Perpustakaan Nyi Ageng Serang Dibuka Lagi, Fasilitas Lengkap Siap Sambut Pengunjung
BREAKING NEWS — Warga Jakarta Selatan dan sekitarnya kini bisa kembali menikmati layanan literasi premium. Perpustakaan Nyi Ageng Serang, yang telah lama menjadi ikon pengetahuan, resmi beroperasi p...
BREAKING NEWS — Warga Jakarta Selatan dan sekitarnya kini bisa kembali menikmati layanan literasi premium. Perpustakaan Nyi Ageng Serang, yang telah lama menjadi ikon pengetahuan, resmi beroperasi penuh mulai hari ini setelah menjalani renovasi besar-besaran. Dengan jejeran fasilitas modern dan suasana yang nyaman, tempat ini siap menjadi destinasi favorit baru bagi pelajar, peneliti, dan keluarga.
Bangunan seluas 2.500 meter persegi itu kini hadir dengan konsep ramah lingkungan dan teknologi terkini. Pengelola mengonfirmasi bahwa koleksi buku telah diperluas hingga 45 ribu eksemplar, mencakup berbagai disiplin ilmu. Tidak hanya buku fisik, perpustakaan ini juga menyediakan akses ke lebih dari 10 ribu jurnal digital dan layanan ruang baca virtual. Area khusus anak dilengkapi karpet bermain dan rak buku rendah yang aman, sementara remaja bisa memanfaatkan studio konten dengan perangkat podcasting dan kamera terbaru.
Peningkatan signifikan juga terlihat pada aksesibilitas. Tersedia jalur khusus disabilitas, lift prioritas, dan buku dalam format braille. Sebuah kafe mini di sudut lobi menawarkan kopi dan camilan bagi pengunjung yang ingin bersantai. Area kerja bersama (co-working space) dilaporkan sudah diisi oleh puluhan startup lokal yang memanfaatkan internet berkecepatan 1 Gbps secara gratis.
Syarat dan Prosedur Berkunjung
Demi kenyamanan bersama, pengelola menerapkan mekanisme baru bagi siapa saja yang ingin datang. Berikut rinciannya:
- Registrasi online melalui situs resmi pusatliterasi.jakarta.go.id. Pengunjung wajib memilih slot waktu, maksimal 100 orang per sesi.
- Jam operasional: Selasa—Minggu pukul 09.00—17.00 WIB. Hari Senin tutup untuk pemeliharaan.
- Protokol kesehatan: Masker tidak lagi wajib, namun suhu tubuh di atas 37,5°C akan diminta pulang. Hand sanitizer disediakan di setiap sudut.
- Pendaftaran anggota: Untuk meminjam buku, pengunjung cukup menunjukkan KTP dan mengisi formulir digital di lokasi. Biaya keanggotaan GRATIS seumur hidup.
Kepala Seksi Layanan, Andini Putri, menyatakan bahwa sistem reservasi ini untuk menghindari kepadatan. “Kami ingin setiap pengunjung merasa tenang dan fokus. Jika slot habis, silakan pilih hari lain,” jelasnya saat ditemui di sela-sela persiapan pembukaan.
Menelusuri Jejak Sang Pahlawan
Nama perpustakaan ini bukan sekadar label. Nyi Ageng Serang, lahir dengan nama Raden Ayu Siti Khodijah pada 1752 di Purwodadi, adalah seorang panglima perang perempuan yang gigih melawan penjajahan Belanda bersama Pangeran Diponegoro. Di usia lanjut, ia tetap memimpin ribuan prajurit dengan keberanian luar biasa. Semangatnya yang pantang menyerah menjadi inspirasi di balik bangunan ini: bahwa pengetahuan adalah senjata paling ampuh untuk memajukan bangsa.
Perpustakaan ini pertama kali didirikan pada 1985 sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya. Renovasi yang baru rampung menelan biaya sekitar Rp85 miliar dari APBD DKI Jakarta. Kini, patung kecil sang pahlawan berdiri di pintu masuk, mengingatkan setiap pengunjung akan perjuangan dan nilai literasi sejati.
Comments (0)