Sep 29, 2026
Nasional

Pemprov Jakarta Targetkan Kabel Utilitas Turun ke Bawah Tanah dalam Lima Tahun

JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menetapkan target ambisius untuk membenahi wajah kota. Seluruh kabel utilitas yang saat ini membentang

Pemprov Jakarta Targetkan Kabel Utilitas Turun ke Bawah Tanah dalam Lima Tahun

JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menetapkan target ambisius untuk membenahi wajah kota. Seluruh kabel utilitas yang saat ini membentang di udara, mulai dari kabel optik hingga jaringan listrik, ditargetkan dapat dipindahkan ke bawah tanah dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya penataan ruang kota yang lebih rapi, aman, dan estetis.

Selama ini, pemandangan juntaian kabel yang saling bersilangan di atas tiang listrik dan pohon menjadi salah satu persoalan klasik yang sulit diselesaikan di ibu kota. Selain mengganggu keindahan kota, keberadaan kabel yang menjuntai juga menyimpan risiko keselamatan bagi warga, terutama saat musim hujan dan angin kencang. Pemerintah pun menjadikan penurunan kabel utilitas sebagai salah satu program prioritas pembangunan infrastruktur perkotaan.

Latar Belakang Kebijakan Penataan Kabel

Langkah ini bukan tanpa alasan. Jakarta sebagai kota metropolitan dengan kepadatan penduduk tinggi menghadapi kompleksitas jaringan utilitas yang terus bertambah setiap tahun. Berbagai penyedia layanan telekomunikasi, internet, dan listrik memiliki jaringan masing-masing yang sebagian besar masih terpasang di atas permukaan tanah. Akibatnya, ruang udara kota dipenuhi oleh kabel yang tidak tertata.

Pemprov Jakarta menilai bahwa pemindahan kabel ke bawah tanah merupakan solusi jangka panjang yang paling efektif. Dengan sistem bawah tanah, jaringan utilitas menjadi lebih terlindungi dari gangguan cuaca ekstrem, lebih mudah dirawat, dan tidak lagi mengganggu pemandangan. Program ini juga sejalan dengan visi menjadikan Jakarta sebagai kota global yang modern dan berkelanjutan.

"Penataan kabel utilitas ini bukan sekadar soal estetika, tetapi menyangkut keselamatan warga dan kualitas layanan. Kami menargetkan seluruh kabel udara dapat diturunkan ke bawah tanah dalam lima tahun."

Kronologi dan Tahapan Pelaksanaan Program

Pelaksanaan program penurunan kabel utilitas ini akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, perusahaan penyedia jaringan, hingga operator telekomunikasi. Berikut tahapan yang direncanakan:

  1. Identifikasi dan pendataan seluruh jaringan kabel udara yang tersebar di ruas jalan protokol maupun jalan lingkungan di Jakarta.
  2. Penyusunan rencana teknis dan penentuan jalur ducting atau saluran bawah tanah yang akan digunakan bersama oleh berbagai penyedia layanan.
  3. Pembangunan infrastruktur pendukung, seperti saluran kabel bawah tanah, manhole, dan sistem penandaan jaringan.
  4. Migrasi bertahap kabel dari udara ke bawah tanah, dimulai dari kawasan strategis dan pusat pemerintahan.
  5. Pemeliharaan dan pengawasan berkelanjutan agar tidak muncul lagi kabel udara baru di kemudian hari.

Pemerintah menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar program ini tidak berjalan setengah-setengah. Salah satu tantangan terbesar adalah memastikan semua penyedia layanan bersedia menempatkan jaringannya dalam saluran bawah tanah yang terintegrasi, sehingga tidak terjadi penggalian berulang di lokasi yang sama.

Dampak dan Harapan bagi Warga Jakarta

Jika target lima tahun ini tercapai, warga Jakarta berpotensi merasakan sejumlah manfaat langsung. Beberapa di antaranya adalah berkurangnya risiko kabel putus yang membahayakan pengguna jalan, berkurangnya gangguan layanan saat cuaca buruk, serta wajah kota yang lebih bersih dari juntaian kabel. Selain itu, penataan jaringan bawah tanah membuka ruang bagi penataan trotoar, jalur hijau, dan ruang publik yang lebih nyaman.

Meski demikian, program ini menuntut pendanaan besar dan komitmen kuat dari semua pihak. Pemprov Jakarta diharapkan mampu menjaga konsistensi pelaksanaan, transparansi anggaran, serta melibatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan. Dengan begitu, target lima tahun bukan sekadar wacana, melainkan tonggak baru dalam penataan infrastruktur ibu kota.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User