Kritik Perang Ukraina, Pemimpin Partai Oposisi Rusia Divonis 7 Tahun Penjara
Beritatercepat.com, Jakarta – Wakil pemimpin Partai Yabloko, Maxim Kruglov, dijatuhi vonis tujuh tahun penjara oleh pengadilan Rusia setelah dinyatakan bersalah menyebarkan informasi palsu tentang
Beritatercepat.com, Jakarta – Wakil pemimpin Partai Yabloko, Maxim Kruglov, dijatuhi vonis tujuh tahun penjara oleh pengadilan Rusia setelah dinyatakan bersalah menyebarkan informasi palsu tentang militer. Vonis tersebut dibacakan pada Kamis (25/6/2026) waktu setempat, sekitar delapan bulan setelah aktivis oposisi berusia 39 tahun itu ditangkap pada Oktober 2025. Partai Yabloko merupakan salah satu partai oposisi liberal yang masih tersisa di Rusia, meskipun ruang geraknya terus menyusut di bawah tekanan represi politik.
Tuduhan Berakar dari Unggahan April 2022
Aparat keamanan Rusia menuding Kruglov lewat dua unggahan yang ia buat di media sosial pada April 2022, sekitar dua bulan setelah Kremlin melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina. Unggahan pertama mengecam jumlah korban sipil yang terus bertambah selama konflik, menyebutnya sebagai tragedi kemanusiaan. Unggahan kedua secara spesifik membahas tindakan tentara Rusia di kota Bucha, kawasan pinggiran Kyiv yang menjadi sorotan dunia setelah pasukan Rusia mundur dan ditemukan ratusan jenazah warga sipil yang diduga dieksekusi. Moskow secara konsisten membantah keterlibatan dan menyebut bukti di Bucha sebagai rekayasa, namun insiden itu telah memicu gelombang kecaman dan penyelidikan kejahatan perang internasional.
“Dakwaan terhadap Maxim Kruglov secara jelas menyatakan bahwa ia dengan sengaja menyebarluaskan informasi yang bertentangan dengan versi resmi Kementerian Pertahanan, sehingga merusak reputasi angkatan bersenjata Rusia,” demikian laporan kantor berita AFP yang dikutip media kami di ruang sidang.
Represi Pascainvasi dan Nasib Oposisi
Hukuman terhadap Kruglov menjadi babak terbaru dari penerapan undang-undang kontroversial Rusia tentang pelaporan perang yang disahkan pada Maret 2022. Regulasi tersebut melarang publikasi informasi yang dianggap palsu mengenai operasi militer di Ukraina, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. Sejak beleid itu berlaku, puluhan aktivis, jurnalis, dan tokoh oposisi telah dijatuhi hukuman serupa. Partai Yabloko, yang didirikan pada 1993, perlahan kehilangan daya tawarnya setelah banyak anggotanya meninggalkan Rusia demi menghindari jerat hukum. Mereka yang tetap di dalam negeri kini harus berhitung ulang setiap kali menyuarakan kritik, terutama terkait perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun itu.
Belum ada pernyataan resmi dari Partai Yabloko atau keluarga Kruglov menanggapi vonis ini. Sejumlah organisasi hak asasi manusia, termasuk Memorial dan Amnesty International, telah mengecam putusan tersebut sebagai upaya pembungkaman sistematis terhadap suara anti-perang. Media kami, Beritatercepat.com, akan terus memantau perkembangan kasus yang kian menegaskan risikonya menjadi oposisi di Rusia kontemporer.
Comments (0)