Lindsey Graham, Senator Sekutu Trump, Meninggal di Usia 71
WASHINGTON, D.C. — Kabar duka menyelimuti jagat politik Amerika Serikat. Senator senior dari South Carolina, Lindsey Graham, dikonfirmasi meninggal dunia pada Sabtu (11/7) pagi waktu setempat. Polit...
WASHINGTON, D.C. — Kabar duka menyelimuti jagat politik Amerika Serikat. Senator senior dari South Carolina, Lindsey Graham, dikonfirmasi meninggal dunia pada Sabtu (11/7) pagi waktu setempat. Politisi Partai Republik yang dikenal sebagai salah satu sekutu paling setia Donald Trump itu wafat di usia 71 tahun setelah mengalami sakit secara mendadak.
Kronologi Kepergian Mendadak
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Graham sempat menjalani aktivitas normal pada Jumat (10/7) sore. Namun, pada Sabtu dini hari, ia mengeluhkan kondisi kesehatan yang menurun drastis. Tim medis segera dikerahkan ke kediamannya di Seneca, South Carolina, namun nyawanya tidak tertolong. Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga belum merilis pernyataan resmi mengenai penyebab pasti kematian. Kantor Senator Graham hanya mengonfirmasi bahwa sang senator meninggal dengan tenang didampingi keluarga terdekat.
Karier Politik yang Kontroversial dan Berpengaruh
Lindsey Olin Graham lahir pada 9 Juli 1955 di Central, South Carolina. Ia mengawali karier politiknya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat South Carolina sebelum akhirnya terpilih menjadi anggota DPR AS pada 1994. Empat tahun berselang, ia sukses merebut kursi Senat dan terus menjabat selama lebih dari dua dekade.
Graham dikenal sebagai sosok "elang" dalam kebijakan luar negeri, konservatif dalam isu fiskal, namun kerap menunjukkan sisi pragmatis dalam sejumlah isu domestik. Popularitasnya meroket ketika ia menjadi salah satu pembela paling vokal Donald Trump selama masa kampanye hingga kepresidenan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Komite Kehakiman Senat dan memainkan peran kunci dalam konfirmasi tiga hakim agung konservatif, termasuk Brett Kavanaugh dan Amy Coney Barrett.
DUKUNGAN penuh Graham kepada Trump tidak goyah meski sempat bersitegang pasca kerusuhan Capitol 2021. Ia justru muncul sebagai jembatan penting antara pendirian Partai Republik dan basis pendukung MAGA. Kemampuannya bernegosiasi di balik layar menjadikannya salah satu senator paling berpengaruh di Capitol Hill.
Respons dari Gedung Putih dan Kolega
Presiden Donald Trump, melalui akun Truth Social-nya, menyampaikan belasungkawa mendalam. "Lindsey adalah pejuang sejati. Ia mencintai negaranya dan tidak pernah menyerah. Kehilangan besar bagi Partai Republik dan Amerika," tulis Trump. Sementara itu, Pemimpin Minoritas Senat dari Partai Demokrat turut menyampaikan duka, menggambarkan Graham sebagai "lawan politik yang tangguh namun tetap menjunjung tinggi persahabatan".
Dampak dan Proses Suksesi
Kematian mendadak Graham memicu kekosongan kursi Senat yang harus segera diisi. Gubernur South Carolina, Henry McMaster, diberitakan akan menunjuk pengganti sementara hingga pemilu khusus digelar. Dengan keseimbangan kekuatan di Senat yang tipis, kepergian Graham berpotensi mengubah peta politik dan agenda legislatif dalam beberapa bulan ke depan.
Rencana pemakaman kenegaraan tengah disiapkan. Publik dapat memberikan penghormatan terakhir di Gedung Capitol sebelum jenazah diterbangkan ke South Carolina untuk dimakamkan secara pribadi.
Baca juga:
Comments (0)