Operasi Darurat: Ratusan Petugas Angkut Endapan Sampah di Laut Jakarta

JAKARTA – Ratusan petugas kebersihan dan relawan lingkungan dikerahkan dalam operasi darurat untuk mengangkut tumpukan sampah yang mengendap di perairan Teluk Jakarta, Rabu pagi. Langkah ini diambil...

Jul 12, 2026 - 12:58
0 0
Operasi Darurat: Ratusan Petugas Angkut Endapan Sampah di Laut Jakarta

JAKARTA – Ratusan petugas kebersihan dan relawan lingkungan dikerahkan dalam operasi darurat untuk mengangkut tumpukan sampah yang mengendap di perairan Teluk Jakarta, Rabu pagi. Langkah ini diambil menyusul laporan memburuknya kondisi ekosistem laut akibat sedimentasi limbah yang kian tebal. Hujan deras yang melanda Jakarta dalam sepekan terakhir memperparah aliran sampah dari sungai-sungai yang bermuara di teluk.

Pengerahan Alat Berat dan Kapal Khusus

Operasi yang dipimpin Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta ini menyasar kawasan pesisir Muara Angke, Ancol, dan sekitar Pelabuhan Sunda Kelapa. Sejak pukul 06.00 WIB, lebih dari 150 personel menggunakan lima kapal pengangkut sampah dan tiga unit ekskavator amfibi untuk mengeruk endapan yang di beberapa titik telah mencapai ketebalan dua meter.

"Kami menargetkan pengangkutan 20 ton sampah dalam tiga hari ke depan. Material yang mendominasi adalah plastik sekali pakai, limbah rumah tangga, dan sisa alat tangkap nelayan yang sudah bertahun-tahun mengendap," ujar Kepala Dinas LH DKI, Budi Santoso, di lokasi.

Sebelumnya, tim penyelam melakukan pemetaan untuk menentukan titik konsentrasi sampah tertinggi agar pengerukan berjalan efektif. Penggunaan jaring trawl halus juga diaktifkan untuk menangkap mikroplastik yang tersuspensi agar tidak kembali menyebar.

Ancaman Serius bagi Ekosistem Laut

Fenomena endapan sampah ini bukan sekadar persoalan estetika. Peneliti kelautan dari Universitas Indonesia, Dr. Rina Marlina, memperingatkan bahwa akumulasi sampah di dasar laut telah memicu hipoksia atau kekurangan oksigen di zona tersebut. "Kami mendapati banyak biota dasar seperti kerang dan kepiting mati karena habitatnya tertutup lapisan sampah yang menghalangi sirkulasi air," jelasnya.

Selain itu, sampah plastik yang terfragmentasi menjadi mikroplastik telah masuk ke rantai makanan. Ikan-ikan yang dikonsumsi warga Jakarta dan sekitarnya berpotensi membawa kontaminan berbahaya. Pemerintah daerah menegaskan operasi ini merupakan bagian dari tanggap darurat ekologis yang akan dilanjutkan dengan program pembersihan periodik.

Dukungan Masyarakat dan Teknologi

Operasi kali ini turut melibatkan komunitas nelayan yang sebelumnya mengeluhkan menurunnya hasil tangkapan. Mereka membantu mengarahkan titik-titik yang paling terdampak. Di sisi lain, penggunaan drone bawah air dan sensor sonar membantu tim memetakan volume endapan secara real-time.

Warga pesisir menyambut antusias. "Laut sudah seperti tempat sampah raksasa, ikan susah didapat. Semoga setelah ini air kembali bersih dan kami bisa melaut dengan tenang," ujar Rojali, nelayan Muara Angke.

Pemerintah juga berencana memasang perangkap sampah (trash boom) di muara-muara sungai besar seperti Ciliwung dan Cisadane untuk mencegah aliran sampah dari daratan masuk ke laut. Langkah ini diharapkan mampu memutus mata rantai pencemaran laut yang selama ini menjadi momok bagi ibu kota.

Operasi darurat ini akan dievaluasi setiap 24 jam untuk memastikan target pengangkutan terlampaui. Masyarakat diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan karena berpotensi memperparah krisis lingkungan di perairan Jakarta.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User