Pabrikan Beber Hasil Uji Mesin Diesel Pakai Solar B50
Pemberlakuan solar campuran 50 persen biodiesel (B50) resmi berjalan. Namun, bagaimana kesiapan mesin-mesin diesel yang beredar di Indonesia? Mitsubishi Fuso, salah satu pabrikan kendaraan niaga terbe...
Pemberlakuan solar campuran 50 persen biodiesel (B50) resmi berjalan. Namun, bagaimana kesiapan mesin-mesin diesel yang beredar di Indonesia? Mitsubishi Fuso, salah satu pabrikan kendaraan niaga terbesar, membeberkan hasil uji coba terbaru.
Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Aji Jaya, mengungkapkan bahwa unit Fuso telah mengikuti program uji jalan yang digelar pemerintah. Program ini menempuh jarak hingga 40 ribu kilometer, dimulai awal Mei hingga akhir April kemarin. Selain Fuso, beberapa merek lain juga turut serta. Tim kumparan bahkan sempat melihat langsung sederet truk dan bus yang sedang menguji B50 di sebuah rest area tol.
Hasil uji coba itu, menurut Aji, tidak menunjukkan dampak negatif yang signifikan terhadap performa mesin. Meski begitu, ia menekankan bahwa konsumen harus lebih disiplin dalam hal perawatan rutin. Terutama pada komponen yang bersentuhan langsung dengan aliran bahan bakar.
Komponen Kritis: Filter Solar dan Injektor
Aji menyebut filter solar (fuel filter) dan injektor sebagai komponen yang paling butuh perhatian ekstra. Keduanya harus dibersihkan dan dicek secara berkala. Jika terlewat, endapan dari biodiesel berpotensi menyumbat saluran. Ia menegaskan, meski tidak ada isu serius, kebiasaan baru tetap diperlukan, seperti lebih sering mengganti filter dan membersihkan injektor.
Mesin Euro 4 dan Tantangan CN 51
Sejak 2022, seluruh mesin diesel Mitsubishi Fuso yang diproduksi sudah wajib memenuhi standar emisi Euro 4. Mesin-mesin ini didesain untuk bahan bakar dengan cetane number (CN) minimal 51, seperti Dex Series dari Pertamina. Realitanya, mayoritas konsumen di lapangan masih terbiasa menggunakan biosolar biasa. Dengan hadirnya B50, kesenjangan ini perlu dijembatani.
Aji mengingatkan, meskipun B50 bisa digunakan di mesin Euro 4, kualitas solar tetap harus dijaga. Penggunaan biosolar dengan CN rendah bisa mempengaruhi pembakaran dan umur komponen mesin. Maka dari itu, konsumen disarankan untuk memilih bahan bakar berkualitas tinggi agar sesuai spesifikasi pabrikan.
- Ganti filter solar lebih sering untuk mencegah penyumbatan akibat endapan biodiesel.
- Bersihkan injektor secara rutin agar semprotan bahan bakar tetap optimal.
- Utamakan solar berkualitas dengan CN minimal 51, seperti Pertamina Dex, untuk menjaga performa mesin Euro 4.
Peralihan ke B50 merupakan langkah besar menuju kemandirian energi. Pabrikan menyatakan siap mendukung, asal konsumen tak abai pada jadwal perawatan. Dengan disiplin, mesin diesel modern tetap tangguh meski diguyur solar nabati.
Baca juga:
Comments (0)