BCA Berdayakan Pengelola Desa Wisata Lewat Workshop Gastronomi Labuan Bajo

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Kali ini, melalui program Desa Bakti B

Jul 12, 2026 - 13:19
0 0
BCA Berdayakan Pengelola Desa Wisata Lewat Workshop Gastronomi Labuan Bajo

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Kali ini, melalui program Desa Bakti BCA, perusahaan menggelar workshop peningkatan keterampilan gastronomi yang diperuntukkan bagi para pengelola desa wisata binaannya di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan yang berlangsung di destinasi wisata super prioritas tersebut mengajak para peserta menyelami seni penyajian kuliner lokal secara end-to-end, mulai dari pemilihan bahan baku hingga cara menata hidangan yang memikat wisatawan.

Labuan Bajo, yang selama ini dikenal sebagai gerbang menuju Taman Nasional Komodo, memiliki potensi besar dalam sektor wisata gastronomi. Kekayaan bahan pangan lokal seperti ikan segar, rempah-rempah, dan hasil bumi lainnya menjadi modal utama yang dapat diangkat menjadi daya tarik kuliner khas. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah serta menyajikan hidangan kerap menjadi kendala bagi para pengelola usaha wisata desa. Di sinilah BCA hadir mengisi kesenjangan tersebut.

Pendekatan End-to-End: Dari Dapur hingga Meja Makan

Workshop yang dikemas secara intensif ini mengusung konsep pelatihan menyeluruh yang menyentuh setiap aspek penting dalam penciptaan pengalaman gastronomi yang berkesan. Para peserta tidak hanya diajak memasak, tetapi juga diedukasi tentang pentingnya memilih bahan baku lokal yang segar dan berkualitas. Tim pelatih profesional dari bidang kuliner dan perhotelan memberikan pemahaman mengenai standar kebersihan dan keamanan pangan yang menjadi prasyarat utama dalam menyajikan makanan untuk wisatawan.

Pada sesi pengolahan makanan, para peserta diperkenalkan dengan berbagai teknik memasak modern yang dapat memaksimalkan cita rasa asli bahan lokal. Teknik seperti sous vide, pengasapan, dan fermentasi sederhana diajarkan agar menu tradisional dapat tampil dengan sentuhan kontemporer. Tak ketinggalan, sesi plating atau seni menata hidangan menjadi sesi yang paling dinanti. Dengan bimbingan langsung, peserta belajar menyusun komposisi warna, tekstur, dan bentuk makanan agar terlihat menarik saat difoto, sehingga mampu bersaing di era media sosial yang serba visual.

“Kami ingin para pengelola desa wisata tidak hanya mampu memasak dengan enak, tetapi juga memahami cara menyajikan hidangan yang instagramable dan bernilai jual tinggi. Wisatawan masa kini tidak hanya mencari rasa, tetapi juga pengalaman visual yang dapat dibagikan,” ujar Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, dalam keterangannya di sela-sela kegiatan. Ia turut terlibat langsung dalam sejumlah sesi, menunjukkan kedekatan dan perhatian perusahaan terhadap program kemasyarakatan yang dijalankan.

Memberdayakan Ekonomi Lokal Melalui Gastronomi

Keberadaan Desa Bakti BCA di Labuan Bajo merupakan bagian dari strategi jangka panjang perseroan dalam mengembangkan desa wisata berbasis potensi lokal. Gastronomi dipilih sebagai salah satu pilar utama karena sektor ini memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang besar. Ketika wisata kuliner suatu desa berkembang, secara otomatis akan menciptakan permintaan terhadap pasokan bahan pangan dari petani dan nelayan setempat, membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat, serta meningkatkan pendapatan asli desa.

Lebih dari sekadar pelatihan teknis, workshop ini juga dirancang untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan kuliner lokal. Para peserta diajak menggali kembali resep-resep tradisional yang nyaris terlupakan, lalu mengemasnya menjadi sajian bernilai tambah. Sebagai contoh, olahan jagung bose, ikan kuah asam khas Flores, dan sambal lu’at dikreasikan dengan penyajian yang lebih elegan tanpa kehilangan identitas autentiknya.

Salah satu peserta, Maria Goreti, seorang pengelola homestay di Desa Binaan BCA, mengaku sangat terbantu dengan pelatihan ini. “Dulu saya hanya menyajikan makanan seadanya untuk tamu. Sekarang saya tahu cara menghias piring dan memilih bahan terbaik. Tamu saya pasti lebih senang dan mungkin akan merekomendasikan tempat kami ke teman-temannya,” katanya penuh semangat. Testimoni serupa disampaikan oleh peserta lain, yang berharap BCA secara berkelanjutan memberikan pendampingan agar dampak positifnya semakin terasa.

Menyongsong Labuan Bajo sebagai Destinasi Gastronomi Unggulan

Pemerintah daerah Nusa Tenggara Timur menyambut baik inisiatif swasta seperti yang dilakukan BCA. Kepala Dinas Pariwisata setempat dalam pernyataannya menyebutkan bahwa pengembangan wisata gastronomi selaras dengan rencana induk pariwisata Labuan Bajo yang mengedepankan diversifikasi produk wisata di luar wisata alam. “Kami berharap desa-desa binaan BCA bisa menjadi percontohan bagi desa lain dalam mengintegrasikan kuliner lokal ke dalam paket wisata mereka,” ujarnya.

BCA sendiri menegaskan bahwa program Desa Bakti akan terus berlanjut dengan berbagai inisiatif pemberdayaan lainnya. Perusahaan berkomitmen untuk tidak hanya menyalurkan dana tanggung jawab sosial, tetapi juga memastikan transfer pengetahuan dan keterampilan terjadi secara efektif di lapangan. Dengan bekal keterampilan gastronomi yang mumpuni, para pengelola desa wisata diharapkan mampu menciptakan diferensiasi produk yang kuat, sehingga wisatawan tidak hanya datang sekali, tetapi berulang kali.

Ke depan, tantangan yang perlu dihadapi adalah menjaga konsistensi kualitas dan memperkuat pemasaran digital. Untuk itu, BCA berencana menggandeng platform pemesanan wisata daring dan komunitas food blogger untuk turut mempromosikan paket wisata kuliner dari desa-desa binaan mereka. Langkah ini diyakini akan mempercepat terbentuknya ekosistem pariwisata berkelanjutan yang menguntungkan seluruh pemangku kepentingan, terutama masyarakat lokal.

[SOCIAL_TWEET]: Demi dukung desa wisata di Labuan Bajo, BCA gelar workshop gastronomi end-to-end. Dari cara pilih bahan, masak, hingga plating ala restoran bintang lima diajarkan langsung ke pengelola desa. Yuk, dukung wisata kuliner lokal! #DesaBaktiBCA #GastronomiIndonesia #LabuanBajo[SOCIAL_TG]: 🔥 Dari Labuan Bajo untuk Indonesia! BCA latih pengelola desa wisata soal gastronomi end-to-end. Kini sajian lokal siap pikat wisatawan dengan tampilan "instagramable" & rasa autentik. Keren banget! 😍🍽️

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User