat dan menjaga kepastian bagi dunia usaha.

Evaluasi Berkala dan Prospek ke Depan

Sepanjang tahun 2026, pemerintah melalui Pertamina memang telah melakukan beberapa kali penyesuaian harga. Pada Juli lalu, beberapa jenis BBM lain tercatat mengalami penurunan, sebagaimana telah diberitakan secara terpisah. Namun untuk Pertamax, hingga berita ini diturunkan, belum ada sinyal resmi dari manajemen Pertamina mengenai perubahan harga.

Sejumlah analis memproyeksikan, apabila tren pelemahan harga minyak dunia berlanjut dan rupiah berada dalam posisi yang relatif stabil, peluang penurunan harga Pertamax pada evaluasi berikutnya cukup terbuka. Meski demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan korporasi setelah mempertimbangkan seluruh aspek, termasuk kondisi keuangan internal dan arahan dari pemegang saham.

Informasi terbaru mengenai dinamika harga BBM nasional dapat terus diikuti melalui kanal resmi Beritatercepat.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tasya-kamila

Reporter Teknologi. Reporter teknologi terkini dan rilis produk.

Comments (0)

User