KPK Jerat Bupati Bengkulu dalam Pusaran Suap Proyek

BARU SAJA: Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Bupati Bengkulu, Fikri, sebagai tersangka kasus suap proyek di Rejang Lebong. Lima orang kini resmi dijerat dalam pusaran korupsi ini.Lembaga antiras...

Jul 28, 2026 - 06:24
0 0
KPK Jerat Bupati Bengkulu dalam Pusaran Suap Proyek

BARU SAJA: Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Bupati Bengkulu, Fikri, sebagai tersangka kasus suap proyek di Rejang Lebong. Lima orang kini resmi dijerat dalam pusaran korupsi ini.

Lembaga antirasuah bergerak cepat setelah mengantongi bukti kuat transaksi gelap yang melibatkan pejabat tinggi daerah. Kasus ini mencuat dari pengembangan penyelidikan atas dugaan kongkalikong pengaturan lelang proyek infrastruktur.

Operasi Senyap KPK

Tim penindakan KPK melakukan operasi senyap di beberapa lokasi berbeda secara serentak pada Selasa dini hari. Petugas menyegel sejumlah ruangan dan mengamankan dokumen penting yang diduga berkaitan dengan aliran dana suap.

Sumber internal mengonfirmasi bahwa tim penyidik menemukan tumpukan uang tunai dalam pecahan rupiah dan mata uang asing yang disembunyikan dalam sebuah tas ransel. Barang bukti elektronik turut disita untuk menguak jejak komunikasi para tersangka.

Lima Nama Ditetapkan Tersangka

Selain Bupati Fikri, empat orang lain resmi menyandang status hukum yang sama. Mereka berasal dari unsur swasta dan pejabat teknis yang memiliki kewenangan menentukan pemenang tender.

  • Bupati Fikri: Diduga menerima aliran dana sebagai imbalan pengarahan proyek.
  • Kontraktor swasta: Berperan sebagai pemberi suap untuk memastikan kemenangan tender.
  • Pejabat Dinas PU: Terlibat dalam pengaturan spesifikasi teknis yang disesuaikan dengan perusahaan tertentu.

Konstruksi perkara ini menunjukkan adanya kesepakatan jahat yang memuluskan langkah kontraktor pilihan untuk menggarap proyek-proyek strategis di wilayah Rejang Lebong.

Suap Berlapis dalam Proyek Infrastruktur

Penyidik mengendus modus suap berlapis dengan persentase tertentu dari nilai kontrak. Dana itu diduga mengalir melalui orang kepercayaan Bupati sebelum akhirnya disetorkan secara tunai.

Beberapa proyek yang kini disorot meliputi pembangunan jalan, irigasi, dan fasilitas publik yang bersumber dari APBD. Diduga terjadi penggelembungan nilai proyek untuk menutupi biaya suap yang telah disepakati.

KPK kini memperdalam penelusuran aset para tersangka, termasuk kemungkinan adanya pencucian uang melalui pembelian properti dan kendaraan mewah. Langkah ini bertujuan memaksimalkan pengembalian kerugian keuangan negara.

Publik dan aktivis antikorupsi mendesak agar kasus ini menjadi pintu masuk membongkar praktik serupa di daerah lain. KPK menyatakan pihaknya tidak akan berhenti pada lima tersangka dan terus mengembangkan penyidikan ke pihak-pihak yang bertanggung jawab.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User