PDIP Sindir Golkar Candu Kekuasaan: Kalah atau Menang Maunya Ikut Berkuasa
Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus memberikan tanggapan sinis atas pernyataan Sekjen Partai Golkar M Sarmuji yang sempat mempertanyakan apa yang hendak diseimbangkan oleh PDIP dengan memilih berada di luar
Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus memberikan tanggapan sinis atas pernyataan Sekjen Partai Golkar M Sarmuji yang sempat mempertanyakan apa yang hendak diseimbangkan oleh PDIP dengan memilih berada di luar pemerintahan. Deddy justru membalikkan tudingan tersebut dan melempar kritik keras terhadap sikap Golkar yang dinilainya terlalu candu dan bergantung pada kekuasaan. Menurutnya, Golkar seharusnya lebih fokus menyelesaikan masalah rakyat daripada mengurusi langkah politik PDIP.
Deddy Sitorus menegaskan bahwa PDIP memiliki karakter politik yang jauh berbeda dengan Golkar. Ia menyebut partai berlambang beringin itu seolah tidak bisa hidup tanpa berkuasa, baik dalam kondisi menang maupun kalah dalam pemilihan umum. Deddy menegaskan PDIP tidak memiliki bakat untuk menjadi partai yang begitu terobsesi dengan kursi kekuasaan.
"Baiknya Golkar urus pemadaman listrik di mana-mana, bukan malah ngurusi PDIP. PDIP bukan Golkar, yang kalah atau menang maunya ikut berkuasa. Kita tidak punya bakat candu kekuasaan, tanpa berkuasa akan mati atau tak berkembang," kata Deddy Sitorus saat dihubungi Beritatercepat.com pada Sabtu (20/6/2026).
Respons Balik atas Pertanyaan Sarmuji
Sebelumnya, M Sarmuji mempertanyakan substansi di balik keputusan PDIP yang memilih untuk tidak masuk dalam koalisi pemerintahan. Ia menilai langkah tersebut perlu dijelaskan agar publik memahami kontribusi apa yang akan diberikan oleh PDIP dari luar pemerintahan. Namun, Deddy Sitorus membantah anggapan bahwa berada di luar kekuasaan membuat partainya kehilangan arah atau tidak bisa berkontribusi bagi bangsa dan negara.
Menurut laporan yang dihimpun media kami, perdebatan antara kedua partai politik ini mencerminkan polarisasi pasca-pemilu yang semakin menajam. PDIP memilih posisi di luar pemerintahan untuk melakukan kontrol dan koreksi, sementara Golkar tetap mempertahankan posisinya sebagai bagian dari koalisi kekuasaan. Deddy menambahkan, keberadaan di luar pemerintahan bukanlah akhir dari perjuangan politik, melainkan ruang yang tetap memungkinkan PDIP untuk bersuara demi kepentingan rakyat tanpa harus terjebak dalam obsesi kekuasaan seperti yang diduga dilakukan oleh Golkar.
Comments (0)