Komisi III DPR Endus Bunker Lain di Kasus Mega Korupsi Febrie

Komisi III DPR RI mendapatkan sinyalemen mengejutkan tentang keberadaan bunker rahasia lain dalam pusaran kasus mega korupsi yang membelit tersangka Febrie Adriansyah. Ketua Komisi III Habiburokhman m...

Jul 12, 2026 - 12:21
0 0
Komisi III DPR Endus Bunker Lain di Kasus Mega Korupsi Febrie

Komisi III DPR RI mendapatkan sinyalemen mengejutkan tentang keberadaan bunker rahasia lain dalam pusaran kasus mega korupsi yang membelit tersangka Febrie Adriansyah. Ketua Komisi III Habiburokhman mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan intelijen mengenai fasilitas penyimpanan tersembunyi yang diduga kuat dipakai untuk menyembunyikan aset hasil kejahatan dari tiga perkara besar.

Laporan Intelijen

Dalam rapat dengar pendapat di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (11/7/2026), Habiburokhman menyatakan info awal menyebut bunker itu berada di luar lokasi yang sudah digeledah penyidik. 'Kami mendengar ada satu lagi titik yang belum tersentuh. Ini harus segera ditindaklanjuti agar barang bukti tidak hilang,' ujarnya. Anggota Komisi III lainnya, Arsul Sani, menambahkan bahwa informasi tersebut berasal dari whistleblower internal yang sebelumnya telah memberikan data akurat soal bunker pertama.

Tiga Kasus Mangkrak

Febrie Adriansyah merupakan tersangka dalam tiga perkara raksasa sekaligus: dugaan korupsi tata niaga batu bara, penyalahgunaan dana di PT ASABRI (Persero), dan pengelolaan investasi bodong di PT Krakatau Steel. Total kerugian negara dari tiga kasus itu ditaksir menembus angka Rp42 triliun. Pada kasus batu bara, Febrie diduga memainkan kuota ekspor melalui perusahaan cangkang yang merugikan negara hingga Rp12 triliun. Sementara di ASABRI, ia disebut mengarahkan penempatan dana investasi fiktif di saham-saham gorengan dan reksadana bodong yang mengakibatkan kerugian sekitar Rp22 triliun. Adapun di Krakatau Steel, proyek pengadaan barang dan jasa abal-abal dengan nilai kontrak Rp8 triliun ikut menyeret namanya.

Bunker Pertama

Sebelumnya, tim penyidik gabungan Kejaksaan Agung dan KPK berhasil mengamankan sebuah bunker di kawasan perumahan mewah di Jakarta Selatan yang terhubung dengan jaringan Febrie. Di dalamnya ditemukan uang tunai senilai Rp150 miliar dalam pecahan dolar AS dan euro, 10 kilogram emas batangan, serta setumpuk dokumen transaksi ilegal batu bara dan catatan aliran dana ke sejumlah pejabat. Temuan itu langsung membuat penyidik meyakini adanya lokasi kedua karena pola penyimpanan yang terpisah-pisah.

Desakan Penindakan

Habiburokhman mendesak aparat penegak hukum untuk segera melacak dan mengamankan bunker baru tersebut. 'Jangan sampai barang bukti kunci berpindah tangan atau dimusnahkan karena kita lambat bergerak. Publik sudah menunggu keadilan dari kasus super besar ini,' tegasnya. Pihak KPK menyatakan siap menindaklanjuti setiap informasi valid dan berkoordinasi dengan intelijen untuk mengungkap lokasi persisnya. Pengacara Febrie belum memberikan komentar saat dikonfirmasi. Publik berharap pengungkapan bunker ini bisa menjadi momentum penuntasan perkara yang telah menyita perhatian nasional. Komisi III DPR berjanji akan terus mengawal proses hukum agar tidak ada celah bagi pihak yang terjerat untuk lepas dari jeratan keadilan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User