Polytama Propindo Dorong Kemandirian Disabilitas Melalui Program Setara

PT Polytama Propindo, perusahaan petrokimia nasional yang beroperasi di Indramayu, Jawa Barat, terus menunjukkan kepedulian terhadap isu sosial melalui pro

Jul 12, 2026 - 16:45
0 0
Polytama Propindo Dorong Kemandirian Disabilitas Melalui Program Setara

PT Polytama Propindo, perusahaan petrokimia nasional yang beroperasi di Indramayu, Jawa Barat, terus menunjukkan kepedulian terhadap isu sosial melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bertajuk Setara (Sinergi Kawan Inklusi). Sejak digagas pada awal 2023, program ini berfokus pada pemberdayaan penyandang disabilitas agar mampu hidup mandiri secara ekonomi dan sosial. Hingga pertengahan 2025, tercatat lebih dari 75 penyandang disabilitas telah merasakan langsung manfaat pelatihan vokasi, pendampingan usaha, hingga akses permodalan yang disediakan oleh perusahaan.

Mengapa Program Ini Dilahirkan?

Berdasarkan data Kementerian Sosial dan Dinas Sosial Kabupaten Indramayu, masih banyak penyandang disabilitas yang menghadapi keterbatasan akses pekerjaan dan minimnya peluang untuk mengembangkan keterampilan. Wilayah operasional Polytama yang meliputi Kecamatan Jatibarang dan sekitarnya juga memiliki angka disabilitas yang cukup signifikan—terutama penyandang tunadaksa, tunanetra, dan tunarungu—yang mengandalkan bantuan keluarga untuk kebutuhan sehari-hari. Melihat kenyataan itu, manajemen PT Polytama Propindo berinisiatif merancang sebuah program inklusi yang tidak hanya bersifat karitatif, tetapi benar-benar membangun kemandirian penerima manfaat.

“Kami percaya bahwa kemandirian penyandang disabilitas harus didorong melalui pendekatan pemberdayaan, bukan sekadar bantuan sesaat. Program Setara lahir dari keyakinan bahwa setiap orang memiliki potensi, asal diberikan akses yang setara,” ujar Budi Santoso, Direktur Operasional PT Polytama Propindo, saat ditemui di Indramayu, Kamis lalu.

Tahapan Pelaksanaan Program (2023–2025)

Sejak peluncuran pada Februari 2023, Program Setara berjalan dalam tiga fase kronologis yang terukur:

  1. Fase Pelatihan Intensif (Maret–Mei 2023). Sebanyak 25 penyandang disabilitas terpilih mengikuti pelatihan keterampilan seperti menjahit, kerajinan tangan dari limbah polypropylene, budidaya ikan lele, dan pemasaran digital. Pelatihan berlangsung selama tiga bulan penuh di Training Center Polytama dengan instruktur dari Balai Latihan Kerja (BLK) Indramayu dan praktisi UMKM. Seluruh peserta mendapatkan bekal alat kerja, termasuk mesin jahit portable, alat cukil kayu, dan smartphone untuk praktik digital.
  2. Fase Pendampingan dan Perintisan Usaha (Juni 2023–Desember 2024). Lulusan pelatihan langsung didampingi oleh mentor wirausaha selama enam bulan untuk merintis usaha mandiri. Program ini juga menggandeng marketplace lokal seperti Blanja.com Indramayu dan platform Shopee untuk memamerkan produk peserta. Pada November 2023, sepuluh peserta berhasil mendapatkan penempatan kerja di PT Mitra Polytama dan perusahaan rekanan. Sementara itu, peserta yang memilih jalur wirausaha diberi modal awal rata-rata Rp5 juta per orang melalui skema pinjaman lunak tanpa bunga.
  3. Fase Ekspansi dan Inovasi (Januari 2025–sekarang). Program diperluas dengan membuka angkatan kedua sebanyak 50 peserta dari tiga kecamatan sekitar pabrik. Selain pelatihan, perusahaan juga memberikan bantuan alat bantu mobilitas dan adaptif—mulai dari kursi roda elektrik, tongkat lipat sensor, hingga kacamata baca—kepada 40 penyandang disabilitas. Pada Maret 2025, Polytama meluncurkan Setara Mart, sebuah kedai komunitas yang menjual produk karya peserta di area pabrik dan rencananya akan dibuka di pusat perbelanjaan Ciputat, Indramayu.

Dampak Nyata di Lapangan

Evaluasi internal perusahaan per April 2025 menunjukkan pencapaian positif: 62% alumni Program Setara kini memiliki sumber penghasilan mandiri, dengan rata-rata pendapatan bulanan sebesar Rp2,1 juta—naik sekitar 45% dibanding sebelum mengikuti program. Beberapa peserta bahkan mampu membuka lapangan kerja baru bagi penyandang disabilitas lain di lingkungannya.

Andi Hermawan (32), penyandang tunadaksa asal Desa Krangkeng, menuturkan pengalamannya: “Sebelum ikut Setara, saya hanya di rumah, tidak produktif. Setelah dilatih dan dapat mesin jahit, sekarang saya bisa menerima pesanan jilbab dan seragam. Alhamdulillah, sebulan bisa dapat Rp3 jutaan, cukup untuk keluarga.”

Tak hanya peningkatan ekonomi, program ini juga berdampak pada kepercayaan diri dan penerimaan sosial. Survei singkat terhadap 50 alumni menunjukkan 85% responden merasa lebih dihargai masyarakat dan lebih termotivasi mengembangkan diri. Pemerintah Desa setempat bahkan turut mengalokasikan ruang pamer khusus untuk produk binaan Setara di balai desa.

Kolaborasi Multipihak dan Rencana ke Depan

Keberhasilan Program Setara tidak lepas dari kemitraan strategis dengan Dinas Sosial Indramayu, BLK, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Cabang Indramayu, serta sejumlah perusahaan rintisan di bidang teknologi inklusif. Ke depan, PT Polytama Propindo menargetkan 200 penyandang disabilitas bisa diberdayakan melalui Program Setara pada tahun 2027, sekaligus mendirikan pusat inklusi terpadu yang berfungsi sebagai hub pelatihan, produksi, dan pemasaran.

“Kami tidak ingin berjalan sendiri. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar dampak yang bisa kita ciptakan. Program Setara terbuka untuk kolaborasi dengan pemerintah, sesama korporasi, dan organisasi masyarakat sipil,” tambah Budi Santoso. Sembari menunggu realisasi pusat inklusi, perusahaan akan menggelar Inclusive Job Fair setiap enam bulan untuk mempertemukan lulusan program dengan dunia usaha.

Dengan semangat ini, Polytama berharap kisah kemandirian dari Indramayu dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain bahwa disabilitas bukanlah penghalang untuk berkarya dan berdaya.

[SOCIAL_TWEET]: PT Polytama Propindo buktikan komitmen inklusi lewat Program Setara. Sejak 2023, >75 penyandang disabilitas di Indramayu dilatih & diberdayakan agar mandiri ekonomi. #DisabilitasBerdaya #CSRPolytama #SetaraInklusi[SOCIAL_TG]: 🌟 Program Setara dari Polytama Propindo bantu penyandang disabilitas di Indramayu mandiri lewat pelatihan dan usaha. Udah 75+ orang terbantu sejak 2023. Keren!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User