BRI Luncurkan KPR Bunga 1,75 Persen, Cicilan Ringan untuk Rumah Impian
JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk resmi meluncurkan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan suku bunga spesial mulai dari 1,75 persen per tahun. Langkah ini diambil untuk menjawab...
JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk resmi meluncurkan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan suku bunga spesial mulai dari 1,75 persen per tahun. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan pembiayaan properti yang lebih terjangkau di tengah tren kenaikan harga rumah.
Program Spesial untuk Pembeli Pertama
Program BRI KPR ini menyasar segmen pembeli rumah pertama dan keluarga muda yang selama ini terbentur persoalan suku bunga tinggi. Suku bunga 1,75 persen berlaku tetap untuk tiga tahun pertama masa kredit. Setelah periode tersebut, nasabah akan dikenai suku bunga mengambang yang tetap kompetitif sesuai ketentuan bank.
Direktur Bisnis Konsumer BRI menjelaskan bahwa insentif ini merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. “Kami sadar bahwa suku bunga adalah penghalang utama. Dengan penawaran ini, cicilan per bulan bisa turun hingga 30 persen dibanding KPR konvensional,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Selasa.
Detil Penawaran dan Persyaratan
Plafon pinjaman yang ditawarkan mencapai Rp2 miliar dengan tenor fleksibel hingga 25 tahun. Nasabah dapat memilih antara properti baru dari pengembang rekanan maupun rumah second. Proses pengajuan dilakukan secara hybrid—daring melalui aplikasi BRImo atau kunjungan ke unit kerja BRI terdekat.
Untuk mendapatkan suku bunga 1,75 persen, terdapat sejumlah kriteria: calon debitor harus berusia minimal 21 tahun, memiliki penghasilan tetap minimal Rp5 juta per bulan, dan belum pernah menerima fasilitas KPR sebelumnya. Dokumen yang wajib dilampirkan meliputi KTP, NPWP, slip gaji tiga bulan terakhir, dan Surat Pemesanan Rumah (SPR) dari pengembang.
Selain suku bunga ringan, BRI juga memberikan keringanan biaya provisi hingga 50 persen dan biaya administrasi 0,5 persen dari plafon pinjaman. Penawaran ini berlaku hingga 31 Desember 2024 dan dapat diperpanjang sesuai evaluasi pasar.
Dampak terhadap Pasar Properti
Pengamat properti menilai kehadiran KPR bersuku bunga di bawah dua persen ini dapat menjadi katalis positif bagi sektor perumahan yang sempat melambat akibat kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia. “Likuiditas akan meningkat, terutama di segmen rumah tapak kelas menengah yang selama ini menjadi tulang punggung pasar,” kata ekonom dari Universitas Indonesia.
Bank sentral sebelumnya melaporkan bahwa penyaluran KPR perbankan nasional hanya tumbuh 6,8 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2024, melambat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan terobosan suku bunga rendah, BRI berharap dapat mendongkrak volume penyaluran KPR baru hingga 20 persen hingga akhir tahun.
Masyarakat yang berminat dapat mengunjungi laman resmi bri.co.id atau menghubungi layanan pelanggan 24 jam untuk mendapatkan simulasi kredit sesuai kemampuan finansial.
Baca juga:
Comments (0)