Lautan Massa Padati Teheran di Hari Kedua Pemakaman Khamenei, Kecam Trump

Teheran - Suasana duka mendalam dan gelombang amarah menyelimuti ibu kota Iran pada hari kedua prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Puluhan ribu warga Iran tumpah ruah memadat

Jul 07, 2026 - 22:55
0 0
Lautan Massa Padati Teheran di Hari Kedua Pemakaman Khamenei, Kecam Trump

Teheran - Suasana duka mendalam dan gelombang amarah menyelimuti ibu kota Iran pada hari kedua prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Puluhan ribu warga Iran tumpah ruah memadati jalan-jalan utama di Teheran, tidak hanya untuk memberikan penghormatan terakhir, tetapi juga menyuarakan tuntutan tegas agar pemerintah segera melakukan aksi pembalasan terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami pada Senin (6/7/2026), rekaman visual dari udara yang ditayangkan oleh televisi pemerintah menunjukkan lautan manusia yang memenuhi sebuah jalan raya strategis di pusat kota Teheran. Massa yang didominasi pakaian berwarna gelap tampak berderai air mata, beberapa di antaranya membawa spanduk bernada kecaman terhadap Washington, sementara yang lain mengepalkan tangan ke udara sebagai simbol perlawanan.

Prosesi pemindahan peti jenazah berlangsung dalam pengawalan ketat. Jenazah mendiang Ali Khamenei beserta empat anggota keluarganya diangkut menggunakan truk berukuran besar yang dirancang khusus, menyusuri lautan manusia yang terus bergerak. Untuk menjaga kondisi para pelayat yang berdesakan di tengah cuaca yang cukup panas, petugas pemadam kebakaran terlihat aktif menyemprotkan air dari atas kendaraan. Tirai air tersebut tidak hanya berfungsi mendinginkan temperatur, tetapi juga menjadi pemandangan dramatis dalam iring-iringan duka tersebut.

Situasi Memanas: Tuntutan Pembalasan Menggema

Di balik atmosfer duka, narasi perlawanan dan pembalasan menjadi benang merah yang kuat. Banyak peserta aksi menyebut sosok Trump sebagai pihak yang harus bertanggung jawab dan dihukum setimpal. Dalam wawancara di sela-sela prosesi, seorang peserta aksi menyampaikan aspirasinya kepada media kami.

"Darah para syuhada kita tidak bisa dibayar hanya dengan kata-kata. Kami menuntut pemerintah untuk segera membalaskan dendam ini kepada Trump dan antek-anteknya. Mereka harus merasakan sakit yang berkali-kali lipat dari apa yang kami rasakan hari ini," teriak salah seorang pria paruh baya yang menolak disebutkan identitasnya.

Ketegangan di lapangan cukup tinggi, meskipun aparat keamanan berhasil menjaga kondusivitas jalannya pawai. Rute utama di pusat kota Teheran praktis lumpuh total karena dipenuhi para pelayat. Suara sirene ambulans dan suara helikopter pengawas berpadu dengan lantunan doa serta yel-yel anti-Amerika yang dikumandangkan oleh massa. Pemerintah Iran sendiri telah menetapkan beberapa hari berkabung nasional, dan prosesi ini diprediksi akan terus berlanjut hingga prosesi pemakaman utama selesai digelar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tasya-kamila

Reporter Teknologi. Reporter teknologi terkini dan rilis produk.

Comments (0)

User