Nobar Piala Dunia 2026 di Banyumas Jadi Cuan UMKM

BANYUMAS, DETIK INI JUGA – Gelaran nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dilaporkan menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan bagi pelaku usaha mikro, kecil...

Jul 12, 2026 - 11:08
0 0
Nobar Piala Dunia 2026 di Banyumas Jadi Cuan UMKM

BANYUMAS, DETIK INI JUGA – Gelaran nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dilaporkan menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah, mengonfirmasi bahwa kegiatan yang tersebar di berbagai desa tersebut telah membuka peluang pendapatan baru bagi warga.

Menurut pantauan di lapangan, setiap titik nobar dipadati puluhan hingga ratusan warga yang antusias menyaksikan laga-laga seru. Momentum ini langsung dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM dengan membuka lapak kuliner, minuman segar, hingga suvenir bertema Piala Dunia. Beberapa kelompok usaha bahkan melaporkan omzet harian mereka naik hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.

Perputaran Uang di Akar Rumput

Siti Mukaromah menekankan bahwa nobar bukan sekadar hiburan gratis, melainkan juga katup penggerak ekonomi lokal. "Ini adalah contoh nyata bagaimana event olahraga dapat menjadi katalis perputaran uang di tingkat akar rumput. UMKM kita mendapat panggung langsung untuk menjangkau konsumen," ujarnya saat meninjau salah satu lokasi nobar di Kecamatan Sokaraja, tadi malam.

Data sementara yang dihimpun dari tiga titik nobar utama menunjukkan perputaran uang mencapai Rp 150 juta hanya dalam tiga hari penyelenggaraan. Angka tersebut berasal dari transaksi tunai dan pembayaran digital yang melibatkan lebih dari 80 pelaku UMKM. Mayoritas penjual mengaku belum pernah mengalami lonjakan permintaan sebesar ini di luar musim hari raya.

Strategi Pemulihan Ekonomi Daerah

Kegiatan nobar ini sejalan dengan arahan Komisi VII DPR yang mendorong sinergi antara hiburan rakyat dan pemberdayaan ekonomi. Siti Mukaromah berharap model serupa bisa direplikasi di kabupaten lain, terutama menjelang event-event olahraga internasional. "Kami akan mendorong pemerintah daerah untuk memfasilitasi perizinan dan menyediakan ruang publik yang kondusif agar UMKM terus berkembang," tambahnya.

Pelaku UMKM makanan ringan, Sutinah (45), mengaku sangat terbantu. "Stok tahu crispy dan cilor saya selalu habis sebelum pertandingan berakhir. Anak-anak muda banyak yang jajan, uangnya muter di sini," katanya. Hal senada diungkapkan pedagang es kelapa muda yang memilih menambah jam operasional selama fase grup Piala Dunia.

Dengan menyisakan beberapa pekan lagi menuju babak final, potensi cuan bagi UMKM di Banyumas diprediksi masih akan terus mengalir. Pemerintah desa setempat telah menyatakan siap memperpanjang izin keramaian dan menambah fasilitas penerangan agar nobar tetap aman dan semakin meriah.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User