Mandalika Street Food Festival 2026 Hadirkan Kuliner Legendaris Lombok

MANDALIKA – Ribuan pelancong domestik dan mancanegara langsung menyerbu kawasan The Mandalika begitu gerbang Mandalika Street Food Festival 2026 resmi dibuka pagi tadi. Berlangsung mulai 10 hingga 1...

Jul 12, 2026 - 17:53
0 0

MANDALIKA – Ribuan pelancong domestik dan mancanegara langsung menyerbu kawasan The Mandalika begitu gerbang Mandalika Street Food Festival 2026 resmi dibuka pagi tadi. Berlangsung mulai 10 hingga 12 Juli 2026, ajang ini langsung menjadi pusat perhatian berkat deretan menu legendaris khas Lombok yang sudah melegenda lintas generasi.

Peta Kuliner Legendaris

Di sepanjang Area Bazaar Mandalika dan Kuta Lane, lebih dari 80 gerai makanan berjajar menawarkan cita rasa autentik yang sulit ditemukan di tempat lain. Ayam Taliwang dengan sambal tomatnya yang pedas menggoda, Plecing Kangkung berlumur sambal tomat segar, serta Sate Rembiga bercita rasa manis-pedas dari daging sapi pilihan menjadi buruan utama pengunjung sejak menit pertama acara. Tak hanya hidangan berat, jajanan pasar seperti Kue Lompong, Jaje Tujak, dan aneka olahan Ikan Bakar Jimbaran versi Lombok juga ludes dalam hitungan jam.

Bukan Sekadar Pesta Rasa

Festival yang digelar selama tiga hari ini dirancang bukan sekadar pasar malam biasa. Panggung hiburan menampilkan musik tradisional Sasak secara bergantian dengan band lokal, menciptakan suasana yang terus hidup dari sore hingga tengah malam. Area festival dibagi dalam zona bertema: Zona Nusantara untuk menu khas Lombok, Zona Pasar Rakyat untuk aneka kerajinan tangan, dan Zona Mandalika Spice yang menawarkan pengalaman langsung meracik bumbu tradisional bersama chef lokal.

Antusiasme Pengunjung Melonjak

Data sementara dari panitia mencatat, dalam empat jam pertama saja jumlah pengunjung telah menembus 12.000 orang, naik 40 persen dibanding hari pertama penyelenggaraan tahun lalu. Beberapa pengunjung rela menginap di sekitar Kuta sejak malam sebelumnya demi bisa menjadi yang pertama mencicipi menu yang hanya muncul setahun sekali ini. Salah satu pengunjung asal Surabaya mengaku sengaja menjadwalkan liburan khusus untuk festival ini. “Saya sudah tiga kali ke sini, dan setiap tahun selalu ada menu baru yang bikin rindu,” ujarnya.

Efek Dompet Digital

Tak hanya memanjakan lidah, festival ini turut menggerakkan ekonomi warga lokal. Seluruh transaksi di area festival menggunakan sistem pembayaran nontunai berbasis QRIS, mempercepat antrean dan memudahkan pencatatan omzet harian bagi pedagang. Rata-rata pendapatan satu gerai diperkirakan menembus Rp 8 juta per hari, angka yang signifikan bagi pelaku usaha mikro di kawasan wisata ini. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah juga menyiagakan tim pemadam kebakaran, ambulans, dan posko keamanan untuk memastikan kenyamanan hingga acara berakhir Minggu malam nanti.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User