ATENSI Jombang: DWP Kemensos Perkuat 'Para Tersayang'

JOMBANG, DETIK INI JUGA — Tim Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial baru saja menggelar intervensi langsung di Jombang. Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) menyasar kelompok re...

Jul 12, 2026 - 19:48
0 0
ATENSI Jombang: DWP Kemensos Perkuat 'Para Tersayang'

JOMBANG, DETIK INI JUGA — Tim Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial baru saja menggelar intervensi langsung di Jombang. Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) menyasar kelompok rentan yang akrab disapa ‘Para Tersayang’. Langkah ini menjadi bukti konkret komitmen negara hadir untuk penyandang disabilitas.

Potensi Ekonomi dari Tangan Kreatif

Kegiatan pemberdayaan di lokasi menunjukkan bahwa penyandang disabilitas bukan sekadar penerima bantuan. Mereka adalah produsen mandiri dengan kemampuan menciptakan karya bernilai jual tinggi. Aneka kerajinan tangan seperti anyaman rotan, tas daur ulang, hingga aksesori etnik dipamerkan dalam sesi itu. Kualitas produk berhasil mematahkan stigma dan menarik perhatian pelaku usaha setempat.

  • Kerajinan anyaman: diproduksi dengan teknik turun-temurun yang dimodifikasi.
  • Tas daur ulang: memanfaatkan limbah plastik menjadi produk fesyen tahan lama.
  • Aksesori etnik: perpaduan manik-manik dan kayu lokal berdesain kontemporer.

Bantuan ATENSI: Lebih dari Sekadar Dana

DWP Kemensos menyalurkan paket bantuan yang dirancang untuk memacu kemandirian jangka panjang. Tidak hanya uang tunai, program ini menyertakan pelatihan intensif, peralatan produksi, dan pendampingan akses pasar. Setiap penerima mendapat modul pengembangan kapasitas agar mampu berwirausaha secara berkelanjutan.

Pekerja sosial pendamping menegaskan bahwa monitoring akan berlangsung hingga enam bulan pasca-penyaluran. “Kami tidak ingin program berhenti di seremoni,” ujar salah seorang pendamping di sela kegiatan.

Jangkauan dan Dampak Langsung

Pelaksanaan di Jombang ini menandai perluasan cakupan ATENSI ke wilayah dengan basis penyandang disabilitas cukup besar. Data sementara dari panitia menyebutkan puluhan keluarga telah terverifikasi sebagai penerima manfaat. DWP juga menggandeng pengusaha lokal untuk membuka kanal penjualan khusus produk difabel.

Ketua DWP Kemensos menekankan bahwa kolaborasi multisektor menjadi kunci. “Keterlibatan dunia usaha memastikan hasil kerajinan ini tidak hanya berhenti di ruang pamer, tapi benar-benar menembus pasar,” katanya.

Menuju Kemandirian Berkelanjutan

Dengan selesainya rangkaian kegiatan di Jombang, DWP Kemensos menargetkan replikasi model serupa di daerah lain. Indikator keberhasilan bukan lagi jumlah bantuan yang disalurkan, melainkan seberapa banyak ‘Para Tersayang’ yang lepas dari ketergantungan ekonomi. Program ini sekaligus mempertegas arah rehabilitasi sosial yang berorientasi pada aset dan potensi, bukan sekadar charity.

Langkah kecil di Jombang diharapkan menjadi gelombang besar pemberdayaan disabilitas di seluruh Indonesia. Kemandirian kini bukan sekadar tujuan, melainkan praktik nyata yang sudah dimulai hari ini.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User