Panas! PSI Klaim 'Kandang Gajah' di Jateng, PDIP: Itu Hanya Pansos Politik
Jakarta - Gesekan antara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan PDI Perjuangan (PDIP) belum mereda. Setelah sebelumnya bersitegang di panggung nasional, kini kedua partai kembali beradu argumen ter
Jakarta - Gesekan antara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan PDI Perjuangan (PDIP) belum mereda. Setelah sebelumnya bersitegang di panggung nasional, kini kedua partai kembali beradu argumen terkait klaim wilayah 'kandang gajah' di Jawa Tengah. Pernyataan PSI yang menyebut Jawa Tengah sebagai basis 'gajah'—merujuk pada lambang partainya yang bergambar gajah—langsung disambut dingin oleh PDIP yang menganggap narasi itu tak lebih dari sekadar pansos alias panjat sosial politik.
Laporan media kami mengungkapkan bahwa manuver PSI ini muncul menyusul rencana safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke Jawa Tengah dalam waktu dekat. Sebagai partai yang kini dinakhodai oleh Kaesang Pangarep, putra bungsu Jokowi, PSI ingin memastikan kepada publik, dan khususnya kepada Presiden, bahwa Jawa Tengah bukan lagi 'kandang banteng'—julukan sakral yang melekat pada PDIP—melainkan 'kandang gajah'.
PDIP sendiri tak tinggal diam. Sejumlah kader senior partai berlambang banteng moncong putih itu menyatakan heran dengan klaim PSI. Mereka menyebut langkah PSI hanya mencari panggung, terutama karena partai tersebut masih minim perolehan suara di wilayah Jawa Tengah dalam pemilu terakhir. “Itu hanya gimmick. Kalau mau disebut kandang, setidaknya tunjukkan dulu hasil pemilunya. Jangan klaim dulu, bukti belum ada. Itu namanya pansos,” ujar seorang sumber dari lingkaran elite PDIP kepada Beritatercepat.com, Selasa (24/6/2025).
Di sisi lain, PSI melalui juru bicaranya menegaskan bahwa istilah 'kandang gajah' bukan sekadar retorika. Mereka mengklaim optimisme tersebut didasari pada survei internal yang menunjukkan peningkatan elektabilitas partai di Jawa Tengah, terutama di kalangan pemilih muda dan pemilih pemula yang tercerahkan oleh gaya kampanye modern PSI. Kaesang sendiri dijadwalkan akan mendampingi Jokowi dalam beberapa titik safari di Jawa Tengah, sebuah momen yang dinilai strategis untuk memperkuat branding 'kandang gajah' tersebut.
Namun, tantangan terbesar PSI jelas terletak pada realitas politik di lapangan. Sejak era reformasi, Jawa Tengah nyaris identik dengan PDIP. Dalam setiap pemilu, legislatif maupun presiden, suara banteng selalu mendominasi. Bahkan, istilah 'kandang banteng' sudah menjadi identitas politik yang mengakar di benak warga. Menariknya, Jokowi sendiri adalah kader PDIP yang lahir dan besar dari politik Jawa Tengah, tepatnya Solo—sehingga plan mengubah citra 'kandang banteng' menjadi 'kandang gajah' lewat tangan putra Jokowi justru menciptakan dinamika yang rumit dan penuh kepentingan.
Media kami mencatat, perseteruan naratif ini merupakan lanjutan dari perang dingin yang telah lama terjadi antara PSI dan PDIP. Sejak PSI menyatakan sikap berseberangan dengan PDIP dalam beberapa isu strategis, hubungan kedua partai kian renggang. Penunjukan Kaesang sebagai Ketua Umum PSI semakin menambah bumbu kompetisi, mengingat latar belakang keluarga Jokowi yang melekat kuat dengan PDIP. Kini, pertarungan simbolis 'gajah vs banteng' di Jawa Tengah menjadi episode terbaru yang siap mewarnai panggung politik nasional menjelang kontestasi pemilu mendatang.
Apakah klaim 'kandang gajah' ini hanya akan menjadi angin lalu seperti tuduhan pansos yang dilontarkan PDIP, atau justru menjadi awal kebangkitan PSI di basis tradisional lawan politiknya? Waktu dan kenyataan di bilik suara nanti yang akan menjawabnya.
Comments (0)