MAXi Tour Boemi Nusantara 2026 Gelar Ekspedisi Kalimantan untuk Konservasi Orang Utan
BALIKPAPAN — Rangkaian MAXi Tour Boemi Nusantara (MTBN) 2026 secara resmi memasuki etape kedelapan dengan menjelajahi medan ekstrem Pulau Kalimantan, mengu
BALIKPAPAN — Rangkaian MAXi Tour Boemi Nusantara (MTBN) 2026 secara resmi memasuki etape kedelapan dengan menjelajahi medan ekstrem Pulau Kalimantan, mengusung misi ganda: pembuktian performa kendaraan MAXimal sekaligus aksi nyata pelestarian orang utan yang kini terancam punah.
Setelah menuntaskan eksplorasi di Sumatera, Jawa, Bali, dan Lombok, konvoi MAXi kini menginjakkan ban di tanah Borneo—pulau dengan hutan hujan tropis tertua di dunia. Perjalanan ini bukan sekadar uji ketangguhan mesin, melainkan juga deklarasi komitmen terhadap keberlanjutan ekosistem Kalimantan.
Kronologi Ekspedisi: Dari Aspal Mulus Hingga Jalur Lumpur
- Hari Pertama (Balikpapan — Samarinda): Konvoi melewati jalan Trans-Kalimantan dengan total jarak 120 km. Seluruh unit MAXi diuji dalam kondisi lalu lintas perkotaan dan tanjakan sedang.
- Hari Kedua (Samarinda — Kutai Barat): Medan mulai menantang. Jalan logging sepanjang 85 km menjadi ajang pembuktian durabilitas suspensi MAXi. Konsumsi bahan bakar tercatat hanya 14 km/liter di jalur off-road ringan.
- Hari Ketiga (Kutai Barat — Pusat Rehabilitasi Orang Utan): Tim MTBN tiba di fasilitas konservasi dan langsung menyerahkan donasi sebesar Rp 350 juta untuk program rehabilitasi 12 ekor orang utan.
Data dan Fakta Penting Ekspedisi
- Total jarak tempuh etape Kalimantan: 460 km dalam 5 hari
- Jumlah unit MAXi yang dikerahkan: 18 unit varian MAXi X dan MAXi Adventure
- Emisi karbon berhasil ditekan 22% melalui teknologi Eco-Boost terbaru
- Donasi konservasi terkumpul: Rp 350 juta
- Orang utan yang terdampak program rehabilitasi: 12 ekor
Bukti Performa di Medan Ekstrem
MAXi Tour Boemi Nusantara bukan sekadar perjalanan wisata. Setiap etape dirancang untuk mendorong batas kemampuan kendaraan. Di Kalimantan, MAXi X berhasil melewati jalur lumpur sepanjang 14 km tanpa kendala berarti. Fitur hill-start assist dan water wading sedalam 60 cm diuji langsung di Sungai Mahakam.
Komitmen Konservasi Orang Utan
Kalimantan dipilih bukan tanpa alasan. Populasi orang utan Borneo menyusut drastis—dari sekitar 288.500 ekor pada 1973 menjadi kurang dari 100.000 ekor pada 2025. MAXi menggandeng lembaga konservasi lokal untuk memastikan setiap rupiah donasi berdampak langsung pada pelepasliaran dan perawatan satwa endemik ini.
"Ini perjalanan paling bermakna dalam sejarah MTBN," ujar Direktur Pemasaran MAXi Indonesia, menegaskan bahwa setiap kilometer yang ditempuh adalah langkah untuk masa depan orang utan Kalimantan.
Comments (0)