Maraknya Kekerasan Seksual: Pria Kembang Janggut Lecehkan Anak Tiri gegara Hubungan Tak Harmonis
TENGGARONG — Polres Kutai Kartanegara berhasil mengamankan Ro (47), seorang pria di Kecamatan Kembang Janggut, atas tuduhan pelecehan seksual terhadap anak
Polres Kutai Kartanegara berhasil mengamankan Ro (47), seorang pria di Kecamatan Kembang Janggut, atas tuduhan pelecehan seksual terhadap anak tirinya yang masih di bawah umur. Penangkapan ini menguak fakta mengejutkan: motif pelaku bukanlah semata nafsu sesaat, melainkan buah dari hubungan rumah tangga yang retak berkepanjangan.
Bibit Dosa dari Ranjang yang Retak
Dari hasil interogasi intensif yang dilakukan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), terungkap bahwa pelaku kerap terlibat cekcok hebat dengan sang istri. Ketidakharmonisan ini menciptakan distorsi psikologis yang mengerikan. Alih-alih menyelesaikan masalah dengan dewasa, pelaku justru melampiaskan hasrat bejatnya ke anak tiri yang seharusnya ia lindungi.
Gelap mata akibat frustrasi—itulah istilah yang digunakan pihak kepolisian untuk menggambarkan kondisi mental pelaku saat menjalankan aksi kejinya. Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa korban kekerasan seksual domestik seringkali adalah pihak yang paling rentan dalam pusaran konflik rumah tangga.
"Pelaku mengaku kesal karena hubungannya dengan istrinya tidak harmonis. Pelampiasan itu justru diarahkan kepada anak tirinya. Tidak ada pembenaran apapun untuk ini," tegas seorang penyidik, menggambarkan betapa kacaunya logika pelaku.
Jerat Hukum Menanti
Kini, Ro harus meringkuk di balik jeruji besi. Ia dijerat dengan pasal berlapis tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal yang sangat berat. Proses hukum sedang berjalan, dan polisi memastikan pendampingan psikologis intensif diberikan kepada korban yang mengalami trauma mendalam akibat pengkhianatan kepercayaan ganda: kehilangan ayah tiri dan kehilangan rasa aman di rumahnya sendiri. Kasus ini menambah daftar panjang darurat kekerasan seksual yang perlu diwaspadai.
Comments (0)