26 Negara Konfirmasi Hadiri KAA 2026 di Bandung
BANDUNG, KOMPAS.com — Konferensi Asia Afrika (KAA) 2026 dipastikan akan dihadiri oleh 26 negara. Kepastian ini diperoleh setelah panitia menerima konfirmasi resmi dari para peserta hingga batas wakt...
BANDUNG, KOMPAS.com — Konferensi Asia Afrika (KAA) 2026 dipastikan akan dihadiri oleh 26 negara. Kepastian ini diperoleh setelah panitia menerima konfirmasi resmi dari para peserta hingga batas waktu yang ditentukan kemarin.
KAA 2026 akan berlangsung di Bandung, Jawa Barat, pada 18–24 April 2026. Konferensi ini menjadi penanda 71 tahun perhelatan pertama yang melahirkan Dasasila Bandung. Semangat solidaritas antarbangsa Asia-Afrika kembali digelorakan di tengah dinamika global yang penuh tantangan.
Menurut Menteri Luar Negeri, ke-26 negara itu merupakan representasi dari kawasan Asia, Afrika, dan beberapa negara peninjau dari kawasan lain. “Kehadiran mereka menegaskan komitmen terhadap kerja sama multilateral,” ujarnya.
Agenda dan Isu Strategis
Konferensi kali ini mengangkat tema “Memperkuat Kemitraan Global untuk Kesejahteraan Bersama”. Tiga isu utama akan menjadi fokus pembahasan: ketahanan pangan dan energi, transformasi digital, serta reformasi arsitektur keuangan global.
Panitia juga menyiapkan forum bisnis dan investasi yang mempertemukan para pemimpin dengan pelaku usaha. Diharapkan terjadi kesepakatan kerja sama ekonomi senilai miliaran dolar AS.
Daftar Negara Peserta
Berikut adalah sebagian dari 26 negara yang telah mengonfirmasi kehadiran: Indonesia, India, Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, Arab Saudi, Iran, Afrika Selatan, Nigeria, Mesir, Kenya, Ethiopia, Aljazair, dan Vietnam. Nama-nama lain masih dalam proses finalisasi pengumuman resmi.
Beberapa kepala negara dijadwalkan hadir langsung, sementara yang lain diwakili menteri atau utusan khusus. Istana Kepresidenan Bandung dan Gedung Merdeka menjadi lokasi utama.
Persiapan Pengamanan
Polri dan TNI menyiapkan pengamanan berlapis. Lebih dari 12.000 personel gabungan akan dikerahkan untuk mengamankan jalannya konferensi. Kawasan inti diberlakukan sterilisasi mulai H-7.
Pemerintah Kota Bandung juga telah berkoordinasi untuk pengalihan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan protokol. Masyarakat diimbau menyesuaikan rute perjalanan.
Dampak Ekonomi dan Pariwisata
Perhelatan ini diproyeksikan mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bandung. Tingkat okupansi hotel di sekitar lokasi acara sudah mencapai 80 persen. Para pelaku UMKM pun bersiap menyambut ribuan delegasi dan jurnalis.
Pemprov Jabar optimistis KAA 2026 akan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah. “Ini kesempatan emas untuk memperkenalkan potensi Jawa Barat ke dunia,” kata Gubernur.
Protokol Kesehatan
Meski status pandemi telah dicabut, panitia tetap menerapkan standar kesehatan bagi seluruh partisipan. Setiap delegasi diwajibkan menunjukkan sertifikat vaksinasi lengkap dan mengikuti tes cepat jika diperlukan. Masker tetap disediakan di area konferensi.
Sejarah dan Harapan
KAA pertama tahun 1955 dihadiri 29 negara dan menghasilkan Dasasila Bandung yang menjadi pilar gerakan Non-Blok. Peringatan ke-50 tahun KAA pada 2005 dan ke-60 pada 2015 juga digelar di tempat yang sama. Kini, 71 tahun berselang, semangat itu kembali dihidupkan.
Pengamat hubungan internasional menilai KAA 2026 menjadi momentum penting bagi negara-negara Selatan untuk memperkuat posisi tawar di tengah rivalitas kekuatan besar. “Asia dan Afrika memiliki potensi besar untuk menjadi poros pertumbuhan dunia,” ujar analis.
Dengan konfirmasi 26 negara ini, panitia optimistis konferensi akan berjalan lancar dan membuahkan hasil nyata. Seluruh persiapan kini memasuki tahap akhir.
Baca juga:
Comments (0)