Veda Ega Pratama Resmi Mengaspal di Moto3 Amerika Serikat 2026 Bersama Honda Team Asia

Austin, Texas — Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, akhirnya mencatatkan debutnya di ajang Moto3 pada seri Amerika Serikat 2026 yang digelar di Circ

Jul 12, 2026 - 03:34
0 0
Veda Ega Pratama Resmi Mengaspal di Moto3 Amerika Serikat 2026 Bersama Honda Team Asia

Austin, Texas — Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, akhirnya mencatatkan debutnya di ajang Moto3 pada seri Amerika Serikat 2026 yang digelar di Circuit of the Americas (COTA), Austin. Turun bersama tim pabrikan Honda Team Asia, Veda menjadi salah satu harapan baru Asia Tenggara untuk bersaing di kancah grand prix dunia.

Balapan yang berlangsung dalam kondisi cuaca cerah ini menjadi saksi perjalanan karier Veda yang penuh lika-liku. Setelah menimba ilmu di Asia Talent Cup dan beberapa kejuaraan Eropa, pembalap kelahiran Yogyakarta ini mendapat kepercayaan penuh dari manajemen Honda untuk mengisi salah satu slot di tim satelit mereka. Keputusan ini tidak lepas dari performa impresifnya selama tes pramusim di Sirkuit Jerez dan Portimao awal tahun lalu.

Persiapan Matang dan Dukungan Penuh

Sejak diperkenalkan secara resmi pada peluncuran tim di Jakarta, Februari lalu, Veda telah menjalani program latihan intensif. “Bukan hanya soal fisik, tapi juga adaptasi dengan motor baru dan karakter sirkuit-sirkuit Eropa yang berbeda,” ujar sang pembalap dalam konferensi pers virtual sebelum keberangkatan ke Austin.

“Saya sangat bersyukur bisa bergabung dengan Honda Team Asia. Ini mimpi yang jadi nyata. Target saya jelas: belajar sebanyak mungkin di musim debut, dan kalau bisa konsisten finis di poin,” kata Veda Ega Pratama.

Manajer Tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, menyambut baik kehadiran Veda. “Dia menunjukkan perkembangan yang konstan. Kami percaya dia bisa tumbuh bersama tim dan membawa semangat baru,” ungkap Aoyama. Tim juga menyiapkan motor NSF250RW yang telah disempurnakan dengan data dari pembalap-pembalap sebelumnya.

Jalannya Balapan di COTA

Pada sesi kualifikasi, Veda berhasil menembus posisi start ke-24 dari 28 pembalap. Meski bukan posisi yang mudah, pembalap bernomor 89 ini mampu menunjukkan ritme yang kompetitif sejak lap pertama. Ia terlibat dalam duel sengit dengan beberapa pembalap berpengalaman seperti Matteo Bertelle dan Joel Kelso, serta sesama rookie dari Amerika Latin.

Memasuki lap kelima, terjadi insiden kecil di tikungan 12 yang melibatkan tiga pembalap. Veda dengan sigap menghindar dan mempertahankan posisinya di rombongan tengah. “Sirkuit COTA sangat teknis, banyak tikungan cepat dan pengereman keras. Tapi justru itu tantangan yang menyenangkan,” ujarnya seusai balapan.

Hingga lap terakhir, Veda terus memacu motornya dan berhasil finis di posisi ke-19. Hasil ini mungkin belum mencetak poin, namun cukup untuk memberikan pelajaran berharga dan data bagi tim untuk seri-seri berikutnya. “Finis 19 di debut bukan pencapaian buruk. Yang terpenting saya bisa menyelesaikan balapan tanpa crash dan memahami ritme Moto3,” tambahnya.

Perjalanan Karier dan Harapan Bangsa

Nama Veda Ega Pratama mulai mencuat saat ia menjuarai Asia Talent Cup 2024 dengan selisih poin signifikan. Sebelumnya, ia juga pernah mengikuti Red Bull Rookies Cup dan beberapa wildcard di CEV Moto3 Junior. Bakatnya terpantau oleh pencari bakat Honda sejak usia 15 tahun. Kini, di usia 19 tahun, ia menjadi pembalap Indonesia ketiga yang berkompetisi di kelas Grand Prix setelah Doni Tata Pradita dan Galang Hendra Pratama.

Dukungan masyarakat Indonesia sangat besar. Tagar #VedaGoGo sempat trending di platform X (Twitter) sepanjang akhir pekan balapan. Menteri Pemuda dan Olahraga bahkan mengirimkan pesan semangat melalui akun resmi kementerian. Kehadiran Veda di panggung dunia diharapkan mampu menginspirasi lahirnya pembalap-pembalap muda lain dari Tanah Air.

Prospek dan Rencana Ke Depan

Setelah seri Amerika, Veda akan melanjutkan perjuangan di seri Argentina dan Eropa. Tim menargetkan peningkatan performa secara bertahap. “Kami tidak ingin terburu-buru. Target realistis adalah secara konsisten mendekati zona poin di paruh kedua musim,” jelas Aoyama. Veda sendiri optimistis bisa menembus posisi 15 besar setidaknya dalam tiga seri ke depan.

Berikut beberapa poin penting dari debut Veda Ega Pratama di Moto3 Amerika Serikat 2026:

  • Debut resmi di Moto3 bersama Honda Team Asia di Circuit of the Americas.
  • Starting grid posisi ke-24, finis di posisi ke-19 tanpa terjatuh.
  • Tim memberikan apresiasi atas kemampuan adaptasi dan pengumpulan data berharga.
  • Fokus pengembangan pada pengereman dan manajemen ban untuk seri mendatang.
  • Dukungan publik mengalir deras melalui media sosial dan pesan langsung ke tim.

Dengan talenta yang dimiliki dan lingkungan yang mendukung, tidak menutup kemungkinan Veda akan menjadi ikon baru balap motor Indonesia di masa depan. “Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk membuat bangga Indonesia,” tegasnya.

[SOCIAL_TWEET]: 🏍️🔥 Debut manis Veda Ega Pratama di #Moto3! Sirkuit COTA jadi saksi pembalap Indonesia mengaspal bersama Honda Team Asia. Meski belum poin, finis 19 tanpa crash jadi bekal berharga. Semangat #VedaGoGo! 🇮🇩 #Moto3 #RoadToGlory [SOCIAL_TG]: 🇮🇩🏁 Debut Veda Ega Pratama di Moto3! Rider Yogyakarta ini turun di seri Amerika Serikat 2026 bersama Honda Team Asia. Finis posisi 19 dari grid 24, tanpa jatuh. Hasil positif untuk awal musim. Baca detail perjalanan dan target musimnya di artikel kami. #VedaGoGo #Moto3

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User