MEDAN — Ustaz Abdul Somad, salah satu pendakwah paling berpengaruh di Indonesia,
Mengapa Ilustrasi Menjadi Pilihan Dalam berbagai kesempatan, Ustaz Abdul Somad kerap menampilkan gambar, diagram, atau bahkan cuplikan video pendek untuk
Mengapa Ilustrasi Menjadi Pilihan
Dalam berbagai kesempatan, Ustaz Abdul Somad kerap menampilkan gambar, diagram, atau bahkan cuplikan video pendek untuk memperjelas poin-poin penting dalam ceramahnya. Misalnya, saat membahas sejarah Islam di Nusantara, ia menayangkan peta interaktif jalur perdagangan para wali. Saat menjelaskan hukum fikih, ia menggunakan skema sederhana yang membantu jamaah memahami alur berpikir hukum Islam secara visual.
“Kita tidak bisa lagi hanya bicara dengan kata-kata. Jamaah sekarang butuh visualisasi agar pesan lebih mudah menancap di hati dan pikiran,” ujar Ustaz Abdul Somad dalam wawancara eksklusif dengan tim Beritatercepat.com, Sabtu (3/1/2026).
Pendekatan ini mendapat sambutan hangat. Ribuan komentar positif membanjiri unggahan ceramah-ceramahnya di YouTube dan Instagram. Banyak generasi muda, yang sebelumnya enggan mendengarkan ceramah panjang, justru mengaku betah menyimak karena elemen visual yang mendukung narasi.
Tren Dakwah Visual di Indonesia
Penggunaan ilustrasi dalam ceramah bukanlah fenomena yang muncul tiba-tiba. Sejak pandemi COVID-19 memaksa aktivitas keagamaan beralih ke dunia maya, sejumlah pendakwah mulai beradaptasi dengan format digital. Namun, Ustaz Abdul Somad dianggap sebagai salah satu tokoh yang paling serius mengembangkan aspek visual ini secara profesional. Ia bahkan menggandeng tim desainer grafis dan animator untuk memproduksi konten dakwah yang sinematik.
Menurut data dari Kementerian Agama, lebih dari 70% generasi Z dan milenial mengakses ceramah agama melalui platform digital. Hal ini mendorong para ulama untuk tidak hanya memikirkan isi pesan, tetapi juga cara penyampaian yang relevan dengan kebiasaan konsumsi media saat ini. Ilustrasi, infografis, dan animasi dianggap sebagai “bahasa baru” yang efektif untuk menyampaikan nilai-nilai keislaman.
Pengaruh Ilustrasi terhadap Pemahaman Jamaah
Penelitian dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menunjukkan bahwa penggunaan ilustrasi visual dalam ceramah mampu meningkatkan daya ingat jamaah hingga 60% dibandingkan ceramah tanpa elemen visual. Selain itu, tingkat retensi pesan—yaitu kemampuan jamaah untuk mengingat dan menerapkan isi ceramah—juga tercatat lebih tinggi pada sesi yang disertai gambar atau video pendukung.
“Ini bukan sekadar tambahan estetis. Ilustrasi membantu otak memproses informasi dengan lebih cepat karena melibatkan indra penglihatan dan pendengaran secara bersamaan,” jelas Dr. Rahmat Hidayat, ahli komunikasi dan dakwah dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, saat dihubungi secara terpisah.
Lebih jauh, Dr. Rahmat menyebut bahwa pendekatan ini juga mengurangi risiko salah paham atas materi yang disampaikan. Dalam banyak kasus, perbedaan interpretasi di kalangan jamaah seringkali muncul karena kompleksitas istilah Arab atau teknis fikih. Dengan adanya skema visual, makna pesan lebih terstandarisasi dan mudah dicerna.
Keseimbangan antara Tradisi dan Inovasi
Meski mengadopsi teknologi modern, Ustaz Abdul Somad tetap berpegang teguh pada substansi keilmuan klasik. Ia menekankan bahwa ilustrasi hanyalah alat bantu, bukan pengganti dari kedalaman ilmu dan adab seorang pendakwah. Dalam setiap ceramahnya, referensi kitab kuning dan dalil Al-Qur’an serta hadis tetap menjadi landasan utama.
“Saya tidak mau orang mengira ini cuma gaya-gayaan. Setiap gambar yang saya pakai sudah melalui riset dan verifikasi. Tidak boleh ada yang keluar dari koridor syariat,” tegasnya.
