Monday, 24 August 2026 | 19:18 WIB

Menkum Supratman Agtas Uji Coba E-Voting Pilih Kakanwil Jatim

SURABAYA — BARU SAJA. Menteri Hukum Supratman Agtas resmi menguji coba sistem pemungutan suara elektronik alias e-voting untuk memilih Kepala Kantor Wilayah Jawa Timur. Langkah ini mencetak sejarah ...

Aug 12, 2026 - 11:04
0 1
Menkum Supratman Agtas Uji Coba E-Voting Pilih Kakanwil Jatim

SURABAYA — BARU SAJA. Menteri Hukum Supratman Agtas resmi menguji coba sistem pemungutan suara elektronik alias e-voting untuk memilih Kepala Kantor Wilayah Jawa Timur. Langkah ini mencetak sejarah baru seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Hukum.

Uji coba perdana dilaporkan berlangsung di Jawa Timur. Untuk pertama kalinya, pegawai dilibatkan langsung menentukan figur pemimpin kanwil mereka sendiri.

  • E-voting perdana digelar untuk pengisian jabatan Kakanwil Jatim.
  • Seluruh pegawai memperoleh hak suara dalam pemilihan.
  • Inisiatif menegaskan komitmen transparansi di tubuh birokrasi.
  • Model ini berpotensi diterapkan nasional bila uji coba berhasil.

Agenda uji coba ini dihadiri jajaran pejabat pusat dan wilayah. Suasana pemungutan suara dilaporkan berjalan tertib dan lancar.

Mekanisme E-Voting: Cepat, Rahasia, Terverifikasi

Informasi yang dikonfirmasi menyebut pegawai memberikan suara lewat platform digital resmi. Sistem dirancang menjaga kerahasiaan pilihan setiap peserta.

Alurnya sederhana. Pegawai masuk ke sistem, mempelajari profil kandidat, lalu menentukan pilihan. Penghitungan suara berjalan otomatis dan bisa dipantau secara real-time.

Setiap pegawai hanya memiliki satu hak suara. Sistem memverifikasi identitas pemilih sebelum suara masuk ke penghitungan.

Tidak ada suara ganda. Tidak ada suara hilang. Semua terekam otomatis dalam basis data yang terenkripsi.

Pejabat kementerian menyebut mekanisme ini memangkas potensi intervensi. Ruang bagi lobi tertutup dalam penentuan pimpinan wilayah kian sempit.

Keamanan sistem juga menjadi fokus. Setiap suara tercatat dalam jejak digital yang bisa diaudit kapan saja.

Mengapa Jawa Timur Jadi Lokasi Uji Coba?

Jawa Timur dipilih bukan tanpa alasan. Kanwil Jatim termasuk salah satu kantor wilayah terbesar dengan jumlah pegawai masif.

Kompleksitas tugas di wilayah ini dinilai ideal untuk menguji sistem. Jika berhasil di sini, penerapan di kanwil lain diyakini lebih mudah.

Kebutuhan pengisian jabatan Kakanwil Jatim juga tengah mendesak. Momen ini dimanfaatkan kementerian untuk menguji model seleksi terbuka.

Transparansi Jadi Alasan Utama

Selama ini, pengisian jabatan struktural kerap menuai sorotan. Prosesnya dinilai tertutup dan rawan praktik nepotisme.

Supratman Agtas ingin mematahkan stigma tersebut. E-voting membuka partisipasi pegawai dari seluruh level, tanpa kecuali.

Praktik lama seleksi jabatan kerap hanya melibatkan segelintir elite. Kini, suara pegawai golongan terendah pun memiliki bobot yang sama.

Ia menilai pegawai paling memahami siapa figur tepat untuk memimpin. Suara dari bawah dianggap lebih objektif ketimbang penunjukan sepihak dari atas.

Langkah ini sejalan dengan agenda reformasi birokrasi. Kementerian Hukum ingin menjadi contoh keterbukaan bagi lembaga lain.

Manajemen Talenta Jadi Sasaran Berikutnya

Selain transparansi, inisiatif ini menyasar pembenahan manajemen talenta. Jabatan strategis harus diisi figur berkompeten, bukan berdasarkan kedekatan.

Manajemen talenta yang sehat menuntut penilaian menyeluruh. Rekam jejak, kompetensi, dan dukungan rekan kerja menjadi satu kesatuan penilaian.

Hasil e-voting dilaporkan menjadi bahan evaluasi penting. Pimpinan pusat tetap memegang pertimbangan akhir sebelum pelantikan resmi.

Pengamat birokrasi menilai langkah ini progresif. Partisipasi pegawai meningkatkan legitimasi moral pimpinan terpilih di mata bawahannya.

Kandidat yang unggul lewat suara pegawai diyakini lebih percaya diri memimpin. Dukungan bawahannya sudah teruji sejak hari pertama.

Respons Pegawai di Lapangan

Sejumlah pegawai Kanwil Jatim menyambut antusias terobosan ini. Mereka merasa akhirnya memiliki suara menentukan kepemimpinan di kantor sendiri.

Meski demikian, ada catatan kritis. Sebagian pegawai meminta sistem diaudit independen agar bebas manipulasi. Perlindungan data suara menjadi perhatian utama.

Serikat pegawai juga memberi perhatian serius. Mereka meminta hasil e-voting benar-benar dihormati, bukan sekadar formalitas belaka.

Potensi Diterapkan Secara Nasional

Jika uji coba di Jatim berjalan mulus, e-voting berpeluang diperluas. Seluruh kanwil Kementerian Hukum di Indonesia bisa mengadopsi model serupa.

Sejumlah daerah lain dilaporkan sudah mengantre. Mereka ingin kanwilnya menjadi lokasi uji coba berikutnya.

Kementerian lain disebut ikut memantau perkembangan ini. Bila berhasil, pola serupa bisa menjadi rujukan seleksi jabatan di birokrasi nasional.

Publik kini menanti pengumuman resmi hasil penghitungan suara. Siapa pun pemenangnya, proses ini sudah mencetak preseden: pemimpin kanwil pertama yang dipilih langsung oleh bawahannya.

Bagi Supratman Agtas, ini bukan sekadar uji teknologi. Ini soal membangun budaya baru: jabatan diraih lewat kepercayaan, bukan kedekatan.

UPDATE: Perkembangan hasil e-voting Kakanwil Jatim akan terus diperbarui di portal ini. Pantau terus Beritatercepat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User