Menkop Ferry Canangkan Koperasi Jadi Sokoguru Ekonomi Era Prabowo

JAKARTA — Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan komitmennya mengembalikan koperasi sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Pernyataan itu disampaikan langsung di hadapan Presiden Prabo...

Jul 12, 2026 - 18:53
0 0
Menkop Ferry Canangkan Koperasi Jadi Sokoguru Ekonomi Era Prabowo

JAKARTA — Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan komitmennya mengembalikan koperasi sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Pernyataan itu disampaikan langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah agenda strategis di Istana Negara, Kamis (12/7/2026).

“Koperasi harus bangkit. Ini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan agar ekonomi kerakyatan bisa menjadi fondasi yang kokoh,” ujar Ferry dengan nada tegas. Ia menekankan bahwa visi ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo yang menempatkan ekonomi kerakyatan sebagai prioritas utama pembangunan.

Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Nasional

Dalam pemaparannya, Ferry menyodorkan data bahwa dari total lebih dari 127.000 koperasi yang terdaftar, hanya sekitar 41 persen yang dinilai sehat dan aktif berkontribusi terhadap produk domestik bruto. Kondisi ini memicu kekhawatiran sekaligus menjadi pemicu untuk melakukan reformasi total.

“Kita tidak bisa lagi membiarkan koperasi berjalan tanpa arah. Era digital adalah momentum untuk melompat,” katanya. Ferry menargetkan porsi koperasi sehat bisa menembus 70 persen dalam tiga tahun ke depan, dengan mendorong konsolidasi, digitalisasi, dan penguatan akses permodalan.

Strategi Revitalisasi: Digital hingga Akses Pasar

Menkop membeberkan tiga pilar utama strategi tersebut:

  • Digitalisasi Koperasi: Peluncuran platform Koperasi Digital Nusantara (KoDiN) yang mengintegrasikan pencatatan keuangan, inventori, hingga pemasaran daring. Uji coba sudah dimulai di 1.200 koperasi percontohan.
  • Permodalan Mudah: Sinergi dengan Himbara dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk menyalurkan kredit berbunga rendah maksimal 3% per tahun, tanpa agunan tambahan bagi koperasi berperingkat sehat.
  • Kemitraan Strategis: Membuka akses pasar melalui kerja sama dengan BUMN pangan dan ritel modern. Koperasi tani akan menjadi pemasok prioritas dalam program makan bergizi gratis nasional.

Presiden Prabowo, yang hadir dalam forum tersebut, disebut memberikan respons positif. “Presiden menyatakan bahwa koperasi adalah roh perekonomian bangsa yang sempat redup. Beliau ingin koperasi kembali menjadi kekuatan nyata, bukan sekadar nama,” ujar Ferry mengutip arahan Presiden.

Sinergi dengan Program Strategis Nasional

Revitalisasi koperasi tidak berjalan sendiri. Ia akan ditopang oleh program swasembada pangan dan energi yang tengah digenjot pemerintah. Koperasi-koperasi desa, khususnya di sektor pertanian dan perikanan, akan mendapat pendampingan teknis serta kepastian harga melalui skema resi gudang yang diperkuat.

Di tingkat regulasi, Kemenkop sedang menggodok revisi Undang-Undang Perkoperasian yang akan mempercepat pengawasan berbasis risiko, memudahkan merger koperasi kecil, serta memperkenalkan model koperasi multi-pihak yang lebih fleksibel. Rancangan ini ditargetkan masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) pada 2027.

Pengamat ekonomi kerakyatan, Dr. Andina Putri, menilai langkah ini tepat momentum. “Jika serius didorong, koperasi bisa mengurangi ketimpangan dan menyerap tenaga kerja lebih masif. Namun kuncinya pada eksekusi dan transparansi,” ujarnya kepada awak media di lokasi terpisah.

Dengan komitmen politik tertinggi yang diperlihatkan langsung di depan Presiden, publik menanti aksi cepat Menkop Ferry. Target 70% koperasi sehat dalam tiga tahun menjadi tolok ukur pertama yang akan diawasi ketat.

Sinyal dari Istana sudah jelas: koperasi bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan sokoguru masa depan ekonomi Indonesia.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User