Prinsip ini diamini oleh para ulama senior di Tanah Air. Beberapa menyebut Ustaz Abdul Somad sebagai contoh sukses adaptasi dakwah tanpa kehilangan jati diri. Majelis Ulama Indonesia (MUI) sendiri dalam beberapa kesempatan mendorong para pendakwah muda untuk memanfaatkan teknologi secara bijak dan proporsional.
Respon Komunitas dan Pengamat
Di komunitas-komunitas pengajian daring, kehadiran ilustrasi dalam ceramah Ustaz Abdul Somad menjadi topik diskusi tersendiri. Banyak yang merasa terbantu, terutama para mualaf dan muslim yang baru belajar agama. Mereka mengaku lebih mudah memahami konsep-konsep abstrak seperti tauhid, takdir, dan adab dengan bantuan visual.
“Sebelumnya saya sering ngantuk kalau dengar ceramah panjang. Tapi sejak Ustaz Somad pakai gambar-gambar, saya jadi lebih fokus. Bahkan anak saya yang masih SD juga ikut nonton,” cerita Dian Puspitasari, seorang ibu rumah tangga di Surabaya yang rutin mengikuti kajian daring.
Namun, sejumlah pengamat mengingatkan agar inovasi ini tidak berlebihan hingga mengaburkan esensi dakwah. Mereka menyarankan agar para pendakwah tetap menjaga keseimbangan antara konten visual dan verbal, serta memastikan bahwa ilustrasi yang digunakan tidak melanggar norma-norma dalam penggambaran makhluk bernyawa sesuai pandangan mayoritas ulama.
Langkah Selanjutnya: Dakwah Interaktif Berbasis AI
Ke depan, Ustaz Abdul Somad berencana mengembangkan platform dakwah interaktif berbasis kecerdasan buatan (AI). Platform ini akan memungkinkan jamaah berinteraksi langsung dengan materi ceramah melalui kuis visual, simulasi, dan tanya jawab otomatis berbasis teks. Konsep ini terinspirasi dari keberhasilan penggunaan ilustrasi yang kini menjadi salah satu identitas ceramahnya.
“Saya ingin jamaah tidak hanya mendengar, tapi ikut ‘merasakan’ dan ‘menyentuh’ pesan yang disampaikan. Dengan AI, kita bisa personalisasi pengalaman belajar agama setiap orang,” jelasnya sambil menunjukkan prototipe awal aplikasi yang tengah dikembangkan bersama tim teknologinya.
Langkah ini diyakini akan semakin memperluas jangkauan dakwah, terutama ke segmen generasi Alfa yang lahir dan besar di era digital. Meski masih dalam tahap uji coba, sejumlah investor dan lembaga amal sudah menyatakan ketertarikannya untuk mendukung proyek ini.
Sebagai informasi tambahan, berikut tiga pertanyaan yang sering diajukan seputar penggunaan ilustrasi dalam ceramah:
TAGS: Ustaz Abdul Somad, ilustrasi ceramah, dakwah digital, komunikasi visual, inovasi dakwah
[SOCIAL_TWEET]: Ceramah tak lagi monoton! Ustaz Abdul Somad buktikan ilustrasi visual mampu tingkatkan pemahaman jamaah hingga 60%. Kini siapkan platform dakwah interaktif berbasis AI. #DakwahDigital #UstazAbdulSomad
[SOCIAL_FB]: Inovasi dakwah dari Tanah Air: Ustaz Abdul Somad konsisten gunakan ilustrasi visual dalam setiap ceramahnya. Langkah ini dinilai mampu menjembatani gaya ceramah tradisional dengan kebutuhan generasi muda yang akrab teknologi. Selain meningkatkan pemahaman, pendekatan ini juga memicu tren dakwah digital yang lebih dinamis. Simak selengkapnya!
[SOCIAL_TG]: 📊 Faktanya: Penggunaan ilustrasi visual dalam ceramah Ustaz Abdul Somad meningkatkan daya ingat jamaah hingga 60% (riset UIN Ar-Raniry). Kini beliau kembangkan platform AI interaktif. Apakah ini masa depan dakwah?
[SOCIAL_THREADS]: Pernah ngerasa ngantuk pas dengerin ceramah panjang? Ustaz Abdul Somad punya solusinya: ilustrasi visual. Peta, diagram, bahkan animasi—semua dipakai buat bikin pesan agama lebih nempel di hati. Hasilnya? Ribuan anak muda jadi betah nyimak. Sekarang beliau lagi garap platform AI interaktif. Keren banget, ya! Apa kalian setuju dakwah makin canggih kayak gini? 💬✨
Comments (0)