PKS Dukung Panja, Minta Polri-Kejagung Kompak Usut Kasus Korupsi Mantan Pejabat

BARU SAJA — Fraksi PKS di DPR RI menyampaikan sikap tegas terhadap penanganan perkara dugaan korupsi yang menyeret nama eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM Pidum). Dalam pernyataan resmi ya...

Jul 12, 2026 - 12:11
0 0
PKS Dukung Panja, Minta Polri-Kejagung Kompak Usut Kasus Korupsi Mantan Pejabat

BARU SAJA — Fraksi PKS di DPR RI menyampaikan sikap tegas terhadap penanganan perkara dugaan korupsi yang menyeret nama eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM Pidum). Dalam pernyataan resmi yang dirilis Rabu ini, politikus PKS mendesak Polri dan Kejaksaan Agung untuk tetap menjaga kekompakan dan profesionalitas, serta mendukung pembentukan Panitia Kerja (Panja) khusus guna mengawasi proses hukum yang tengah berjalan.

Desakan Sinergi Antar Penegak Hukum

Menurut juru bicara Fraksi PKS, sinergi antara penyidik kepolisian dan jaksa penuntut umum menjadi kunci keberhasilan pengusutan kasus besar ini. “Kami minta tidak ada ego sektoral. Kepercayaan publik terhadap penegakan hukum bergantung pada soliditas tim gabungan,” ujarnya.

Berikut sejumlah poin penting yang disuarakan Fraksi PKS:

  • Soliditas tim: Polri dan Kejaksaan Agung harus bekerja dalam satu komando, bukan berjalan sendiri-sendiri.
  • Transparansi: Setiap perkembangan kasus perlu disampaikan secara berkala untuk mencegah spekulasi.
  • Profesionalisme: Proses hukum harus bebas dari intervensi politik maupun kepentingan pihak tertentu.

Dukungan Penuh untuk Panja DPR

PKS menilai pembentukan Panja di DPR merupakan langkah strategis untuk memastikan akuntabilitas penanganan perkara. Panja akan berfungsi sebagai pengawas eksternal yang dapat memanggil pejabat terkait dan meminta keterbukaan informasi.

“DPR memiliki hak pengawasan. Panja ini bukan untuk mencampuri proses hukum, melainkan memastikan bahwa kasus korupsi yang melibatkan mantan pejabat tinggi Kejagung tidak mandek atau diintervensi,” tegas anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS.

Profil Tersangka

Mantan JAM Pidum yang kini menjadi tersangka adalah Febrie Adriansyah, yang pernah menjabat posisi strategis di Kejaksaan Agung. Ia diduga menyalahgunakan wewenang dalam penanganan perkara yang merugikan keuangan negara miliaran rupiah. Penyidik menemukan indikasi aliran dana ke rekening pribadi dan pihak-pihak terkait.

Kronologi Kasus dan Perkembangan Terkini

Kasus ini mencuat setelah Kejaksaan Agung menetapkan mantan JAM Pidum sebagai tersangka dugaan korupsi terkait penanganan perkara tertentu. Hingga saat ini, penyidik masih mendalami aliran dana dan peran pihak lain.

UPDATE 3 JAM LALU: Tim penyidik gabungan telah menggeledah beberapa lokasi dan menyita dokumen penting. Namun, belum ada tersangka baru yang diumumkan.

Respon Publik dan Harapan

Masyarakat sipil dan pengamat hukum menyambut baik sikap PKS yang mendorong pengawasan ketat. Mereka berharap kasus ini menjadi momentum pembersihan internal institusi penegak hukum.

“Kami akan terus mengawal. Jangan sampai kasus ini hilang seperti kasus-kasus besar lainnya,” kata seorang aktivis antikorupsi.

Pihak Kepolisian dan Kejaksaan Agung hingga berita ini diturunkan belum memberikan pernyataan resmi. Namun, sumber internal menyebutkan bahwa koordinasi antar lembaga berjalan intensif.

Fraksi PKS menambahkan bahwa dukungan penuh diberikan kepada aparat selama bekerja profesional. Mereka juga mendorong KPK untuk turut serta dalam pengawasan agar proses berjalan objektif.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User