Monday, 24 August 2026 | 19:18 WIB

Kebakaran Hanguskan Permukiman Adat Sade di Lombok Tengah

Kebakaran menghanguskan permukiman adat Sade di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (22/8) malam. Warga dan petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api hingga Mingg...

Aug 24, 2026 - 17:33
0 0
Kebakaran Hanguskan Permukiman Adat Sade di Lombok Tengah

Kebakaran menghanguskan permukiman adat Sade di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (22/8) malam. Warga dan petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api hingga Minggu dini hari.

Peristiwa itu dilaporkan melanda kawasan permukiman suku Sasak yang dikenal sebagai desa wisata budaya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai jumlah rumah yang terbakar maupun korban jiwa.

Desa adat Sade merupakan salah satu ikon pariwisata Lombok. Kawasan ini menjadi tujuan utama wisatawan domestik maupun mancanegara untuk melihat kehidupan masyarakat Sasak secara langsung.

Kronologi Kebakaran

Menurut keterangan sejumlah saksi mata yang dihimpun di lokasi, api pertama kali terlihat sekitar pukul 20.30 WITA. Kepulan asap pekat langsung membumbung tinggi ke udara.

Angin kencang yang bertiup malam itu mempercepat laju api. Dalam waktu singkat, api merambat dari satu rumah ke rumah lainnya.

Warga yang panik berusaha menyelamatkan barang-barang berharga. Sebagian warga terlihat mengungsikan anak-anak dan orang tua ke area yang lebih aman.

Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Lombok Tengah tiba di lokasi sekitar 30 menit setelah laporan pertama. Akses menuju permukiman yang sempit menjadi kendala utama dalam proses pemadaman.

Rumah Adat yang Mudah Terbakar

Rumah adat Sade dibangun dengan material tradisional yang sangat mudah terbakar. Atapnya terbuat dari alang-alang kering, sementara dindingnya dianyam dari bambu.

Material semacam itu memang dirancang untuk menyesuaikan iklim tropis Lombok. Namun, dalam kondisi kebakaran, struktur tersebut justru mempercepat penyebaran api.

Pemerintah daerah sebelumnya pernah memberikan sosialisasi tentang risiko kebakaran di permukiman padat hunian. Sosialisasi itu mencakup pencegahan kebakaran dan langkah evakuasi darurat.

Penyebab Masih Diselidiki

Penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan aparat. Tim identifikasi dari Polres Lombok Tengah telah berada di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Petugas belum bisa memastikan apakah api berasal dari korsleting listrik atau faktor lain. Keterangan saksi dan barang bukti di lokasi masih terus dikumpulkan.

Evakuasi dan Penanganan Darurat

Tim gabungan yang terdiri atas BPBD, pemadam kebakaran, TNI, Polri, dan relawan dikerahkan ke lokasi. Proses evakuasi warga berjalan dengan pengawalan ketat aparat.

Sejumlah warga dilaporkan mengungsi ke rumah kerabat di luar kawasan adat. Posko darurat juga disiapkan untuk menampung warga yang rumahnya rusak.

Semangat gotong royong terlihat di tengah duka warga. Sejumlah pemuda membentuk barisan untuk memindahkan barang warga ke tempat aman.

Air untuk pemadaman disuplai menggunakan tangki dari berbagai instansi. Warga juga membantu menyemprot titik-titik api yang masih menyala.

Belum ada konfirmasi resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah mengenai total kerugian. Tim verifikasi masih melakukan pendataan di lapangan.

Dampak bagi Budaya dan Pariwisata

Permukiman adat Sade bukan sekadar tempat tinggal. Kawasan ini merupakan cagar budaya hidup yang menyimpan tradisi leluhur suku Sasak.

Berbagai aktivitas budaya seperti menenun kain khas Sasak dan upacara adat dilakukan di kawasan ini. Hilangnya sebagian bangunan menjadi pukulan besar bagi pelestarian budaya.

Kebakaran ini juga berpotensi mengganggu sektor pariwisata Lombok Tengah. Desa adat Sade selama ini menjadi destinasi utama dalam paket wisata budaya Pulau Lombok.

Ratusan wisatawan setiap bulannya tercatat mengunjungi kawasan ini. Mereka datang untuk menyaksikan arsitektur tradisional serta membeli kain tenun karya perempuan Sasak.

Sejumlah budayawan berharap proses rekonstruksi tetap mempertahankan bentuk asli rumah adat. Penggunaan material tradisional disebut penting untuk menjaga keaslian kawasan.

Fakta Cepat

Fakta cepat penanganan: kebakaran dilaporkan Sabtu malam sekitar pukul 20.30 WITA. Petugas pemadam tiba sekitar 30 menit kemudian. Proses pemadaman terkendala akses jalan sempit. Warga diungsikan ke rumah kerabat dan posko darurat. Pendataan kerugian masih berlangsung.

Upaya Pemulihan

Masyarakat Sade berharap bantuan segera mengalir untuk para korban kebakaran. Kebutuhan mendesak saat ini meliputi tempat tinggal sementara, pangan, dan pakaian.

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah diharapkan turun langsung meninjau lokasi. Langkah itu penting untuk mempercepat penyaluran bantuan dan proses rehabilitasi.

Pemerintah daerah menyatakan akan memprioritaskan rehabilitasi kawasan adat. Pembangunan kembali direncanakan melibatkan tokoh adat agar sesuai dengan ketentuan tradisi.

Perkembangan lebih lanjut akan diupdate seiring dengan konfirmasi resmi dari pihak berwenang. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Kebakaran di permukiman adat Sade menjadi pengingat akan kerentanan kawasan permukiman tradisional. Ke depan, langkah mitigasi yang lebih serius diperlukan agar tragedi serupa tidak terulang.

Pembaruan informasi terkait kebakaran permukiman adat Sade akan terus disampaikan. Pantau terus kanal ini untuk perkembangan terbaru.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User