Komut Pertamina Minta Direksi Turunkan Harga BBM Nonsubsidi
Jakarta, Beritatercepat.com – Jajaran Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) secara resmi mendorong manajemen perusahaan untuk segera mempersiapkan skema penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) no
Jakarta, Beritatercepat.com – Jajaran Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) secara resmi mendorong manajemen perusahaan untuk segera mempersiapkan skema penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Langkah strategis ini ditargetkan mulai bergulir secara bertahap pada awal Juli 2026, menyusul melandainya harga minyak mentah global dalam beberapa pekan terakhir.
Dorongan tersebut disampaikan langsung oleh Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan. Ia menegaskan bahwa momentum pelemahan harga minyak dunia harus segera direspons melalui penyesuaian harga di tingkat konsumen. Sebagai perusahaan energi pelat merah, Pertamina dinilai perlu menunjukkan kepekaan terhadap dinamika pasar global yang tengah memberikan ruang fiskal lebih longgar.
"Kami dari jajaran dewan komisaris mendorong direksi, manajemen untuk segera menyesuaikan dengan harga minyak dunia yang sudah mulai turun," ujar Iriawan seperti dikutip dari laporan, Jumat (26/6/2026).
Tekanan Harga Minyak Dunia Makin Terasa
Berdasarkan pantauan perdagangan energi global pada sesi pagi ini, harga minyak mentah acuan utama memang menunjukkan tren penurunan. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang kerap menjadi patokan pergerakan harga berada di level US$ 71,53 per barel. Angka ini mencerminkan koreksi signifikan dalam beberapa hari terakhir, menandakan tekanan permintaan global yang belum sepenuhnya pulih serta meredanya kekhawatiran pasokan.
Sementara itu, harga acuan internasional lainnya, yakni minyak mentah Brent, terpantau diperdagangkan di kisaran US$ 74,83 per barel. Level harga ini membuka peluang bagi Pertamina untuk menekan margin biaya produksi dan distribusi, sehingga selisih antara harga keekonomian dan harga jual BBM nonsubsidi dapat diperkecil.
Kendati demikian, realisasi penurunan harga tidak dapat dilakukan secara drastis. Sumber di internal perusahaan yang dikonfirmasi media kami mengungkapkan bahwa penyusunan formula harga baru harus mempertimbangkan stok minyak yang dibeli pada harga kontrak sebelumnya. Hal inilah yang mendasari perlunya penerapan penurunan secara bertahap, agar kondisi arus kas tetap terjaga dan tidak menimbulkan guncangan pada rantai pasok energi nasional.
Desakan Dewan Komisaris ini menjadi sinyal kuat bahwa tata kelola di tubuh Pertamina tengah bergerak responsif terhadap ekosistem energi global. Direksi dijadwalkan menyampaikan kalkulasi serta opsi besaran penurunan harga dalam forum rapat koordinasi lintas direktorat dalam waktu dekat.
Jika skenario ini berjalan lancar, konsumen BBM nonsubsidi di Tanah Air dapat menikmati harga yang lebih bersahabat mulai kuartal ketiga tahun ini. Langkah ini sekaligus diharapkan mampu memacu kembali roda konsumsi masyarakat yang sempat tertahan akibat level harga BBM yang sempat meroket di awal tahun.
Comments (0)