Menag Nasaruddin Umar Serukan Persatuan Umat pada Peringatan 1 Muharam 1448 H

Suasana khidmat menyelimuti Masjid Istiqlal Jakarta pada Senin malam (15/6/2026) ketika ribuan umat Islam memadati masjid terbesar di Asia Tenggara itu unt

Jul 12, 2026 - 16:47
0 0
Menag Nasaruddin Umar Serukan Persatuan Umat pada Peringatan 1 Muharam 1448 H

Suasana khidmat menyelimuti Masjid Istiqlal Jakarta pada Senin malam (15/6/2026) ketika ribuan umat Islam memadati masjid terbesar di Asia Tenggara itu untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar hadir langsung memberikan sambutan dan tausiyah, mengajak seluruh elemen bangsa memaknai pergantian tahun sebagai momentum refleksi dan penguatan persatuan.

Dalam sambutannya yang berlangsung sebelum shalat Isya berjamaah, Menag Nasaruddin menyampaikan bahwa hijrah—yang menjadi dasar penanggalan Islam—bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan spirit perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. “Hijrah adalah transformasi spiritual yang mengajarkan kita untuk terus berbenah, meninggalkan yang buruk, dan mengokohkan komitmen pada nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya dengan nada penuh hikmat.

Pesan Kemanusiaan dan Moderasi Beragama

Menag menekankan pentingnya menjaga moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk. Ia mengutip pengalaman hijrah Rasulullah SAW yang membangun Piagam Madinah sebagai bukti bahwa Islam sejak awal menjunjung tinggi toleransi dan hidup berdampingan dalam perbedaan. “Indonesia adalah miniatur Piagam Madinah modern. Kebinekaan kita adalah anugerah yang harus dijaga bersama. Jangan ada yang memecah belah karena perbedaan suku, agama, atau golongan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa malam 1 Muharam seharusnya menjadi titik tolak untuk memperkuat solidaritas sosial. Di hadapan jamaah yang memenuhi serambi utama Istiqlal, Nasaruddin memaparkan tiga pilar hijrah masa kini: hijrah akhlak, hijrah digital, dan hijrah ekonomi. Hijrah akhlak berarti memperbaiki budi pekerti dan menjauhi prasangka buruk. Hijrah digital dimaknai sebagai bijak dalam menggunakan teknologi, menangkal hoaks dan ujaran kebencian. Sementara hijrah ekonomi mendorong umat untuk keluar dari jerat riba dan membangun kemandirian umat melalui sektor halal dan filantropi.

Istiqlal Simbol Perekat Bangsa

Pemilihan Masjid Istiqlal sebagai pusat peringatan 1 Muharam memiliki makna simbolis yang kuat. Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Nasaruddin Umar (yang juga menjabat Menag), mengatakan bahwa masjid ini memang dirancang sebagai “rumah besar” bagi seluruh anak bangsa. “Istiqlal tidak hanya milik umat Islam, tapi juga tempat bertemunya semua elemen masyarakat. Malam ini kita buktikan bahwa Islam adalah agama yang menebar rahmat,” katanya.

Acara peringatan itu sendiri dimulai sejak pukul 19.00 WIB dengan lantunan ayat suci Al-Quran oleh qari nasional, dilanjutkan dzikir akbar yang dipimpin oleh kyai-kyai sepuh dari berbagai pondok pesantren. Ribuan jamaah tampak khusyuk mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil, menciptakan suasana malam yang penuh spiritualitas. Beberapa duta besar negara sahabat juga terlihat hadir, menandakan bahwa Tahun Baru Islam kini diakui sebagai bagian dari kalender keragaman global.

Refleksi di Tengah Tantangan Zaman

Menag Nasaruddin juga menyoroti tantangan umat Islam di era pasca-pandemi dan di tengah dinamika geopolitik global. Menurutnya, umat Islam Indonesia harus menjadi “kekuatan perekat” yang aktif merawat perdamaian dunia. Ia mencontohkan peran Indonesia di forum-forum internasional dalam memperjuangkan keadilan bagi Palestina dan mendorong dialog antaragama. “Hijrah tidak hanya urusan individu, tapi juga tanggung jawab kolektif untuk menyelamatkan peradaban,” tuturnya.

Pada sesi terakhir, ia mengajak semua jamaah untuk berdoa bagi kemajuan bangsa. Doa dipanjatkan khusus bagi keselamatan para pemimpin negara, ulama, dan tokoh bangsa yang telah berpulang. Air mata haru beberapa jamaah tak terbendung saat pembacaan doa akhir dan awal tahun dilafalkan dengan syahdu oleh Rais Aam PBNU. Malam itu menegaskan bahwa 1 Muharam bukan sekadar pergantian angka, melainkan kesempatan untuk mendefinisikan ulang peran umat Islam dalam membangun peradaban yang lebih adil dan bermartabat.

“Mari kita jadikan 1448 Hijriah sebagai tahun kebangkitan moral dan intelektual umat. Jangan ada yang merasa paling benar sendiri, karena kebenaran sejati adalah ketika kita mampu menghormati sesama,” demikian pesan penutup Menteri Agama yang disambut gemuruh takbir ribuan jamaah. Peringatan ditutup dengan salat Isya berjamaah dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Menag Nasaruddin Umar.

[SOCIAL_TWEET]: Menag Nasaruddin Umar serukan persatuan dan refleksi diri pada malam 1 Muharam 1448 H di Masjid Istiqlal. “Hijrah bukan sekadar sejarah, tapi transformasi spiritual.” #TahunBaruIslam1448H #MenagNasaruddin #Istiqlal[SOCIAL_TG]: 📢 Malam 1 Muharam 1448 H: Menag Nasaruddin Umar ajak umat hijrah akhlak, digital, dan ekonomi. Doa bersama di Istiqlal begitu khidmat. Yuk, jadikan tahun ini lebih baik! 🌙✨

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User