Sep 30, 2026
Sumatera Utara

Pendeta Micael Apresiasi Kinerja Rico Waas Jaga Kerukunan Medan

Medan — Upaya Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat multikultural mendapat pujian dari tokoh agama.

Pendeta Micael Apresiasi Kinerja Rico Waas Jaga Kerukunan Medan

Medan — Upaya Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat multikultural mendapat pujian dari tokoh agama. Pendeta Micael secara terbuka mengapresiasi kinerja orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota Medan tersebut bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan dalam memperkuat kerukunan serta mencegah potensi disharmonisasi dan konflik sosial.

Apresiasi itu disampaikan Pendeta Micael usai mengikuti kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Mitigasi Risiko Disharmonisasi dan Konflik Sosial di Masyarakat bagi para camat se-Kota Medan. Acara yang digelar di Le Polonia Hotel, Jumat (25/9/2026), itu dibuka langsung oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Kegiatan tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk membekali aparatur kecamatan dalam mendeteksi dan mengelola potensi konflik di wilayah masing-masing.

Medan sebagai Kota Multikultur yang Rawan Gesekan

Menurut Pendeta Micael, pelatihan semacam ini sangat relevan bagi Medan yang memiliki karakteristik masyarakat beragam, baik dari sisi suku, budaya, maupun agama. Keberagaman tersebut, kata dia, merupakan kekayaan sekaligus tantangan yang harus dikelola dengan bijaksana agar tidak berubah menjadi sumber perpecahan.

"Menurut kami, kegiatan ini sangat penting sekali di kota yang multikultur dan multiagama seperti Medan," ujar Pendeta Micael kepada AyoMedan.com.

Didampingi Camat Amplas Zulfahmi Tarigan, Pendeta Micael menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki Kota Medan selama ini telah menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Ia menilai komunikasi dan kesepahaman antarelemen masyarakat harus terus diperkuat agar setiap potensi persoalan dapat diselesaikan secara bijaksana tanpa harus melibatkan konflik terbuka.

Peran Camat sebagai Ujung Tombak Deteksi Dini

Dalam konteks pelatihan tersebut, para camat diposisikan sebagai ujung tombak pemerintah di tingkat kecamatan yang bersinggungan langsung dengan dinamika masyarakat. Mereka dituntut mampu membaca gejala awal disharmonisasi, mulai dari persoalan sosial, ekonomi, hingga isu keagamaan, sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Pendeta Micael menambahkan bahwa penyelesaian persoalan di tingkat akar rumput memerlukan pendekatan dialogis dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Ia menyebut FKUB Kota Medan memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antarumat beragama. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kota, FKUB, dan tokoh masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas sosial di Medan.

Harapan terhadap Kepemimpinan Rico Waas

Apresiasi Pendeta Micael menjadi sinyal positif bagi kepemimpinan Rico Waas yang dinilai serius menangani isu kerukunan. Langkah pembekalan bagi para camat menunjukkan bahwa pemerintah kota tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan kohesi sosial sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

Ke depan, keberhasilan program mitigasi konflik ini akan sangat bergantung pada implementasi di lapangan. Para camat diharapkan mampu menerjemahkan materi pelatihan menjadi aksi nyata, seperti memperkuat forum komunikasi warga, memfasilitasi dialog lintas agama, dan merespons cepat setiap laporan potensi gesekan. Dengan begitu, kota yang dikenal sebagai melting pot berbagai etnis ini dapat terus menjaga reputasinya sebagai kota yang damai dan toleran.

Pendeta Micael pun berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, termasuk tokoh pemuda dan pemuka agama. Baginya, kerukunan bukanlah kondisi yang datang dengan sendirinya, melainkan hasil kerja bersama yang harus dirawat setiap hari.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User