Penjualan Positif, MotoGP Mandalika Targetkan 145 Ribu Penonton
MENIT LALU — Euforia MotoGP Mandalika 2025 kembali memuncak. Penjualan tiket resmi yang baru dibuka dua pekan lalu langsung diserbu penggemar. Hingga pukul 17.00 WITA, lebih dari 100 ribu tiket tela...
MENIT LALU — Euforia MotoGP Mandalika 2025 kembali memuncak. Penjualan tiket resmi yang baru dibuka dua pekan lalu langsung diserbu penggemar. Hingga pukul 17.00 WITA, lebih dari 100 ribu tiket telah berpindah tangan. Penyelenggara pun menaikkan target menjadi 145 ribu penonton selama tiga hari balapan.
Lonjakan ini tak lepas dari keberhasilan pembalap Indonesia di kelas Moto2 musim lalu yang mendongkrak minat penonton lokal. Selain itu, harga tiket yang lebih terjangkau—mulai Rp150 ribu untuk general admission—membuat balapan kelas dunia ini kian inklusif. Penonton mancanegara juga menunjukkan animo tinggi, terutama dari Australia, Malaysia, dan Jepang.
Faktor Pendorong
Strategi pemasaran agresif lewat media sosial dan kerja sama dengan maskapai penerbangan turut memicu penjualan. Paket tiket + tiket pesawat + hotel dari Bali dan Jakarta ludes dalam sehari. “Kami sengaja menyasar generasi muda yang ingin merasakan langsung atmosfer MotoGP,” jelas Manajer Komersial. Promo early bird yang diberikan pada 10 ribu tiket pertama juga habis dalam hitungan jam.
Target Baru, Rekor Baru
Tahun lalu, total penonton yang hadir di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika tercatat 120.432 orang. Dengan sisa waktu dua bulan menuju race day, angka 145 ribu dinilai realistis. Hari pertama (Jumat) ditargetkan menarik 40 ribu pasang mata. Sabtu dan Minggu masing-masing 50 ribu dan 55 ribu.
Kategori Paling Laris
Tiket grandstand utama di tikungan 16-17 langsung habis dalam 48 jam. Kini, hanya tersisa tiket general admission dan beberapa spot premium. Panitia memastikan tidak akan ada penjualan tambahan di hari H jika kuota habis.
Dampak Ekonomi & Akomodasi
Badan Pariwisata Lombok Tengah memperkirakan perputaran uang bisa menembus Rp1,2 triliun—naik 15% dari edisi sebelumnya. Hotel-hotel berbintang di kawasan Kuta dan Senggigi sudah penuh dipesan. Pemda menyiapkan 2.000 homestay warga untuk menampung lonjakan pengunjung. Tarif sewa homestay pun melonjak hingga 300%. Pemkab mengimbau warga menjaga kewajaran harga.
Keamanan & Kenyamanan
Sebanyak 3.500 personel gabungan TNI-Polri akan dikerahkan. Polda NTB juga menyiagakan anjing pelacak dan alat pendeteksi logam di 12 titik masuk. “Kami ingin memastikan zero incident,” tegas Kapolda. Pemeriksaan ketat akan diberlakukan terutama di area paddock dan tribun utama.
Pendapatan Tiket & Insentif
Dengan asumsi harga rata-rata tiket Rp700 ribu, potensi pendapatan dari penjualan tiket saja bisa mencapai Rp100 miliar. Sebagian dana akan dialokasikan untuk pengembangan bakat muda NTB melalui akademi balap motor. Bank Indonesia juga menyiapkan uang tunai senilai Rp800 miliar untuk mengantisipasi lonjakan transaksi selama pekan balap.
Kesiapan Sirkuit
Renovasi lintasan sepanjang 4,3 km itu telah rampung 95%. Penambahan runoff area di tiga tikungan rawan kecelakaan menjadi fokus utama. “Kami ingin memberikan pengalaman nonton yang aman dan nyaman,” kata Direktur Teknis. Tim medis dan helikopter evakuasi juga sudah disiagakan sejak H-10.
Transportasi & Akses
Rute udara menuju Bandara Internasional Lombok sudah ditambah 35 penerbangan ekstra per hari dari Jakarta, Surabaya, dan Denpasar. Dari bandara, shuttle bus gratis akan beroperasi setiap 15 menit menuju sirkuit. Jalur darat dari Pelabuhan Lembar juga diperlebar untuk mengurangi kemacetan.
Pemerintah pusat telah menggelontorkan dana tambahan untuk perbaikan akses jalan bandara–sirkuit. Progres pembangunan jalan tol pendekat juga dikebut agar selesai sebelum Oktober. BREAKING: Data terbaru dari aplikasi resmi, penjualan tiket sudah menyentuh angka 108.543 unit. Pantau terus Beritatercepat.com untuk update langsung.
Comments (0)