KPK Ungkap Logam Bertulis 'Platinium' di Kasus Suap Bupati Langkat
BREAKING — BARU SAJA Komisi Pemberantasan Korupsi mengonfirmasi temuan logam misterius bertuliskan 'platinium' dalam penggeledahan kasus suap yang menjerat Bupati Langkat nonaktif Syah Afand...
BREAKING — BARU SAJA Komisi Pemberantasan Korupsi mengonfirmasi temuan logam misterius bertuliskan 'platinium' dalam penggeledahan kasus suap yang menjerat Bupati Langkat nonaktif Syah Afandin. Barang bukti ini langsung memicu penyelidikan baru terkait asal-usul dan nilainya.
Fakta Kunci Temuan
- Logam bertulis 'platinium' ditemukan tim KPK saat menggeledah kediaman pribadi tersangka.
- Keaslian logam tersebut belum dapat dipastikan — sampel telah dikirim ke laboratorium forensik.
- Syah Afandin sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka penerima suap proyek infrastruktur daerah.
- Temuan ini menambah panjang daftar barang bukti yang disita, termasuk uang tunai miliaran rupiah.
Reaksi dan Langkah KPK
Juru bicara KPK menyatakan pihaknya tidak akan berspekulasi sebelum hasil uji laboratorium keluar. “Kami tunggu hasil forensik, tapi temuan ini kami masukkan dalam berkas penyidikan,” tegasnya. Penyelidik kini menelusuri apakah logam tersebut terkait dengan dugaan gratifikasi atau pencucian uang yang melibatkan Bupati Langkat.
Logam dengan tanda 'platinium' ini bukan barang biasa. Jika terbukti asli, nilainya bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah per kilogram. Sejumlah saksi yang pernah bertransaksi dengan Syah Afandin akan dipanggil ulang untuk mengklarifikasi temuan ini.
Kronologi Kasus Suap
Syah Afandin ditangkap dalam operasi tangkap tangan pada awal Juni 2026. Ia diduga menerima fee dari sejumlah kontraktor yang memenangkan lelang proyek jalan dan jembatan di Kabupaten Langkat. Total suap yang sudah diidentifikasi sementara mencapai Rp12,8 miliar. Selain uang, KPK juga menyita 15 unit kendaraan mewah dan emas batangan dari beberapa lokasi berbeda.
Penemuan logam bertulis 'platinium' ini semakin memperkuat dugaan adanya modus operandi pencucian uang lewat aset logam mulia. Penyidik kini mendalami hubungan Syah Afandin dengan jaringan jual beli logam mulia ilegal di Sumatera Utara.
Dampak dan Perkembangan Terbaru
UPDATE 15 MENIT LALU — Tim independen dari ahli geologi dan metalurgi dilibatkan untuk memastikan komposisi logam. Sumber internal KPK menyebutkan, ciri fisik logam tersebut mencurigakan, dengan ukiran 'platinium' yang terkesan buatan pabrik rumahan. “Ini bisa jadi murni platinum, bisa juga hanya kuningan berlapis,” ujar seorang penyidik.
Publik diminta bersabar menunggu hasil pemeriksaan. Sementara itu, status tersangka Syah Afandin masih bertahan, dan proses hukum tetap berjalan. Penundaan penetapan tersangka baru di kasus ini akan bergantung pada konfirmasi keaslian temuan logam tersebut. KPK berjanji merilis hasil laboratorium dalam satu pekan ke depan.
Baca juga:
Comments (0)