Pemkab Tangerang Siagakan Drone Thermal Deteksi Bara TPA Jatiwaringin
TANGERANG, DETIK INI JUGA — Pemerintah Kabupaten Tangerang langsung mengerahkan armada drone berteknologi pencitraan suhu untuk menyisir sisa titik api yang masih membara di kawasan Tempat Pembuanga...
TANGERANG, DETIK INI JUGA — Pemerintah Kabupaten Tangerang langsung mengerahkan armada drone berteknologi pencitraan suhu untuk menyisir sisa titik api yang masih membara di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin. Langkah agresif ini diambil hanya beberapa jam setelah kobaran besar berhasil dijinakkan petugas pemadam.
Teknologi Drone Thermal Dikerahkan Massal
Sebanyak 12 unit drone thermal diterbangkan secara simultan menyusuri area seluas hampir 20 hektar. Drone-drone ini dilengkapi sensor inframerah yang mampu mendeteksi perbedaan suhu hingga 0,1 derajat Celsius dari ketinggian 150 meter. Setiap anomali panas langsung terekam dalam koordinat digital dan dikirim secara real-time ke posko komando di sekitar lokasi. Teknologi ini dianggap krusial karena titik api di tumpukan sampah kerap tersembunyi di bawah permukaan dan bisa kembali berkobar sewaktu-waktu.
Kronologi dan Eskalasi Siaga
Kebakaran pertama kali dilaporkan pada Selasa dini hari pukul 02.15 WIB. Api dengan cepat membesar akibat tumpukan gas metana yang terperangkap di gunungan sampah. Meski 85 persen area sudah berhasil dipadamkan dalam tempo 10 jam, potensi bara api bawah tanah masih tinggi. Petugas tak bisa hanya mengandalkan penyiraman permukaan, sehingga strategi pemantauan udara menjadi andalan utama. Dua helikopter water bombing juga disiagakan di Bandara Budiarto untuk antisipasi lonjakan api susulan.
Dampak Asap dan Kesiagaan Warga
Kepulan asap putih keabu-abuan masih menyelimuti permukiman di radius tiga kilometer. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat 187 warga mengeluhkan gangguan pernapasan ringan, terutama lansia dan anak-anak. Posko kesehatan darurat telah mendistribusikan 5.000 masker N95 dan menyiagakan empat ambulans. Warga di dua RW terdekat diminta tetap waspada dan segera melapor jika tercium bau gas menyengat. Relawan dari komunitas peduli lingkungan turut membantu pemantauan kualitas udara menggunakan perangkat portabel.
Pernyataan Resmi dan Target Penanganan
Bupati Tangerang, dalam keterangan persnya, menegaskan bahwa operasi pendinginan total ditargetkan selesai dalam 2x24 jam ke depan. “Kami tidak ingin ada cerita titik api baru muncul saat tim sudah ditarik. Drone akan terus patroli hingga seluruh grid area dinyatakan hijau,” ujarnya. BPBD setempat juga memastikan bahwa sumber air untuk pemadaman tidak terkendala berkat dukungan mobil tangki dari PDAM. Investigasi penyebab awal kebakaran masih berlangsung, namun dugaan sementara mengarah pada akumulasi gas dari tumpukan sampah yang belum terolah.
Baca juga:
Comments (0)