Pantauan Beritatercepat.com, Jakarta - Jajaran direksi dan komisaris bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mendatangi Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Kamis (18/6/2026) siang. Kedatangan mereka bertepatan dengan momen Bank Indonesia (BI) mengumumkan kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate.
Pertemuan Sudah Terjadwal Lama Momen itu memunculkan spekulasi bahwa pertemuan digelar mendadak untuk merespons kebijakan moneter terbaru. Namun, Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Patri
Pertemuan Sudah Terjadwal Lama
Momen itu memunculkan spekulasi bahwa pertemuan digelar mendadak untuk merespons kebijakan moneter terbaru. Namun, Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Patria Sjahrir, yang turut hadir, membantah anggapan tersebut. Ia menegaskan bahwa agenda dengan Presiden Prabowo Subianto itu sudah dijadwalkan jauh-jauh hari dan tidak disengaja berbenturan dengan pengumuman BI.
"Nanti kita dengar aja. Kalau bersamaan nggak dong, ini sudah dijadwalkan," ujar Pandu kepada awak media di Istana.
Pernyataan itu disampaikan Pandu saat tiba sebelum pertemuan dimulai. Ia meminta semua pihak menunggu hasil pertemuan untuk mengetahui substansi pembicaraan.
Sinyal Kenaikan Suku Bunga
Pada hari yang sama, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan meningkatkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,25%. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi di tengah ketidakpastian global. Kenaikan suku bunga acuan biasanya berdampak langsung pada industri perbankan, terutama pada suku bunga kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga.
Pengamat perbankan menilai pertemuan petinggi bank BUMN dengan kepala negara di saat bersamaan dapat menjadi ajang koordinasi informal untuk merespons dinamika ekonomi terkini. Meski demikian, Istana belum memberikan keterangan resmi terkait agenda spesifik pertemuan tersebut.
Beberapa petinggi Himbara yang terlihat hadir antara lain dari Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN. Kehadiran mereka di Istana Kepresidenan menunjukkan adanya perhatian serius dari pemerintah terhadap sektor perbankan pelat merah dalam mendukung stabilitas sistem keuangan nasional.
Hingga laporan ini disusun, pertemuan masih berlangsung secara tertutup. Media kami akan terus memantau perkembangan selanjutnya.
Comments (0)