PAM Jaya Layangkan Surat Peringatan ke Mitra Usai Tiga Pekerja Tewas
JAKARTA, DETIK INI JUGA — PAM Jaya melayangkan surat peringatan resmi kepada PT Moya Indonesia, mitra kontraktor proyek saluran air di Jakarta Timur, hanya berselang beberapa jam setelah tiga pekerj...
JAKARTA, DETIK INI JUGA — PAM Jaya melayangkan surat peringatan resmi kepada PT Moya Indonesia, mitra kontraktor proyek saluran air di Jakarta Timur, hanya berselang beberapa jam setelah tiga pekerja tewas dalam insiden tragis di gorong-gorong. Langkah ini diambil sebagai respons tegas terhadap dugaan pelanggaran prosedur keselamatan kerja yang merenggut nyawa para korban.
Insiden Mematikan di Ruang Terbatas
Tiga pekerja yang diketahui bernama Sutrisno (45 tahun), Agus Salim (38 tahun), dan Rizky Ananda (29 tahun) ditemukan tidak sadarkan diri di dalam gorong-gorong di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Kamis (10/7/2026) sore. Dugaan awal, mereka menghirup gas beracun yang terakumulasi dalam ruang terbatas tanpa peralatan keamanan memadai. Tim penyelamat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta mengevakuasi ketiganya, namun nyawa para pekerja tidak tertolong. “Ketiga korban dinyatakan meninggal di tempat kejadian. Jenazah langsung dibawa ke RSUD Cengkareng untuk autopsi,” ujar seorang petugas evakuasi.
Surat Peringatan dan Sanksi Berat Mengintai
Direktur Utama PAM Jaya, dalam keterangannya, menyatakan pihaknya tidak akan mentoleransi kelalaian sekecil apa pun. “Surat peringatan ini adalah yang pertama dan terakhir. Jika investigasi membuktikan adanya kesengajaan atau kelalaian berat, kontrak kerja sama dengan PT Moya Indonesia dapat kami putus secara sepihak,” tegasnya. PAM Jaya juga membentuk tim investigasi internal yang akan bekerja sama dengan Kepolisian Resor Jakarta Timur dan Dinas Tenaga Kerja untuk mengusut tuntas insiden ini.
- Proyek dihentikan total: Seluruh aktivitas konstruksi di lokasi kejadian dihentikan sementara hingga proses investigasi selesai.
- Evaluasi menyeluruh: PAM Jaya akan meninjau seluruh prosedur keselamatan di semua proyek mitra, termasuk inspeksi mendadak dalam waktu dekat.
- Tuntutan transparansi: Serikat Pekerja dan LSM buruh mendesak perusahaan dan pemerintah membuka hasil investigasi ke publik untuk mencegah insiden serupa.
- Santunan korban: PAM Jaya memastikan hak-hak santunan dan asuransi ketenagakerjaan para korban akan dipenuhi sesuai peraturan.
Reaksi Mitra dan Langkah Selanjutnya
Hingga berita ini diturunkan, manajemen PT Moya Indonesia belum memberikan pernyataan resmi. Namun, seorang sumber internal menyebut perusahaan sedang melakukan pertemuan darurat. Sementara itu, Komisaris Utama PAM Jaya, Prasetyo Edi Marsudi, melalui pesan singkat, menegaskan, “Nyawa pekerja tidak bisa ditawar dengan alasan apa pun. Kami akan pastikan siapa pun yang bertanggung jawab menanggung akibatnya.”
Kementerian Ketenagakerjaan juga bersiaga dan mengirimkan tim pengawas ke lapangan. Insiden ini menambah daftar panjang kasus kecelakaan kerja di proyek infrastruktur Ibu Kota, memunculkan lagi sorotan tajam terhadap pengawasan dan budaya keselamatan. PAM Jaya berjanji akan mengumumkan hasil investigasi awal dalam dua pekan ke depan.
Comments (0)