Lamine Yamal Tunjukkan Gestur Tak Terduga di Laga Spanyol vs Austria
INGLEWOOD, CALIFORNIA — Bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, menjadi pusat perhatian dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Austria di S
INGLEWOOD, CALIFORNIA — Bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, menjadi pusat perhatian dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Austria di Stadion SoFi, Inglewood, Jumat (3/7) malam waktu setempat. Bukan hanya karena aksinya di lapangan, melainkan sebuah gestur misterius yang ia lontarkan tepat setelah mencetak gol penentu kemenangan.
Spanyol akhirnya mengamankan tiket ke babak 16 besar dengan kemenangan dramatis 2-1 atas Austria. Namun, sorotan utama bukan sekadar hasil akhir, melainkan isyarat 'telepon' yang diperlihatkan Yamal ke arah tribun penonton yang memicu perdebatan dan spekulasi di media sosial.
Kronologi Pertandingan: Spanyol Tertinggal, Lalu Bangkit
Pertandingan berlangsung dalam tensi tinggi sejak menit awal. Austria, yang tampil dengan formasi disiplin, mampu membobol gawang Unai Simón pada menit ke-24 lewat sundulan keras Michael Gregoritsch. Ribuan pendukung Spanyol yang memadati SoFi Stadium terdiam.
Spanyol mengambil inisiatif serangan dan nyaris menyamakan kedudukan lewat sepakan Pedri yang membentur tiang pada menit ke-37. Babak pertama ditutup dengan keunggulan Austria 1-0.
Memasuki babak kedua, pelatih Luis de la Fuente melakukan perubahan taktik dengan menarik Álvaro Morata dan memasukkan Ferran Torres pada menit ke-58. Hasilnya instan: umpan satu-dua antara Lamine Yamal dan Torres membuahkan gol penyama kedudukan pada menit ke-63—sebuah penyelesaian dingin dari Yamal yang membuat skor menjadi 1-1.
Gol kemenangan tercipta pada menit ke-82. Kali ini Yamal berperan sebagai kreator: tusukannya dari sisi kanan diakhiri umpan tarik yang disambar oleh Pablo Gavi. Bola bersarang di pojok kiri gawang Alexander Schlager. Skor 2-1 untuk Spanyol.
Setelah gol ketiga itulah adegan kontroversial terjadi. Yamal berlari ke sudut lapangan, mengangkat tangan kanannya menyerupai gestur menelepon—ibu jari di telinga, kelingking di mulut—dan menatap lurus ke arah sejumlah kamera. Ekspresinya dingin, seolah berbicara kepada seseorang yang tidak terlihat.
Gestur 'Telepon' yang Mengundang Misteri
Gestur tersebut langsung menjadi bahan perbincangan. Wasit Stephanie Frappart sempat mendekati Yamal dan memperingatkannya, namun tidak mengganjar kartu kuning. Para komentator televisi sibuk mencari makna di balik isyarat itu. Sebagian menduga gestur tersebut ditujukan kepada mantan legenda Timnas Spanyol yang sebelumnya mengkritik performanya di fase grup.
"Ini adalah pesan untuk orang-orang yang ragu dan terus berbicara tanpa henti. Saya sudah katakan, saya akan menjawab di lapangan—dan malam ini saya menelepon Anda," ujar Yamal dengan nada tenang dalam konferensi pers usai pertandingan. "Tidak perlu menyebut nama, mereka tahu siapa diri mereka."
Pernyataan ini seketika memperkuat spekulasi bahwa Yamal menyindir mantan pemain senior yang beberapa hari sebelumnya secara terbuka mempertanyakan kematangannya bermain di lini depan pada usia 18 tahun. Di media sosial, tagar #YamalCalling dan #Lamal16 menduduki puncak trending di X (Twitter) dan Threads hingga Sabtu pagi.
Respons Media dan Suporter
Analis sepak bola ternama, Guillem Balagué, menyebut gestur Yamal sebagai "simbol keberanian generasi baru." "Lamine tidak hanya menjawab dengan kaki, tetapi dengan sikap—itu langka di era pemain yang dijaga PR," tulisnya. Sementara itu, mantan kiper Iker Casillas justru mengomentari lewat akun X-nya, "Biarkan anak ini bermain, biarkan ia berekspresi."
Di kubu pendukung Austria, gestur itu dianggap berlebihan. Pelatih Ralf Rangnick dalam sesi jumpa pers enggan berkomentar panjang, hanya menyebut "setiap pemain punya caranya sendiri, tapi sepak bola tetaplah soal rasa hormat." Opini penggemar terbelah: sebagian besar fans Spanyol memuji, sementara netizen dari kubu lain menilainya arogan.
Dampak bagi Perjalanan Spanyol di Piala Dunia 2026
Dengan kemenangan ini, Spanyol memastikan diri melaju ke babak 16 besar dan akan berhadapan dengan pemenang laga Brasil vs Nigeria yang dijadwalkan pada hari yang sama. Penampilan Yamal—satu gol, satu assist, dan satu gestur yang tak terlupakan—mengukuhkan posisinya sebagai wajah baru La Roja di turnamen ini.
Lamine Yamal kini telah mengoleksi 3 gol di Piala Dunia 2026, menjadikannya pencetak gol terbanyak sementara untuk Spanyol bersama Pedri. Ia juga menjadi pemain termuda ketiga sepanjang sejarah yang mencatatkan assist di fase gugur Piala Dunia, setelah Pelé dan Julian Draxler.
Apakah gestur itu kontroversial? Mungkin. Tapi satu hal pasti: Lamine Yamal tidak hanya berbicara lewat kakinya—kini ia juga 'menelepon' para pengkritiknya.
[SOCIAL_TWEET]: Gestur 'telepon' Lamine Yamal setelah cetak gol ke gawang Austria langsung jadi trending! Remaja 18 tahun ini jawab kritik lewat lapangan. "Saya menelepon Anda," katanya dingin. Spanyol lolos 16 besar! #PialaDunia2026 #YamalCalling #LaRoja[SOCIAL_TG]: 📞 Lamine Yamal 'menelepon' para pengkritiknya! Gestur kontroversial usai gol penentu kemenangan Spanyol lawan Austria di Inglewood. Remaja ajaib itu bicara, dan dunia mendengarkan.
Comments (0)