Mendagri Tito Instruksikan Pemda Gali Potensi Kerajinan Daerah

JAKARTA — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengeluarkan arahan tegas. Seluruh pemerintah daerah beserta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) wajib menggenjot eksplorasi dan pengembangan p...

Jul 12, 2026 - 19:55
0 0
Mendagri Tito Instruksikan Pemda Gali Potensi Kerajinan Daerah

JAKARTA — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengeluarkan arahan tegas. Seluruh pemerintah daerah beserta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) wajib menggenjot eksplorasi dan pengembangan produk kerajinan lokal. Langkah ini dinilai vital untuk mempertahankan warisan budaya, menciptakan gelombang lapangan kerja baru, serta memutar roda perekonomian daerah secara masif.

Instruksi tersebut menggema dalam rapat koordinasi khusus yang digelar secara hibrida. Tito tidak ingin program ini menjadi rutinitas belaka. “Saya minta gerakan nyata di lapangan. Data, peta potensi, dan eksekusi harus jelas,” tegasnya di hadapan para kepala daerah.

Pelestarian: Antara Motif Kuno dan Ancaman Kepunahan

Mendagri menyoroti ironi di balik kekayaan tradisi. Puluhan teknik pembuatan tenun, batik pewarna alam, serta ukiran khas daerah berada di ambang krisis regenerasi. Pengrajin senior banyak yang uzur, sedangkan generasi muda enggan meneruskan. Pemerintah daerah diminta segera melakukan langkah penyelamatan melalui:

  • Inventarisasi menyeluruh pengrajin dan sentra produksi
  • Program magang wajib bagi pemuda di sektor kriya
  • Perlindungan hukum atas motif tradisional sebagai kekayaan intelektual

Langkah ini bukan sekadar nostalgia. Tito menekankan bahwa budaya yang lestari adalah modal sosial yang bisa dikapitalisasi menjadi produk ekonomi bernilai tinggi.

Perang Melawan Pengangguran Lewat Kriya

Dekranasda yang sehari-hari menjadi motor penggerak kerajinan diinstruksikan keluar dari zona nyaman. Tito memproyeksikan bahwa pengembangan serius di sektor ini mampu menyerap lebih dari 50.000 tenaga kerja baru dalam dua tahun. Mulai dari pengrajin, pendesain kemasan, fotografer produk, hingga spesialis pemasaran digital. Ini menjadi angin segar di tengah ancaman resesi global.

Mengubah Suvenir Menjadi Komoditas Ekspor

Pola pikir lama harus dirombak. Kerajinan tidak lagi boleh dipandang sebelah mata sebagai sekadar buah tangan wisatawan. Produk-produk unggulan seperti anyaman rotan Kalimantan, batik pesisiran, dan perak Kotagede harus tampil di etalase dunia. Dekranasda bertugas membuka akses pasar global dengan menghubungkan pengrajin langsung ke buyer internasional tanpa tengkulak.

“Jangan hanya jualan di bazar lokal. Tembus marketplace global. Manfaatkan teknologi,” ujar Tito. Ia mencontohkan beberapa daerah yang sukses mengerek Pendapatan Asli Daerah (PAD) setelah serius menggarap ekspor kriya.

Sinergi Digital dan Kemitraan Strategis

Untuk mempercepat capaian, Tito menolak alasan keterbatasan anggaran. Ia mendorong setiap pemda merangkul perusahaan teknologi, BUMN, serta platform e-commerce. Pelatihan live selling, pembuatan katalog digital, dan manajemen logistik menjadi kebutuhan dasar yang harus difasilitasi oleh pemerintah. Kolaborasi ini diyakini bisa memangkas biaya promosi hingga 70 persen.

Sejumlah kepala daerah langsung merespons. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, misalnya, telah menyiapkan gudang bersama untuk konsolidasi produk UMKM kriya sebelum dikirim ke luar negeri. Program serupa mulai direplikasi di Sulawesi Selatan dan Bali.

Tito menutup arahannya dengan pesan keras. Keberhasilan daerah mengembangkan kerajinan lokal akan menjadi indikator kinerja utama dalam evaluasi pembangunan. Ia tidak segan memberikan sanksi administratif bagi daerah yang abai. Targetnya jelas: dalam seratus hari ke depan, setiap kabupaten/kota harus sudah memiliki peta jalan pengembangan ekonomi kreatif berbasis kriya.

Data Kementerian Perindustrian mencatat, ekspor produk kerajinan nasional menyentuh angka Rp12,8 triliun pada tahun sebelumnya. Tito optimistis, dengan gerakan masif ini, angka tersebut bisa melonjak hingga dua kali lipat dalam tiga tahun ke depan. “Kita punya harta karun. Tinggal mau serius atau tidak,” pungkasnya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User