Monday, 24 August 2026 | 19:19 WIB

Jaksa Agung Burhanuddin Lantik 15 Kajati Baru dan Pejabat Eselon II

BREAKING — JAKARTA: Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin BARU SAJA mengambil sumpah jabatan 15 Kepala Kejaksaan Tinggi baru. Pelantikan sekaligus mencakup jajaran Pejabat Eselon II di lingkungan Korps A...

Aug 12, 2026 - 11:00
0 0
Jaksa Agung Burhanuddin Lantik 15 Kajati Baru dan Pejabat Eselon II

BREAKING — JAKARTA: Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin BARU SAJA mengambil sumpah jabatan 15 Kepala Kejaksaan Tinggi baru. Pelantikan sekaligus mencakup jajaran Pejabat Eselon II di lingkungan Korps Adhyaksa.

Prosesi digelar di Jakarta. Suasana upacara berlangsung khidmat. Para pejabat yang dilantik langsung mengemban amanah baru. Mereka disumpah setia kepada negara dan konstitusi.

Penyegaran Besar di Tubuh Kejaksaan

Rotasi kali ini menyentuh level pimpinan tertinggi di daerah. Sebanyak 15 Kajati menerima mandat baru. Mereka akan memimpin Kejaksaan Tinggi di sejumlah provinsi.

Tidak hanya Kajati. Posisi strategis lain ikut berganti. Pejabat Eselon II di lingkungan Kejagung turut dilantik. Mereka mengisi jabatan penting di struktur pusat.

Mutasi semacam ini bukan hal asing. Itu bagian dari pembinaan karier jaksa. Tujuannya menjaga dinamika organisasi. Sekaligus memperkuat kinerja penegakan hukum nasional.

Penyegaran juga menjadi jawaban atas tuntutan publik. Masyarakat ingin Kejaksaan makin tegas. Terutama dalam memberantas korupsi sampai ke akar.

Para pejabat yang dilantik berasal dari berbagai daerah. Mereka mengantongi pengalaman panjang di bidang hukum. Karier mereka ditempa bertahun-tahun di Korps Adhyaksa.

Amanat Jaksa Agung untuk Pejabat Baru

Dalam arahannya, Jaksa Agung menekankan soal integritas. Para pejabat baru diminta bekerja profesional. Mereka diingatkan menjaga marwah institusi.

Kejaksaan harus hadir di tengah masyarakat. Penegakan hukum diharapkan berjalan tanpa pandang bulu. Pelayanan publik menjadi perhatian utama.

Para Kajati baru diminta bergerak cepat. Mereka harus memetakan persoalan hukum di wilayah masing-masing. Koordinasi dengan jajaran ke bawah menjadi kunci.

Pesan lain juga disampaikan. Jangan ada jaksa yang bermain-main dengan perkara. Pelanggaran disiplin akan ditindak tegas. Pengawasan internal terus diperketat.

Jaksa Agung juga menyinggung soal keadilan. Penegakan hukum harus berpihak pada kebenaran. Hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

Peran Strategis Kajati di Daerah

Kajati memegang peran vital. Mereka memimpin seluruh Kejaksaan Negeri di satu provinsi. Ribuan jaksa berada di bawah komando mereka.

Tugasnya sangat berat. Mulai dari supervisi perkara pidana umum. Hingga penanganan kasus korupsi kelas kakap. Semua berada di bawah kendali Kajati.

Kajati juga menjadi wajah Kejaksaan di daerah. Kinerja mereka menentukan kepercayaan publik. Karena itu, seleksi jabatan ini dilakukan ketat.

Kejaksaan Tinggi juga mengawal program pemerintah daerah. Pendampingan hukum diberikan agar anggaran tidak disalahgunakan. Peran pencegahan ini makin diperkuat.

Di era digital, tantangan makin kompleks. Kejahatan lintas wilayah makin marak. Kajati dituntut adaptif menghadapi perkembangan zaman.

Tradisi Mutasi di Korps Adhyaksa

Mutasi dan promosi jabatan adalah hal rutin di Kejaksaan. Setiap tahun, roda organisasi terus berputar. Pejabat lama digeser. Wajah baru muncul menggantikan.

Proses seleksi dilakukan berjenjang. Rekam jejak menjadi pertimbangan utama. Prestasi penanganan perkara ikut dinilai. Loyalitas pada institusi juga diperhitungkan.

Konteks Penegakan Hukum Nasional

Pelantikan ini berlangsung di tengah sorotan publik. Kejaksaan tengah menangani sejumlah perkara besar. Termasuk kasus korupsi yang merugikan negara triliunan rupiah.

Kehadiran pimpinan baru diharapkan membawa energi segar. Penuntasan perkara di daerah diharapkan makin cepat. Tidak ada lagi kasus yang mengendap bertahun-tahun.

Rotasi ini juga dinilai momentum tepat. Koordinasi pusat dan daerah bisa diperkuat. Sinergi itu penting untuk penegakan hukum yang tegas dan adil.

Sejumlah perkara besar menjadi perhatian nasional. Penanganannya membutuhkan keberanian dan kecermatan. Kajati baru diharapkan mampu menjawab tantangan itu.

Harapan Publik

Masyarakat menaruh harapan besar. Kejaksaan diharapkan makin berani. Kasus besar harus dituntaskan tanpa tebang pilih.

Kepercayaan publik adalah taruhannya. Setiap langkah pejabat baru akan diawasi. Media dan masyarakat sipil terus memantau.

Langkah Selanjutnya

Para Kajati baru segera menuju wilayah tugas masing-masing. Serah terima jabatan digelar dalam waktu dekat. Mereka dituntut langsung tancap gas.

Kejaksaan Agung menegaskan komitmennya. Institusi ini akan terus berbenah. Reformasi birokrasi menjadi agenda berkelanjutan.

Publik kini menanti gebrakan para pejabat baru. Terutama dalam pemberantasan korupsi di daerah. UPDATE perkembangan terbaru akan terus dimuat di portal ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User