32 Ton Sampah Diolah Harian, TPS 3R Menteng Atas Tekan Beban Bantargebang
JAKARTA – Sebanyak 32 ton sampah kini mampu diolah setiap hari oleh fasilitas pengelolaan sampah berbasis Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Menteng Atas, Jakarta Selatan. Langkah ini menjadi angin ...
JAKARTA – Sebanyak 32 ton sampah kini mampu diolah setiap hari oleh fasilitas pengelolaan sampah berbasis Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Menteng Atas, Jakarta Selatan. Langkah ini menjadi angin segar bagi upaya mengurangi volume kiriman sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang kian kritis.
Kapasitas Olah Harian
Fasilitas TPS 3R Menteng Atas telah beroperasi dengan kapasitas olah mencapai 32 ton sampah per hari, jauh melampaui rata-rata nasional. Dari total tersebut, sekitar 60 persen berhasil didaur ulang, sisanya dijadikan kompos atau bahan bakar alternatif.
Menurut data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, TPS 3R ini mengandalkan kombinasi pemilahan manual dan teknologi mesin pencacah. Sampah organik diubah menjadi kompos dalam waktu 20 hari, sedangkan sampah anorganik seperti plastik dan kertas dipilah untuk dijual ke industri daur ulang.
Dampak ke Bantargebang
Dengan beroperasinya TPS 3R ini, volume sampah yang semula seluruhnya harus diangkut ke Bantargebang berkurang drastis. Estimasi pengurangan mencapai 32 ton per hari, sehingga memperpanjang usia pakai TPST Bantargebang yang diperkirakan hanya tersisa tiga tahun lagi.
“Fasilitas ini membuktikan bahwa pengelolaan sampah bisa dilakukan dari hulu,” ujar Kepala Unit Pengelola Sampah Terpadu Menteng Atas. Pernyataan ini dikutip dari laporan teknis yang diterima redaksi.
Proses Daur Ulang
Proses di TPS 3R meliputi:
- Pemilahan oleh 50 petugas terlatih
- Pencacahan plastik dan organik dengan mesin kapasitas 2 ton/jam
- Pengomposan menggunakan metode open windrow
- Penjualan hasil daur ulang ke pabrik di Tangerang dan Bekasi
Selain pengurangan volume, pengelolaan di TPS 3R Menteng Atas juga memberikan dampak ekonomi signifikan. Biaya pengangkutan sampah ke Bantargebang terpangkas hingga Rp1,2 miliar per tahun, menurut perhitungan Dinas Lingkungan Hidup DKI. Dana ini dapat dialokasikan untuk program pemberdayaan masyarakat.
Dari aspek lingkungan, pengolahan 32 ton sampah per hari mampu mengurangi emisi gas rumah kaca setara 15 ton karbon dioksida per hari, bila dibandingkan dengan penimbunan terbuka. Ini sejalan dengan target pengurangan emisi Jakarta sebesar 30 persen pada 2030.
Dukungan Masyarakat
Keberhasilan TPS 3R Menteng Atas tak lepas dari partisipasi warga sekitar yang telah memilah sampah sejak dari rumah. Sebanyak 12 RW di Kecamatan Setiabudi telah menerapkan sistem bank sampah yang terintegrasi dengan TPS 3R. Partisipasi warga mencapai 72 persen, membuat suplai sampah terpilah cukup stabil.
Pemerintah Kota Jakarta Selatan berencana mereplikasi model ini ke lima kecamatan lain pada tahun depan. “Kami menargetkan pengurangan total sampah kiriman ke Bantargebang hingga 200 ton per hari pada 2026,” ungkap seorang pejabat yang enggan disebutkan namanya.
Kesimpulan
Dengan kapasitas 32 ton per hari, TPS 3R Menteng Atas menjadi salah satu pilar penting dalam strategi pengelolaan sampah berkelanjutan di DKI Jakarta. Ke depan, penguatan infrastruktur dan kesadaran warga akan menentukan seberapa besar beban Bantargebang bisa ditekan.
Baca juga:
Comments (0)