Asap Masih Mengepul di Rokan Hilir, Tim Fokus Pendinginan
BREAKING, ROKAN HILIR — Kepulan asap dari lahan gambut di Rokan Hilir masih terlihat jelas meskipun titik api sudah tidak lagi terdeteksi. Tim gabungan kini memusatkan seluruh kekuatan pada operasi ...
BREAKING, ROKAN HILIR — Kepulan asap dari lahan gambut di Rokan Hilir masih terlihat jelas meskipun titik api sudah tidak lagi terdeteksi. Tim gabungan kini memusatkan seluruh kekuatan pada operasi pendinginan untuk memastikan bara di dalam tanah benar-benar padam.
Kondisi itu dikonfirmasi langsung oleh Komandan Satuan Tugas Penanggulangan Karhutla Rokan Hilir, AKBP Andi Prasetyo. Ia menegaskan bahwa pantauan satelit dan patroli darat tidak lagi menemukan hotspot dalam 48 jam terakhir. Namun, api bawah tanah di lahan gambut membutuhkan penanganan ekstra karena sulit dijangkau.
Operasi Pendinginan Diperkuat
Sebanyak 150 personel dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan relawan terus menyisir titik-titik rawan. Dua unit helikopter water bombing dikerahkan untuk menyiram areal yang masih mengeluarkan asap.
- 48 jam nihil titik api terpantau
- 150 personel dikerahkan untuk pendinginan
- 2 helikopter melakukan water bombing berkala
- 70 hektare lahan gambut terdampak kebakaran
"Kami pastikan tidak ada lagi api yang menyala di permukaan. Tapi karakter gambut membuat bara bisa bertahan di kedalaman hingga berminggu-minggu. Itu yang sedang kami lawan sekarang," ujar Andi di Posko Utama, Kamis (8/8/2024).
Pendinginan dilakukan dengan menyuntikkan air bertekanan tinggi ke dalam lapisan gambut menggunakan pompa portabel. Teknik ini dianggap paling efektif untuk menjangkau bara tersembunyi. Selain itu, tim juga membuat sekat kanal untuk menjaga kelembaban gambut. Selain water bombing, tim darat menggunakan alat pemadam modifikasi yang mampu menyedot air dari kanal lalu menyemprotkannya ke area sulit dijangkau. Upaya ini diperkuat dengan pembuatan embung-embung kecil untuk pasokan air.
Dampak dan Imbauan
Asap yang masih mengepul mengganggu aktivitas warga di sejumlah desa. Jarak pandang di pagi hari turun hingga di bawah 500 meter. Dinas Kesehatan setempat telah membagikan masker gratis dan meminta warga mengurangi aktivitas luar ruangan.
Belum ada laporan gangguan pernapasan serius, namun posko kesehatan darurat telah disiagakan. "Kualitas udara di beberapa titik masuk kategori tidak sehat. Kami imbau warga selalu memakai masker," kata Kepala Dinas Kesehatan Rokan Hilir, dr. Sari Dewi.
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) juga menyatakan bahwa kondisi angin yang relatif tenang sedikit membantu mengurangi sebaran asap. Meski begitu, kewaspadaan tetap tinggi karena gambut kering mudah terbakar.
Sementara itu, tim gabungan berkomitmen untuk terus bekerja hingga asap benar-benar hilang. Operasi pendinginan diperkirakan masih berlangsung setidaknya sepekan ke depan. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena sanksi hukum menanti.
Situasi kini dalam status siaga darurat. Pemantauan satelit akan terus dilakukan setiap jam untuk mendeteksi potensi munculnya titik api baru. "Kami optimistis tidak ada lagi kebakaran susulan selama pendinginan berjalan maksimal," pungkas Andi.
Baca juga:
Comments (0)