MBG Kembali Digelar, Siswa SDN Meruyung Depok Antusias

BARU SAJA – Ratusan siswa SDN Meruyung, Depok, langsung menyambut gembira saat deretan ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) dibagikan Senin (13/7) pagi. Suasana ceria mewarnai awal pekan yang kembali ...

Jul 13, 2026 - 14:51
0 0
MBG Kembali Digelar, Siswa SDN Meruyung Depok Antusias

BARU SAJA – Ratusan siswa SDN Meruyung, Depok, langsung menyambut gembira saat deretan ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) dibagikan Senin (13/7) pagi. Suasana ceria mewarnai awal pekan yang kembali menghadirkan program sarapan sehat itu.

Kegiatan ini melanjutkan rangkaian MBG yang sempat jeda selama libur semester. Kini, lebih dari 800 peserta didik dari kelas 1 hingga 6 menerima menu bergizi seimbang tanpa dipungut biaya. Setiap ompreng disiapkan oleh dapur umum sekolah dan diawasi langsung oleh tim gizi.

Fakta Cepat Pembagian MBG

  • Total penerima: 817 siswa SDN Meruyung.
  • Menu hari ini: nasi putih, ayam bakar kecap, tumis kangkung, tahu goreng, dan buah semangka.
  • Distribusi dilakukan dua tahap: pukul 07.30 untuk sarapan dan pukul 11.30 untuk makan siang.
  • Bahan baku berasal dari petani dan peternak lokal yang telah lolos standar keamanan pangan.
  • Tidak ada sampah plastik: sekolah menggunakan ompreng berbahan stainless steel yang dicuci ulang setiap hari.

Antusiasme dan Manfaat Nyata

Sorak kecil terdengar saat guru mulai membuka tutup ompreng. Sejumlah siswa spontan menghabiskan seluruh isi tanpa sisa. Guru kelas 3, Nurul Aini, menuturkan perubahan signifikan terjadi sejak MBG berjalan. “Anak-anak lebih fokus belajar, tidak lagi mengantuk karena lapar,” ucapnya.

Siswa bernama Dimas, 10 tahun, mengaku paling suka menu ayam bakar. “Rasanya enak, seperti masakan Ibu. Saya selalu habis,” katanya sambil menunjukkan piring kosong. Antusiasme serupa dilaporkan di kelas lain. Guru Pendidikan Jasmani, Budi Setiawan, menyebut siswa kini lebih aktif bergerak saat jam olahraga.

Para orang tua turut merasakan dampak ekonomi. Ibu rumah tangga bernama Sari, yang memiliki dua anak di SD tersebut, mengaku pengeluaran dapur berkurang sekitar Rp200.000 per bulan. “Biasanya harus siapkan bekal, sekarang lebih irit. Anak pun makan makanan bergizi yang terjamin,” ungkapnya.

Program ini juga menjadi alat edukasi. Guru memanfaatkan waktu makan untuk mengajarkan nilai gizi, kebersihan, dan etika makan bersama. Siswa dibiasakan mencuci tangan, berdoa, dan merapikan tempat setelah selesai. Hal ini dinilai membangun karakter positif sejak dini.

Perluasan dan Tantangan

Dinas Pendidikan Kota Depok menargetkan MBG menyentuh 50.000 siswa di seluruh SD negeri secara bertahap. Kepala Bidang Pembinaan SD, Arief Rachman, menyebut 120 sekolah sudah masuk daftar antrean. “Kami percepat agar akhir tahun semua tercover,” ujarnya melalui keterangan tertulis.

Meski begitu, tantangan logistik masih mengemuka. Distribusi ke sekolah-sekolah pelosok memerlukan kendaraan berinsulasi agar suhu makanan tetap terjaga. Pemkot menggandeng beberapa UMKM katering lokal dan menyiapkan 40 unit mobil berpendingin tambahan.

Evaluasi rutin digelar setiap bulan. Tim pemantau memastikan tidak ada makanan terbuang dan menu bervariasi sesuai siklus 20 hari kerja. Ahli gizi Puskesmas setempat, Rahmawati, menjelaskan komposisi kalori diatur sekitar 400–500 kkal per porsi sarapan dan 600–700 kkal untuk makan siang. “Kami sesuaikan dengan angka kecukupan gizi anak usia sekolah,” pungkasnya.

Dengan kembalinya MBG, SDN Meruyung menjadi potret harapan. Program yang memadukan asupan fisik dan pembentukan karakter ini terus diperkuat agar tidak sekadar kenyang, tetapi juga membangun generasi lebih sehat dan cerdas.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User